<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perwakilan OPM Sambangi Mabes Polri</title><description>Tim 12 yang merupakan Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua  Merdeka (TPN-OPM) mendatangi Mabes Polri untuk menyatakan sikap bahwa  OPM tetap menjadi bagian dari NKRI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/17/337/577761/perwakilan-opm-sambangi-mabes-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/17/337/577761/perwakilan-opm-sambangi-mabes-polri"/><item><title>Perwakilan OPM Sambangi Mabes Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/17/337/577761/perwakilan-opm-sambangi-mabes-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/17/337/577761/perwakilan-opm-sambangi-mabes-polri</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2012 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/17/337/577761/kwOZonia92.jpg" expression="full" type="image/jpeg">John Remadey (Foto: Fiddy/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/17/337/577761/kwOZonia92.jpg</image><title>John Remadey (Foto: Fiddy/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim 12 yang merupakan Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) mendatangi Mabes Polri untuk menyatakan sikap bahwa OPM tetap menjadi bagian dari NKRI.Turut serta dalam Tim 12, panglima perang TPN OPM Alex Mebri. &quot;Sasaran kami bertemu presiden yang sudah terprogram. Sementara ini kami telah bertemu Panglima TNI,  dan kemari, sebentar dengan Pak Kapolri, selanjutnya satu-dua hari ini kami diterima Presiden,&quot; ungkap Ketua Tim 12 John Remadey,  di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/2/2012).Maksud utama kedatangannya ke Jakarta, kata John, adalah menyerahkan pernyataan sikap kepada Presiden untuk masuk bingkai NKRI serta ikut mengawal dan mengawasi pembangunan bangsa. Puncak pernyataan sikap akan digelar pada 20 Februari di pelataran parkir Wisma Cendrawasih dalam acara yaitu kirab revolusi merah putih.&quot;Sekarang panglimanya datang menyatakan sesuatu agar terjadi pemulihan, pembangunan bisa terjadi, investor bisa masuk, caranya seperti demikian,&quot; lanjutnya.Tim juga membawa sebuah lukisan berukuran 1,5 x 1 meter yang bergambar  Panglima Tinggi TPN/OPM Alex Membri dengan gambar Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) sedang mengangkan jempol kanan di atas sebuah perahu bersama Panglima TPN-OPM Alex Mebri.Di pojok kanan atas lukisan berbingkai emas tersebut bertuliskan sebuah pernyataan, yakni 'Doa Anak Negeri Indonesia'. Ibu pertiwi..! Jangan biarkan negeri ku Papua dan Tanah Air ku...Indonesia terus menangi...kan ku kawal... Kubela... Kubangun...Tanah air ku..INDONESIA!!!&quot;Semoga ada solusi terbaik dari republik kita,&quot; terang Alex Mebri. Alex menegaskan bahwa TPN/OPM tetap merupakan bagian dari NKRI, tapi pihaknya tidak bisa dipisahkan dari persoalan di Papua yang belakangan terjadi.&quot;OPM itu organisasi papua merdeka, ini secara nasional sudah diberdirikan semua sudah tahu. Ada yang mengatakan OPM dibubarkan, OPM dibubarkan itu tidak bisa. Makanya kita cari solusi yang terbaik antara kita dengan republik itu bagaimana. Jadi kami sudah ada pemerintahan ada hukum internasional,&quot; kata Alex.Dengan menggunakan aksesoris kepala khas Papua, puluhan orang masuk ke ruang Kapolri untuk menyerahkan lukisan dan menyatakan sikap tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim 12 yang merupakan Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) mendatangi Mabes Polri untuk menyatakan sikap bahwa OPM tetap menjadi bagian dari NKRI.Turut serta dalam Tim 12, panglima perang TPN OPM Alex Mebri. &quot;Sasaran kami bertemu presiden yang sudah terprogram. Sementara ini kami telah bertemu Panglima TNI,  dan kemari, sebentar dengan Pak Kapolri, selanjutnya satu-dua hari ini kami diterima Presiden,&quot; ungkap Ketua Tim 12 John Remadey,  di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/2/2012).Maksud utama kedatangannya ke Jakarta, kata John, adalah menyerahkan pernyataan sikap kepada Presiden untuk masuk bingkai NKRI serta ikut mengawal dan mengawasi pembangunan bangsa. Puncak pernyataan sikap akan digelar pada 20 Februari di pelataran parkir Wisma Cendrawasih dalam acara yaitu kirab revolusi merah putih.&quot;Sekarang panglimanya datang menyatakan sesuatu agar terjadi pemulihan, pembangunan bisa terjadi, investor bisa masuk, caranya seperti demikian,&quot; lanjutnya.Tim juga membawa sebuah lukisan berukuran 1,5 x 1 meter yang bergambar  Panglima Tinggi TPN/OPM Alex Membri dengan gambar Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) sedang mengangkan jempol kanan di atas sebuah perahu bersama Panglima TPN-OPM Alex Mebri.Di pojok kanan atas lukisan berbingkai emas tersebut bertuliskan sebuah pernyataan, yakni 'Doa Anak Negeri Indonesia'. Ibu pertiwi..! Jangan biarkan negeri ku Papua dan Tanah Air ku...Indonesia terus menangi...kan ku kawal... Kubela... Kubangun...Tanah air ku..INDONESIA!!!&quot;Semoga ada solusi terbaik dari republik kita,&quot; terang Alex Mebri. Alex menegaskan bahwa TPN/OPM tetap merupakan bagian dari NKRI, tapi pihaknya tidak bisa dipisahkan dari persoalan di Papua yang belakangan terjadi.&quot;OPM itu organisasi papua merdeka, ini secara nasional sudah diberdirikan semua sudah tahu. Ada yang mengatakan OPM dibubarkan, OPM dibubarkan itu tidak bisa. Makanya kita cari solusi yang terbaik antara kita dengan republik itu bagaimana. Jadi kami sudah ada pemerintahan ada hukum internasional,&quot; kata Alex.Dengan menggunakan aksesoris kepala khas Papua, puluhan orang masuk ke ruang Kapolri untuk menyerahkan lukisan dan menyatakan sikap tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
