<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Tentara GAM Kumpul Bahas Pembentukan Partai Lokal Baru</title><description>Mereka mengaku kecewa dengan Partai Aceh sehingga perlu membentuk parpol  lokal baru yang lebih demokratis, selambat-lambatnya sebelum  pelaksanaan Pilkada 9 April 2012.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/17/340/577265/eks-tentara-gam-kumpul-bahas-pembentukan-partai-lokal-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/17/340/577265/eks-tentara-gam-kumpul-bahas-pembentukan-partai-lokal-baru"/><item><title>Eks Tentara GAM Kumpul Bahas Pembentukan Partai Lokal Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/17/340/577265/eks-tentara-gam-kumpul-bahas-pembentukan-partai-lokal-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/17/340/577265/eks-tentara-gam-kumpul-bahas-pembentukan-partai-lokal-baru</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2012 02:03 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/16/340/577265/kzpJeTIPNx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/16/340/577265/kzpJeTIPNx.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>BANDA ACEH - Ratusan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melakukan rapat konsolidasi tertutup di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, untuk percepatan pembentukan partai politik lokal baru di provinsi itu.Sebanyak 12 mantan panglima GAM beserta ratusan bekas panglima panglima sagoe (pemimpin rayon militer dalam struktur GAM), panglima muda serta eks tentara GAM dari seluruh Aceh ini hadir dalam rapat, Kamis (16/2/2012).Mereka mengaku kecewa dengan Partai Aceh sehingga perlu membentuk parpol lokal baru yang lebih demokratis, selambat-lambatnya sebelum pelaksanaan Pilkada 9 April 2012. Partai lokal yang juga dilahirkan oleh GAM itu dinilai sudah mulai melenceng dari semangat perjuangan untuk mensejahterakan rakyat dan mulai menjadi partai eksklusif serta tidak menjunjung demokrasi lagi dalam pengambilan keputusan.&quot;Kami perlu membuat satu partai politik baru sebagai wadah menampung aspirasi kami dan seluruh rakyat Aceh. Partai ini nanti milik masyarakat Aceh,&quot; kata panitia pembentukan partai, Sofyan Dawod.Mantan panglima GAM wilayah Pase (Aceh Utara) yang juga bekas juru bicara GAM itu menyatakan, mereka perlu membentuk partai baru karena partai Aceh yang pernah dibesarkannya sudah tidak bisa diharapkan lagi.&quot;Partai Aceh itu seperti milik tiga orang saja, apa yang dikatakan mereka harus dijalankan. Padahal ini sudah bukan masa perang lagi, ini masa damai yang kita semua harus menjunjung tinggi demokrasi. Oke kita patuh pada atasan kalau itu untuk kebaikan, kalau hanya untuk kepentingan pribadi para petinggi tetap harus kita lawan,&quot; sesalnya.Dia mengatakan partai ini tinggal mendaftar saja ke Kemenkum HAM. Nama, Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga sudah disiapkan jauh hari.&quot;Nama ada waktunya kita umumkan nanti. Kita berharap Pemilu 2014 kita bisa ikut dan ingin menguasai parlemen, kita ingin menjadi contoh bagi partai lain,&quot; ujar dia.Selain membentuk partai, para eks kombatan GAM tersebut juga menyatakan siap mendukung pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan dalam Pilkada nanti.&quot;Kami siap melawan segala bentuk intimidasi, teror yang ingin memenangkan satu pasangan kandidat,&quot; kata eks panglima GAM wilayah Aceh Besar, Muharram Idris.Sementara itu, Irwandi Yusuf yang juga mantan Gubernur Aceh mengatakan, dukungan dari mantan kombatan GAM ini merupakan dukungan dalam bentuk pengusungan terhadap dirinya. Menurutnya, salah satu yang membuat dirinya maju karena desakan dari mantan-mantan pejuang GAM yang menginginkan Aceh makmur dan sejahtera.Dalam pertemuan itu ikut hadir sejumlah mantan panglima GAM yang diberhentikan oleh petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA), wadah GAM setelah damai. Mereka dinilai berkhianat karena tidak sepakat dengan petinggi Partai Aceh yang mengusung Zaini Abdullah-Muzakir Manaf sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh.Mereka adalah eks panglima GAM, Sabang, Ayah Merin, panglima GAM Mueruhom Daya (Aceh Jaya), Alex alias Bahtiar, panglima GAM Aceh Selatan, Abrar Muda, panglima GAM Aceh Singkil, Nurdin, GAM wilayah Alas, Win Kaka, panglima GAM Gayo Lues, Panji, panglima GAM Linge/Aceh Tengah, Aman Begi, panglima GAM Bener Meriah, Ramdana, panglima GAM Aceh Tamiang, Helmi dan panglima GAM wilayah Peurlak (Aceh Timur), Abu Sanusi.