<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Unjuk Rasa Pekerja Terminal Diwarnai Bentrok</title><description>Ratusan orang yang tergabung dalam Gabungan Pekerja Terminal (GPT) berunjuk rasa sambil berkonvoi keliling Kota Makassar dan mendatangi Perusahaan Otobus. Dalam aksinya sempat terjadi bentrok antara pekerja dengan staf PO.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/07/340/571216/aksi-unjuk-rasa-pekerja-terminal-diwarnai-bentrok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/07/340/571216/aksi-unjuk-rasa-pekerja-terminal-diwarnai-bentrok"/><item><title>Aksi Unjuk Rasa Pekerja Terminal Diwarnai Bentrok</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/07/340/571216/aksi-unjuk-rasa-pekerja-terminal-diwarnai-bentrok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/07/340/571216/aksi-unjuk-rasa-pekerja-terminal-diwarnai-bentrok</guid><pubDate>Selasa 07 Februari 2012 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Andi Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/07/340/571216/GrOmRPqSX8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi unjuk rasa pekerja terminal di Makassar (Foto: Andi A/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/07/340/571216/GrOmRPqSX8.jpg</image><title>Aksi unjuk rasa pekerja terminal di Makassar (Foto: Andi A/okezone)</title></images><description>MAKASSAR- Ratusan orang yang tergabung dalam Gabungan Pekerja Terminal (GPT) berunjuk rasa sambil berkonvoi keliling Kota Makassar. Mereka mendatangi kantor pemerintah dan kantor Perusahaan Otobus (PO) menyampaikan tuntutannya.&quot;Kami meminta tindakan tegas pemerintah memanfaatkan Terminal Regional Daya (TRD). Selama ini TRD sepi. PO menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal, akibatnya terminal sepi dan mata pencaharian kami terganggu,&quot; terang Zainal Siko, koordinator aksi, saat berorasi, Selasa (7/2/2012).Para pengunjukrasa berkonvoi menggunakan mobil tronton dan puluhan kendaraan roda dua. Mereka terdiri atas pedagang kaki lima, buruh terminal, dan para tukang ojek terminal.Satu demi satu kantor PO mereka datangi, PO Alam Indah, PO Kharisma, PO Liman. Begitu juga dengan Kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sulsel dan Kantor Wali Kota Makassar. Perjalanan konvoi itu sepanjang sekira 15 kilometer.Saat singgah di PO Litha, sempat terjadi kericuhan. Pasalnya, saat pengunjuk rasa bermaksud meninggalkan lokasi, salah seorang pegawai PO keluar dan berteriak menantang.&quot;Kamera salah seorang wartawan televise rusak kena lemparan batu. Dua lainnya terluka, mereka pengunjuk rasa,&quot; tutur Ika salah seorang saksi mata.Rombongan terus melakukan aksinya ke kantor Wali Kota Makassar. Meski diguyur hujan deras, Zainal tetap melanjutkan orasinya. Spanduk dan pamflet dipasang tepat di pagar masuk.Tak lama berselang, Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin keluar menemui pengunjuk rasa. Ilham berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut dalam satu pekan.&quot;Saya tidak tahu jika aturannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.Terminal itu tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Kalau PO tempat adalah kandang oto, semua orang juga tahu,&quot; jelas Ilham.Namun, Ilham tidak mau menandatangani perjanjian apa pun dengan pengunjuk rasa. Dia hanya meminta pengunjuk rasa mempercayai ucapannya. &quot;Tidak mungkin saya bohong, percaya ka saja,&quot; tuturnya.Terminal Regional Daya diklaim sebagai terminal terbesar se-Asia Tenggara. Para pengunjuk rasa memprotes tidak optimalnya pemanfaatan TRD oleh para penumpang dan pemilik angkutan.</description><content:encoded>MAKASSAR- Ratusan orang yang tergabung dalam Gabungan Pekerja Terminal (GPT) berunjuk rasa sambil berkonvoi keliling Kota Makassar. Mereka mendatangi kantor pemerintah dan kantor Perusahaan Otobus (PO) menyampaikan tuntutannya.&quot;Kami meminta tindakan tegas pemerintah memanfaatkan Terminal Regional Daya (TRD). Selama ini TRD sepi. PO menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal, akibatnya terminal sepi dan mata pencaharian kami terganggu,&quot; terang Zainal Siko, koordinator aksi, saat berorasi, Selasa (7/2/2012).Para pengunjukrasa berkonvoi menggunakan mobil tronton dan puluhan kendaraan roda dua. Mereka terdiri atas pedagang kaki lima, buruh terminal, dan para tukang ojek terminal.Satu demi satu kantor PO mereka datangi, PO Alam Indah, PO Kharisma, PO Liman. Begitu juga dengan Kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sulsel dan Kantor Wali Kota Makassar. Perjalanan konvoi itu sepanjang sekira 15 kilometer.Saat singgah di PO Litha, sempat terjadi kericuhan. Pasalnya, saat pengunjuk rasa bermaksud meninggalkan lokasi, salah seorang pegawai PO keluar dan berteriak menantang.&quot;Kamera salah seorang wartawan televise rusak kena lemparan batu. Dua lainnya terluka, mereka pengunjuk rasa,&quot; tutur Ika salah seorang saksi mata.Rombongan terus melakukan aksinya ke kantor Wali Kota Makassar. Meski diguyur hujan deras, Zainal tetap melanjutkan orasinya. Spanduk dan pamflet dipasang tepat di pagar masuk.Tak lama berselang, Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin keluar menemui pengunjuk rasa. Ilham berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut dalam satu pekan.&quot;Saya tidak tahu jika aturannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.Terminal itu tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Kalau PO tempat adalah kandang oto, semua orang juga tahu,&quot; jelas Ilham.Namun, Ilham tidak mau menandatangani perjanjian apa pun dengan pengunjuk rasa. Dia hanya meminta pengunjuk rasa mempercayai ucapannya. &quot;Tidak mungkin saya bohong, percaya ka saja,&quot; tuturnya.Terminal Regional Daya diklaim sebagai terminal terbesar se-Asia Tenggara. Para pengunjuk rasa memprotes tidak optimalnya pemanfaatan TRD oleh para penumpang dan pemilik angkutan.</content:encoded></item></channel></rss>
