<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berangkat ke Sekolah pun Harus Pertaruhkan Nyawa</title><description>Jika sungai meluap atau arus deras, para pelajar terpaksa tidak bersekolah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/09/340/572775/berangkat-ke-sekolah-pun-harus-pertaruhkan-nyawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/09/340/572775/berangkat-ke-sekolah-pun-harus-pertaruhkan-nyawa"/><item><title>Berangkat ke Sekolah pun Harus Pertaruhkan Nyawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/09/340/572775/berangkat-ke-sekolah-pun-harus-pertaruhkan-nyawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/09/340/572775/berangkat-ke-sekolah-pun-harus-pertaruhkan-nyawa</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2012 23:08 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/09/340/572775/PEMbTcT4lt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelajar menyeberang sungai berangkat ke sekolah (Dok: Sindo TV/Taufik Budi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/09/340/572775/PEMbTcT4lt.jpg</image><title>Pelajar menyeberang sungai berangkat ke sekolah (Dok: Sindo TV/Taufik Budi)</title></images><description>DEMAK - Para pelajar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mempertaruhkan nyawa melawan derasnya arus Sungai Jragung saat berangkat ke sekolah. Mereka terpaksa berjibaku dengan kuatnya arus air karena tidak ada jembatan.Para pelajar di Kampung Pungkruk, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, ini setiap hari terpaksa menyeberangi selebar sekira 35 meter. Mereka terlebih dahulu menyisir titik yang dianggap dangkal agar aman menyeberang.Sedangkal-dangkalnya Sungai Jragung, tetap saja ketinggian masih sepaha orang dewasa di bagian tengah. Sehingga para pelajar harus menanggalkan seragam agar tidak basah.Belum lagi, mereka menghadapi derasnya aliran air yang berasal dari arah Salatiga menuju laut utara Jawa itu. Para orangtua sesekali harus membantu anak mereka agar memastikan tidak hanyut.Muhammad Gunawan, pelajar kelas 4 SDN 3 Jragung, Kamis (9/2/2012), mengaku jika arus terlalu deras maka dia tidak bisa bersekolah.Bagi Gunawan, menyeberangi sungai merupakan satu-satunya cara agar bisa ke sekolah. Sebab bila melewati jalan setapak harus memutari bukit hingga lebih dari 10 kilometer.Suwadi, warga Kampung Pungkruk, kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Sampai saat ini, belum ada rencana pemerintah daerah setempat membuat jembatan yang menghubungkan Kampung Pungkruk dengan Dusun Karanggondang itu.Warga berharap, pemerintah segera membangun jembatan agar mereka tidak selalu bertaruh nyawa setiap keluar masuk kampung.</description><content:encoded>DEMAK - Para pelajar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mempertaruhkan nyawa melawan derasnya arus Sungai Jragung saat berangkat ke sekolah. Mereka terpaksa berjibaku dengan kuatnya arus air karena tidak ada jembatan.Para pelajar di Kampung Pungkruk, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, ini setiap hari terpaksa menyeberangi selebar sekira 35 meter. Mereka terlebih dahulu menyisir titik yang dianggap dangkal agar aman menyeberang.Sedangkal-dangkalnya Sungai Jragung, tetap saja ketinggian masih sepaha orang dewasa di bagian tengah. Sehingga para pelajar harus menanggalkan seragam agar tidak basah.Belum lagi, mereka menghadapi derasnya aliran air yang berasal dari arah Salatiga menuju laut utara Jawa itu. Para orangtua sesekali harus membantu anak mereka agar memastikan tidak hanyut.Muhammad Gunawan, pelajar kelas 4 SDN 3 Jragung, Kamis (9/2/2012), mengaku jika arus terlalu deras maka dia tidak bisa bersekolah.Bagi Gunawan, menyeberangi sungai merupakan satu-satunya cara agar bisa ke sekolah. Sebab bila melewati jalan setapak harus memutari bukit hingga lebih dari 10 kilometer.Suwadi, warga Kampung Pungkruk, kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Sampai saat ini, belum ada rencana pemerintah daerah setempat membuat jembatan yang menghubungkan Kampung Pungkruk dengan Dusun Karanggondang itu.Warga berharap, pemerintah segera membangun jembatan agar mereka tidak selalu bertaruh nyawa setiap keluar masuk kampung.</content:encoded></item></channel></rss>
