<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi Mesuryak, Melempar Uang untuk Antar Arwah ke Surga</title><description>Sepuluh hari pasca-Hari Raya Kuningan, warga Desa Bongan Kabupaten  Tabanan, Bali, menggelar tradisi unik. Mereka melempar uang ke udara  sebagai simbol mengantarkan arwah leluhur mereka kembali ke surga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/11/340/574012/tradisi-mesuryak-melempar-uang-untuk-antar-arwah-ke-surga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/11/340/574012/tradisi-mesuryak-melempar-uang-untuk-antar-arwah-ke-surga"/><item><title>Tradisi Mesuryak, Melempar Uang untuk Antar Arwah ke Surga</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/11/340/574012/tradisi-mesuryak-melempar-uang-untuk-antar-arwah-ke-surga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/11/340/574012/tradisi-mesuryak-melempar-uang-untuk-antar-arwah-ke-surga</guid><pubDate>Sabtu 11 Februari 2012 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/11/340/574012/Tl9qHAzev0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi melempar uang seusai Hari Raya Kuningan (Foto: Rohmat/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/11/340/574012/Tl9qHAzev0.jpg</image><title>Tradisi melempar uang seusai Hari Raya Kuningan (Foto: Rohmat/Okezone)</title></images><description>TABANAN - Sepuluh hari pasca-Hari Raya Kuningan, warga Desa Bongan Kabupaten Tabanan, Bali, menggelar tradisi unik. Mereka melempar uang ke udara sebagai simbol mengantarkan arwah leluhur mereka kembali ke surga.Bagi warga Banjar Bongan Jawa, tradisi yang populer disebut  &quot;mesuryak&quot; itu  hampir tak pernah dilewatkan.&quot;Kami tidak pernah meninggalkan tradisi ini sebab kami tidak ingin mendapat bala atau musibah,&quot; ujar kepala lingkungan banjar Pakraman Bongan Gede I Made Wardana kepada wartawan, Sabtu (11/2/2012).Tradisi yang dimaksudkan sebagai bentuk persembahan kepada leluhur kembali ke alam baka.  Setelah arwah leluhur turun ke dunia pada hari Galungan, kini mereka diantar kembali ke surga pada saat Hari Raya Kuningan.Arwah leluhur yang akan kembali ke alam nirwana itu, oleh keturunannya yang masih hidup, perlu dibekali agar selalu dilindungi Sang Hyang Widhi Wasa.  Usai bersembahyang, sejak pagi warga tua muda mulai berkumpul di depan rumah mereka yang akan menggelar tradisi unik tersebut.Kata &amp;ldquo;mesuryak&amp;rdquo; sendiri berarti bersorak. Dimana seluruh warga desa bersuka cita saat mengikuti tradisi melempar uang ke udara depan rumah dan diperbutkan beramai-ramai.Tradisi ini juga sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas rezeki yang dilimpahkan. &quot;Warga percaya, jika tradisi ini tetap ada di setiap perayaan Kuningan maka para leluhur  akan tersenyum di alam sana,&quot; ujar Made Doni, seorang warga.Sementara itu, uang yang dilempar ke udara terdiri dari pecahan koin Rp500, lembaran Rp1000, Rp5 ribu hingga Rp20 ribu bahkan hingga Rp50 ribu atau Rp100 ribu. Meski harus  berdesak-desakan bahkan adu otot namun tidak sampai menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Semua menyambut dengan keriangan, jadi tidak ada sakit hati atau dendam diantara warga kendati tak jarang mereka harus terjatuh saat berebut uang di udara.</description><content:encoded>TABANAN - Sepuluh hari pasca-Hari Raya Kuningan, warga Desa Bongan Kabupaten Tabanan, Bali, menggelar tradisi unik. Mereka melempar uang ke udara sebagai simbol mengantarkan arwah leluhur mereka kembali ke surga.Bagi warga Banjar Bongan Jawa, tradisi yang populer disebut  &quot;mesuryak&quot; itu  hampir tak pernah dilewatkan.&quot;Kami tidak pernah meninggalkan tradisi ini sebab kami tidak ingin mendapat bala atau musibah,&quot; ujar kepala lingkungan banjar Pakraman Bongan Gede I Made Wardana kepada wartawan, Sabtu (11/2/2012).Tradisi yang dimaksudkan sebagai bentuk persembahan kepada leluhur kembali ke alam baka.  Setelah arwah leluhur turun ke dunia pada hari Galungan, kini mereka diantar kembali ke surga pada saat Hari Raya Kuningan.Arwah leluhur yang akan kembali ke alam nirwana itu, oleh keturunannya yang masih hidup, perlu dibekali agar selalu dilindungi Sang Hyang Widhi Wasa.  Usai bersembahyang, sejak pagi warga tua muda mulai berkumpul di depan rumah mereka yang akan menggelar tradisi unik tersebut.Kata &amp;ldquo;mesuryak&amp;rdquo; sendiri berarti bersorak. Dimana seluruh warga desa bersuka cita saat mengikuti tradisi melempar uang ke udara depan rumah dan diperbutkan beramai-ramai.Tradisi ini juga sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas rezeki yang dilimpahkan. &quot;Warga percaya, jika tradisi ini tetap ada di setiap perayaan Kuningan maka para leluhur  akan tersenyum di alam sana,&quot; ujar Made Doni, seorang warga.Sementara itu, uang yang dilempar ke udara terdiri dari pecahan koin Rp500, lembaran Rp1000, Rp5 ribu hingga Rp20 ribu bahkan hingga Rp50 ribu atau Rp100 ribu. Meski harus  berdesak-desakan bahkan adu otot namun tidak sampai menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Semua menyambut dengan keriangan, jadi tidak ada sakit hati atau dendam diantara warga kendati tak jarang mereka harus terjatuh saat berebut uang di udara.</content:encoded></item></channel></rss>