</description><content:encoded>BANDA ACEH - Ratusan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melakukan rapat konsolidasi tertutup di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, untuk percepatan pembentukan partai politik lokal baru di provinsi itu.Sebanyak 12 mantan panglima GAM beserta ratusan bekas panglima panglima sagoe (pemimpin rayon militer dalam struktur GAM), panglima muda serta eks tentara GAM dari seluruh Aceh ini hadir dalam rapat, Kamis (16/2/2012).Mereka mengaku kecewa dengan Partai Aceh sehingga perlu membentuk parpol lokal baru yang lebih demokratis, selambat-lambatnya sebelum pelaksanaan Pilkada 9 April 2012. Partai lokal yang juga dilahirkan oleh GAM itu dinilai sudah mulai melenceng dari semangat perjuangan untuk mensejahterakan rakyat dan mulai menjadi partai eksklusif serta tidak menjunjung demokrasi lagi dalam pengambilan keputusan.&quot;Kami perlu membuat satu partai politik baru sebagai wadah menampung aspirasi kami dan seluruh rakyat Aceh. Partai ini nanti milik masyarakat Aceh,&quot; kata panitia pembentukan partai, Sofyan Dawod.Mantan panglima GAM wilayah Pase (Aceh Utara) yang juga bekas juru bicara GAM itu menyatakan, mereka perlu membentuk partai baru karena partai Aceh yang pernah dibesarkannya sudah tidak bisa diharapkan lagi.&quot;Partai Aceh itu seperti milik tiga orang saja, apa yang dikatakan mereka harus dijalankan. Padahal ini sudah bukan masa perang lagi, ini masa damai yang kita semua harus menjunjung tinggi demokrasi. Oke kita patuh pada atasan kalau itu untuk kebaikan, kalau hanya untuk kepentingan pribadi para petinggi tetap harus kita lawan,&quot; sesalnya.Dia mengatakan partai ini tinggal mendaftar saja ke Kemenkum HAM. Nama, Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga sudah disiapkan jauh hari.&quot;Nama ada waktunya kita umumkan nanti. Kita berharap Pemilu 2014 kita bisa ikut dan ingin menguasai parlemen, kita ingin menjadi contoh bagi partai lain,&quot; ujar dia.Selain membentuk partai, para eks kombatan GAM tersebut juga menyatakan siap mendukung pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan dalam Pilkada nanti.&quot;Kami siap melawan segala bentuk intimidasi, teror yang ingin memenangkan satu pasangan kandidat,&quot; kata eks panglima GAM wilayah Aceh Besar, Muharram Idris.Sementara itu, Irwandi Yusuf yang juga mantan Gubernur Aceh mengatakan, dukungan dari mantan kombatan GAM ini merupakan dukungan dalam bentuk pengusungan terhadap dirinya. Menurutnya, salah satu yang membuat dirinya maju karena desakan dari mantan-mantan pejuang GAM yang menginginkan Aceh makmur dan sejahtera.Dalam pertemuan itu ikut hadir sejumlah mantan panglima GAM yang diberhentikan oleh petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA), wadah GAM setelah damai. Mereka dinilai berkhianat karena tidak sepakat dengan petinggi Partai Aceh yang mengusung Zaini Abdullah-Muzakir Manaf sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh.Mereka adalah eks panglima GAM, Sabang, Ayah Merin, panglima GAM Mueruhom Daya (Aceh Jaya), Alex alias Bahtiar, panglima GAM Aceh Selatan, Abrar Muda, panglima GAM Aceh Singkil, Nurdin, GAM wilayah Alas, Win Kaka, panglima GAM Gayo Lues, Panji, panglima GAM Linge/Aceh Tengah, Aman Begi, panglima GAM Bener Meriah, Ramdana, panglima GAM Aceh Tamiang, Helmi dan panglima GAM wilayah Peurlak (Aceh Timur), Abu Sanusi.</content:encoded></item></channel></rss>
