<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potongan Kaki di TPA Mojorejo Bukan Korban Mutilasi?</title><description>Potongan kaki yang ditemukan di TPA Mojorejo Sukoharjo pada Jumat 10  Februari kemarin dipastikan bukan mutilasi. Hasil penyelidikan aparat  Kepolisian adalah potongan kaki hasil amputasi pasien rumah sakit di  Sukoharjo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/11/340/574001/potongan-kaki-di-tpa-mojorejo-bukan-korban-mutilasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/11/340/574001/potongan-kaki-di-tpa-mojorejo-bukan-korban-mutilasi"/><item><title>Potongan Kaki di TPA Mojorejo Bukan Korban Mutilasi?</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/11/340/574001/potongan-kaki-di-tpa-mojorejo-bukan-korban-mutilasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/11/340/574001/potongan-kaki-di-tpa-mojorejo-bukan-korban-mutilasi</guid><pubDate>Sabtu 11 Februari 2012 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Septyantoro Aji Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/11/340/574001/CKiiOTTvEi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Potongan kaki yang ditemukan di TPA (Foto: Septyantoro/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/11/340/574001/CKiiOTTvEi.jpg</image><title>Potongan kaki yang ditemukan di TPA (Foto: Septyantoro/Sindo TV)</title></images><description>SOLO- Potongan kaki yang ditemukan di TPA Mojorejo Sukoharjo pada Jumat 10 Februari kemarin dipastikan bukan mutilasi. Hasil penyelidikan aparat Kepolisian adalah potongan kaki hasil amputasi pasien rumah sakit di Sukoharjo.Kapolsek Bendosari, AKP Priyono, mengatakan potongan kaki tersebut&amp;nbsp; adalah milik seorang penyandang cacat polio, Sabtu (11/2/2012).Priyono menjelaskan, dua hari sebelum ditemukan seorang warga papua bernama Theofilus penyandang kelainan kaki sengaja datang di Rumah Sakit Karimah Kartasura untuk melakukan amputasi karena menderita polio.Setelah diamputasi, potongan kaki tersebut diserahkan kembali kepada pasien. Karena jauh dari tempat tinggal dan tidak ada saudara di jawa, akhirnya kaki tersebut dibuang di tempat sampah.Priyono menyatakan hal tersebut tidak masuk dalam tindak pidana meski demikian ia mengimbau bagi warga yang melakukan amputasi bagian tubuh agar merawat secara tepat yakni dikuburkan. Hal tersebut untuk menghindari pertanyaan masyarakat.Sementara itu temuan potongan kaki di TPA Mojorejo membuat risih para penghuni di TPA seperti Sri Lasiyem. Meski setiap hari bergelut dengan sampah dirinya&amp;nbsp; mengaku risih dan ngeri dengan kejadian ini. Dia berharap agar hal tersebut tak terulang lagi.</description><content:encoded>SOLO- Potongan kaki yang ditemukan di TPA Mojorejo Sukoharjo pada Jumat 10 Februari kemarin dipastikan bukan mutilasi. Hasil penyelidikan aparat Kepolisian adalah potongan kaki hasil amputasi pasien rumah sakit di Sukoharjo.Kapolsek Bendosari, AKP Priyono, mengatakan potongan kaki tersebut&amp;nbsp; adalah milik seorang penyandang cacat polio, Sabtu (11/2/2012).Priyono menjelaskan, dua hari sebelum ditemukan seorang warga papua bernama Theofilus penyandang kelainan kaki sengaja datang di Rumah Sakit Karimah Kartasura untuk melakukan amputasi karena menderita polio.Setelah diamputasi, potongan kaki tersebut diserahkan kembali kepada pasien. Karena jauh dari tempat tinggal dan tidak ada saudara di jawa, akhirnya kaki tersebut dibuang di tempat sampah.Priyono menyatakan hal tersebut tidak masuk dalam tindak pidana meski demikian ia mengimbau bagi warga yang melakukan amputasi bagian tubuh agar merawat secara tepat yakni dikuburkan. Hal tersebut untuk menghindari pertanyaan masyarakat.Sementara itu temuan potongan kaki di TPA Mojorejo membuat risih para penghuni di TPA seperti Sri Lasiyem. Meski setiap hari bergelut dengan sampah dirinya&amp;nbsp; mengaku risih dan ngeri dengan kejadian ini. Dia berharap agar hal tersebut tak terulang lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
