<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wali Kota Denpasar Gelar Nobar Kekerasan CMP Bali</title><description>Kekerasan yang dilakukan geng CMP ternyata  menyita sejumlah petinggi di Denpasar, Bali. Wali Kota Denpasar Ida  Bagus Rai Darmawijaya bahkan menggelar nonton bareng dengan kepala  sekolah se-Denpasar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/09/340/572835/wali-kota-denpasar-gelar-nobar-kekerasan-cmp-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/09/340/572835/wali-kota-denpasar-gelar-nobar-kekerasan-cmp-bali"/><item><title>Wali Kota Denpasar Gelar Nobar Kekerasan CMP Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/09/340/572835/wali-kota-denpasar-gelar-nobar-kekerasan-cmp-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/09/340/572835/wali-kota-denpasar-gelar-nobar-kekerasan-cmp-bali</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2012 17:34 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/09/340/572835/CVvXWTR5SZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu cuplikan video penganiayaan ABG di Bali (Foto: Danang/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/09/340/572835/CVvXWTR5SZ.jpg</image><title>Salah satu cuplikan video penganiayaan ABG di Bali (Foto: Danang/okezone)</title></images><description>DENPASAR - Kekerasan yang dilakukan geng Cewek Macho Performance (CMP) ternyata menyita sejumlah petinggi di Denpasar, Bali. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Darmawijaya bahkan menggelar nonton bareng dengan kepala sekolah se-Denpasar.Setelah menonton tayangan berdurasi lima menit 37 detik itu, Wali Kota Denpasar meminta kepada 110 kepala sekolah negeri dan swasta di SMP, SMA dan SMA se-Denpasar agar lebih waspada.Rai Mantra berharap, staf teknis dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan olahraga (Disdikpora), Dinas Perhubungan, Dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas kebudayaan dapat segera menyusun program bersama.&quot;Program tersebut nantinya akan dipadukan dan disinkronisasikan agar bisa menyatu dengan pendidikan di sekolah,&quot; ujar Kabag Humas dan Protokol Ida Bagus Rahoela saat mendampingi wali kota, di Denpasar, Kamis (9/2/2012).Rai Darmawijaya juga mengaku prihatin dengan fenomena kenakalan remaja yang terjadi di Denpasar sebagaimana dalam tayangan video Kekerasan ABG Bali. Sebab jika hal itu dibiarkan, maka tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi di kemudian hari dan bisa jauh lebih besar.&quot;Pak Wali terpanggil mengumpulkan para kepala sekolah untuk duduk bersama melakukan pembicaran dan menginvetarisasi masalah di sekolah masing-masing, untuk kemudian mencarikan solusi ke depannya secara komprehensif,&quot; imbuh Rahoela. Para kepala sekolah juga diminta mulai melakukan pendataan, khususnya siapa saja siswa yang pernah sekolah kemudian drop out atau mereka yang tidak lulus. Terungkap pula bahwa ada siswa beralasan pindah namun ternyata tidak sekolah. &quot;Kalau ada siswa yang drop out kemungkinan ada datanya, ini yang akan didata,&quot; kata dia.Bagi sekolah yang ada siswanya DO, agar didata dan menghubungi pihak orangtua dan memberitahukan bahwa pemerintah memiliki program wajib belajar 12 tahun.Sehingga, mereka bisa melanjutkan sekolah kembali karena sesuai program pemerintah siswa minimal harus tamat minimal SMK atau SMA.Setelah melihat aksi sadis ABG pada akhir Desember 2011, salah seorang kepala sekolah swasta mengaku mengenali di antara mereka yang ada dalam tayangan video tersebut. Hanya saja, Rahoela enggan menjelaskan lebih lanjut sosok siswa dimaksud berdalih untuk melindungi pelaku yang masih di bawah umur.</description><content:encoded>DENPASAR - Kekerasan yang dilakukan geng Cewek Macho Performance (CMP) ternyata menyita sejumlah petinggi di Denpasar, Bali. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Darmawijaya bahkan menggelar nonton bareng dengan kepala sekolah se-Denpasar.Setelah menonton tayangan berdurasi lima menit 37 detik itu, Wali Kota Denpasar meminta kepada 110 kepala sekolah negeri dan swasta di SMP, SMA dan SMA se-Denpasar agar lebih waspada.Rai Mantra berharap, staf teknis dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan olahraga (Disdikpora), Dinas Perhubungan, Dinas Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas kebudayaan dapat segera menyusun program bersama.&quot;Program tersebut nantinya akan dipadukan dan disinkronisasikan agar bisa menyatu dengan pendidikan di sekolah,&quot; ujar Kabag Humas dan Protokol Ida Bagus Rahoela saat mendampingi wali kota, di Denpasar, Kamis (9/2/2012).Rai Darmawijaya juga mengaku prihatin dengan fenomena kenakalan remaja yang terjadi di Denpasar sebagaimana dalam tayangan video Kekerasan ABG Bali. Sebab jika hal itu dibiarkan, maka tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi di kemudian hari dan bisa jauh lebih besar.&quot;Pak Wali terpanggil mengumpulkan para kepala sekolah untuk duduk bersama melakukan pembicaran dan menginvetarisasi masalah di sekolah masing-masing, untuk kemudian mencarikan solusi ke depannya secara komprehensif,&quot; imbuh Rahoela. Para kepala sekolah juga diminta mulai melakukan pendataan, khususnya siapa saja siswa yang pernah sekolah kemudian drop out atau mereka yang tidak lulus. Terungkap pula bahwa ada siswa beralasan pindah namun ternyata tidak sekolah. &quot;Kalau ada siswa yang drop out kemungkinan ada datanya, ini yang akan didata,&quot; kata dia.Bagi sekolah yang ada siswanya DO, agar didata dan menghubungi pihak orangtua dan memberitahukan bahwa pemerintah memiliki program wajib belajar 12 tahun.Sehingga, mereka bisa melanjutkan sekolah kembali karena sesuai program pemerintah siswa minimal harus tamat minimal SMK atau SMA.Setelah melihat aksi sadis ABG pada akhir Desember 2011, salah seorang kepala sekolah swasta mengaku mengenali di antara mereka yang ada dalam tayangan video tersebut. Hanya saja, Rahoela enggan menjelaskan lebih lanjut sosok siswa dimaksud berdalih untuk melindungi pelaku yang masih di bawah umur.</content:encoded></item></channel></rss>
