<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boediono: Buku Irman Gusman Inspirasi Perjalanan Demokrasi </title><description>Wakil Presiden Boediono memberikan apresiasi yang besar kepada buku&amp;nbsp;  otobiografi Ketua DPD RI Irman Gusman &quot; Jiwa Yang Merajut Nusantara&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/11/339/573937/boediono-buku-irman-gusman-inspirasi-perjalanan-demokrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/11/339/573937/boediono-buku-irman-gusman-inspirasi-perjalanan-demokrasi"/><item><title>Boediono: Buku Irman Gusman Inspirasi Perjalanan Demokrasi </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/11/339/573937/boediono-buku-irman-gusman-inspirasi-perjalanan-demokrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/11/339/573937/boediono-buku-irman-gusman-inspirasi-perjalanan-demokrasi</guid><pubDate>Sabtu 11 Februari 2012 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/11/339/573937/MqL7IKJfgZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dede Kurniawan/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/11/339/573937/MqL7IKJfgZ.jpg</image><title>Foto: dede Kurniawan/okezone</title></images><description>JAKARTA- Wakil Presiden Boediono memberikan apresiasi yang besar kepada buku&amp;nbsp; otobiografi Ketua DPD RI Irman Gusman &quot; Jiwa Yang Merajut Nusantara&quot;.&amp;nbsp; &quot;Kita berikan ucapan selamat kepada Pak Irman. Saya juga mengapresiasi karya buku beliau yang di perjalanan karirnya,&quot; kata Boediono di peluncuran buku&amp;nbsp; otobiografi&amp;nbsp; Ketua DPD RI Irman Gusman &quot; Jiwa Yang Merajut Nusantara&quot; dan syukuran ulang tahun ke 50 Irman Gusman di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (11/2/2012).&amp;nbsp;Dikatakan Boediono, Irman Gusman merupakan bagian cerita dalam pengembangan perjalanan demokrasi yang saat ini dikenal DPD.&quot;Semua pilar akan mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan zaman. Demokrasi tidak hanya sekedar memenangkan politik, namun yang terpenting menata demokrasi yang ada,&quot; ujarnya. Boediono berpendapat demokrasi merupakan aturan main yang disepakati bersama dan dilaksanakan bersama. &quot;Ini yang perlu terus dikawal dalam konsolidasi demokrasi ke depan,&quot; imbuhnya.Ditambahkan dia, dalam rangka menata pilar demokrasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi negara yang beragam ini.&quot;Karena itulah dibutuhkan seorang negarawan. Inilah yang menjadi konteks karya buku pak Irman. Kami berharap buku ini nantinya menginspirasi kita semua ke depan,&quot; pungkas Boediono.</description><content:encoded>JAKARTA- Wakil Presiden Boediono memberikan apresiasi yang besar kepada buku&amp;nbsp; otobiografi Ketua DPD RI Irman Gusman &quot; Jiwa Yang Merajut Nusantara&quot;.&amp;nbsp; &quot;Kita berikan ucapan selamat kepada Pak Irman. Saya juga mengapresiasi karya buku beliau yang di perjalanan karirnya,&quot; kata Boediono di peluncuran buku&amp;nbsp; otobiografi&amp;nbsp; Ketua DPD RI Irman Gusman &quot; Jiwa Yang Merajut Nusantara&quot; dan syukuran ulang tahun ke 50 Irman Gusman di Hotel Sahid Jakarta, Sabtu (11/2/2012).&amp;nbsp;Dikatakan Boediono, Irman Gusman merupakan bagian cerita dalam pengembangan perjalanan demokrasi yang saat ini dikenal DPD.&quot;Semua pilar akan mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan zaman. Demokrasi tidak hanya sekedar memenangkan politik, namun yang terpenting menata demokrasi yang ada,&quot; ujarnya. Boediono berpendapat demokrasi merupakan aturan main yang disepakati bersama dan dilaksanakan bersama. &quot;Ini yang perlu terus dikawal dalam konsolidasi demokrasi ke depan,&quot; imbuhnya.Ditambahkan dia, dalam rangka menata pilar demokrasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi negara yang beragam ini.&quot;Karena itulah dibutuhkan seorang negarawan. Inilah yang menjadi konteks karya buku pak Irman. Kami berharap buku ini nantinya menginspirasi kita semua ke depan,&quot; pungkas Boediono.</content:encoded></item></channel></rss>
