<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Bohongi Publik Soal Anggaran Pesawat Presiden</title><description>Pemerintah melalui Kementrian Sekretariat Negara (Kemensekneg) dianggap  membohongi publik dengan menaikan anggaran pembelian pesawat khusus  kepresidenan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/10/337/573326/pemerintah-bohongi-publik-soal-anggaran-pesawat-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/10/337/573326/pemerintah-bohongi-publik-soal-anggaran-pesawat-presiden"/><item><title>Pemerintah Bohongi Publik Soal Anggaran Pesawat Presiden</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/10/337/573326/pemerintah-bohongi-publik-soal-anggaran-pesawat-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/10/337/573326/pemerintah-bohongi-publik-soal-anggaran-pesawat-presiden</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2012 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/10/337/573326/tmjYHQdeKC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Kepresidenan (Foto: Repro Susi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/10/337/573326/tmjYHQdeKC.jpg</image><title>Pesawat Kepresidenan (Foto: Repro Susi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementrian Sekretariat Negara (Kemensekneg) dianggap membohongi publik dengan menaikan anggaran pembelian pesawat khusus kepresidenan yang semula diajukan ke DPR senilai USD85 juta kemudian meningkat menjadi USD91,2 juta.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang ditawarkan ke DPR USD85 juta, tapi sekarang naik menjadi USD91 juta. Gila nih,&amp;rdquo; ujar Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, dalam pesan singkatnya kepada okezone, Jumat (10/2/2012).
&amp;nbsp;
Menanggpi hal itu, Kepala &amp;nbsp;Biro Tata Usaha dan Humas Kementerian Sekretariat Negara Sugiri membantah. Menurut Sugiri ada kesalahpahaman di public mengenai harga pesawat kepresidenan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;USD58 juta itu baru Green Aircraft saja, ada anggapan bahwa USD58 juta itu sudah semua, padahal tidak masih ada cabin interior USD27 dan security system USD4,5 juta dan totalnya USD9,1 juta itu,&amp;rdquo; papar Sugiri kepada okezone, Jumat (10/2/2012).
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Sekretaris Kementrian Sekretariat Negara, Lambok Nahatan, mengatakan dalam jumpa pers di kantornya Kamis, 9 Februari mengakui adanya kesalahan dari pihaknya yang kurang menjelaskan kepada publik mengenai jumlah anggaran tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jumlah awal menyatakan tahun lalu itu sebenarnya hanya untuk Green Aircraft, pesawat tanpa perabotan didalamnya. Kita mungkin belum menjelaskan masalah ini dengan benar dan orang sekarang memiliki persepsi yang salah tentang hal itu,&amp;rdquo; kata Lambok. (sus)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementrian Sekretariat Negara (Kemensekneg) dianggap membohongi publik dengan menaikan anggaran pembelian pesawat khusus kepresidenan yang semula diajukan ke DPR senilai USD85 juta kemudian meningkat menjadi USD91,2 juta.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang ditawarkan ke DPR USD85 juta, tapi sekarang naik menjadi USD91 juta. Gila nih,&amp;rdquo; ujar Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, dalam pesan singkatnya kepada okezone, Jumat (10/2/2012).
&amp;nbsp;
Menanggpi hal itu, Kepala &amp;nbsp;Biro Tata Usaha dan Humas Kementerian Sekretariat Negara Sugiri membantah. Menurut Sugiri ada kesalahpahaman di public mengenai harga pesawat kepresidenan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;USD58 juta itu baru Green Aircraft saja, ada anggapan bahwa USD58 juta itu sudah semua, padahal tidak masih ada cabin interior USD27 dan security system USD4,5 juta dan totalnya USD9,1 juta itu,&amp;rdquo; papar Sugiri kepada okezone, Jumat (10/2/2012).
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Sekretaris Kementrian Sekretariat Negara, Lambok Nahatan, mengatakan dalam jumpa pers di kantornya Kamis, 9 Februari mengakui adanya kesalahan dari pihaknya yang kurang menjelaskan kepada publik mengenai jumlah anggaran tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jumlah awal menyatakan tahun lalu itu sebenarnya hanya untuk Green Aircraft, pesawat tanpa perabotan didalamnya. Kita mungkin belum menjelaskan masalah ini dengan benar dan orang sekarang memiliki persepsi yang salah tentang hal itu,&amp;rdquo; kata Lambok. (sus)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
