<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;FPI Harus Dibina Bukan Dibekukan&quot;</title><description>Psikolog sosial dari  Universitas Airlangga, Bagus Ani Putra melihat  adanya upaya  untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap organisasi  massa Front  Pembela Islam (FPI). </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/15/339/575894/fpi-harus-dibina-bukan-dibekukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/15/339/575894/fpi-harus-dibina-bukan-dibekukan"/><item><title>&quot;FPI Harus Dibina Bukan Dibekukan&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/15/339/575894/fpi-harus-dibina-bukan-dibekukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/15/339/575894/fpi-harus-dibina-bukan-dibekukan</guid><pubDate>Rabu 15 Februari 2012 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/15/339/575894/GryygqjQHn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/15/339/575894/GryygqjQHn.jpg</image><title>Foto: Dok Okezone</title></images><description>JAKARTA - Psikolog sosial dari  Universitas Airlangga, Bagus Ani Putra melihat adanya upaya  untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap organisasi massa Front  Pembela Islam (FPI).&quot;Dari sudut pandang politis, ini pembunuhan  karakter karena tidak suka dengan FPI,&quot; ujar Bagus kepada okezone,  Selasa (15/2/2012).Selain itu, sambung dia, ada pula upaya  untuk membenturkan konflik horizontal di masyarakat oleh pihak-pihak  yang tidak bertanggungjawab. &quot;Kalau sudah seperti ini maka negara akan chaos sehingga muncul akumulasi kekecewaan dan tindakan anarkis yang  merupakan penumpukan dari berbagai masalah,&quot; tuturnya.Menurut  Bagus, dalam kasus FPI ini pemerintah dinilai tidak tegas dalam  penegakan hukum. &quot;Sistemnya sudah jelas mengatur, yang melanggar hukum  maka harus  mempertanggungjawabkan perbuatanya,&quot; katanya.Kendati demikian,  Bagus tidak sepakat jika FPI dibubarkan melainkan harus dibina. &quot;FPI  dibina bukan dibekukan, sebagai shock terapi. Dibina oleh Kementrian  Agama dan Kementrian Dalam Negeri. Pembinaanya seperti apa itu dibahas  oleh mereka nantinya,&quot; tuturnya.Namun yang pasti, lanjut  Bagus, pimpinan FPI terlebih dahulu yang harus didekati baru kepada  anggota FPI lainnya. &quot;Pembinaan harus melibatkan pimpinan FPI. Selama  pemimpin masih radikal tetap akan radikal anggotanya. Jadi sebagai tokoh  kunci pimpinan FPI harus dipegang dulu,&quot; tutupnya. (sus) </description><content:encoded>JAKARTA - Psikolog sosial dari  Universitas Airlangga, Bagus Ani Putra melihat adanya upaya  untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap organisasi massa Front  Pembela Islam (FPI).&quot;Dari sudut pandang politis, ini pembunuhan  karakter karena tidak suka dengan FPI,&quot; ujar Bagus kepada okezone,  Selasa (15/2/2012).Selain itu, sambung dia, ada pula upaya  untuk membenturkan konflik horizontal di masyarakat oleh pihak-pihak  yang tidak bertanggungjawab. &quot;Kalau sudah seperti ini maka negara akan chaos sehingga muncul akumulasi kekecewaan dan tindakan anarkis yang  merupakan penumpukan dari berbagai masalah,&quot; tuturnya.Menurut  Bagus, dalam kasus FPI ini pemerintah dinilai tidak tegas dalam  penegakan hukum. &quot;Sistemnya sudah jelas mengatur, yang melanggar hukum  maka harus  mempertanggungjawabkan perbuatanya,&quot; katanya.Kendati demikian,  Bagus tidak sepakat jika FPI dibubarkan melainkan harus dibina. &quot;FPI  dibina bukan dibekukan, sebagai shock terapi. Dibina oleh Kementrian  Agama dan Kementrian Dalam Negeri. Pembinaanya seperti apa itu dibahas  oleh mereka nantinya,&quot; tuturnya.Namun yang pasti, lanjut  Bagus, pimpinan FPI terlebih dahulu yang harus didekati baru kepada  anggota FPI lainnya. &quot;Pembinaan harus melibatkan pimpinan FPI. Selama  pemimpin masih radikal tetap akan radikal anggotanya. Jadi sebagai tokoh  kunci pimpinan FPI harus dipegang dulu,&quot; tutupnya. (sus) </content:encoded></item></channel></rss>
