<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Identitas 1 Korban Mujianto Masih Misterius</title><description>Identitas satu korban pembunuhan berantai masih misterius. Mujianto pun mengaku tidak mengetahui asal usul pria tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/17/340/577375/identitas-1-korban-mujianto-masih-misterius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/17/340/577375/identitas-1-korban-mujianto-masih-misterius"/><item><title>Identitas 1 Korban Mujianto Masih Misterius</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/17/340/577375/identitas-1-korban-mujianto-masih-misterius</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/17/340/577375/identitas-1-korban-mujianto-masih-misterius</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2012 09:22 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/17/340/577375/OhVh1yPIhX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mujianto di Mapolres Nganjuk (Dok: Sindo TV/Mukhtar Bagus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/17/340/577375/OhVh1yPIhX.jpg</image><title>Mujianto di Mapolres Nganjuk (Dok: Sindo TV/Mukhtar Bagus)</title></images><description>NGANJUK - Tak hanya memeriksa Mujianto dan saksi-saksi lain, jajaran Polres Nganjuk Jawa Timur, juga disibukkan mengungkap identitas Mr X, salah satu korban pembunuhan berantai oleh Mujianto. Polisi menyebar foto Mr X di tempat-tempat umum. Tidak ada identitas melekat pada tubuh korban kecuali sebuah karcis kereta api. Dari tiket tersebut ada kemungkinan korban berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.Sejak tiga hari terakhir polisi juga dikerahkan ke tempat-tempat umum untuk menyebarkan foto Mr X yang kini jenazahnya sudah dimakamkan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambon.Mujianto alias Mentok alias Gentong sebelumnya mengaku sudah meracuni 15 orang dari berbagai daerah. Polisi masih mendalami pengakuan tersebut, yang jelas saat ini sudah empat orang yang dipastikan tewas dan dua selamat.Dari empat korban tewas, satu belum diketahui identitasnya. Satu korban baru diketahui yakni Sudarno warga Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Identitas diketahui setelah istri korban dua hari lalu mendatangi Mapolres Nganjuk.Mujianto sendiri mengaku tidak mengenal nama serta alamat Mr X. Hanya beberapa kali dia mendengar kekasih yang juga majikannya, Mr J, memanggil korban dengan sapaan &amp;lsquo;Yang&amp;rsquo; atau PN.Mujianto mengaku membunuh PN karena cemburu Mr J memanggil korban dengan 'Yang'. Mujianto hanya menduga Mr X berasal dari Kabupaten Ngawi.Sementara Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Suseno mengatakan pihaknya belum yakin Mr X asal Ngawi. Sebab di saku celana korban, polisi mendapati tiket kereta api dari Pekalongan tujuan Nganjuk.Untuk itu, polisi mengimbau pada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya yang mirip dengan foto ini segera melapor ke Mapolres Nganjuk.</description><content:encoded>NGANJUK - Tak hanya memeriksa Mujianto dan saksi-saksi lain, jajaran Polres Nganjuk Jawa Timur, juga disibukkan mengungkap identitas Mr X, salah satu korban pembunuhan berantai oleh Mujianto. Polisi menyebar foto Mr X di tempat-tempat umum. Tidak ada identitas melekat pada tubuh korban kecuali sebuah karcis kereta api. Dari tiket tersebut ada kemungkinan korban berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.Sejak tiga hari terakhir polisi juga dikerahkan ke tempat-tempat umum untuk menyebarkan foto Mr X yang kini jenazahnya sudah dimakamkan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambon.Mujianto alias Mentok alias Gentong sebelumnya mengaku sudah meracuni 15 orang dari berbagai daerah. Polisi masih mendalami pengakuan tersebut, yang jelas saat ini sudah empat orang yang dipastikan tewas dan dua selamat.Dari empat korban tewas, satu belum diketahui identitasnya. Satu korban baru diketahui yakni Sudarno warga Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Identitas diketahui setelah istri korban dua hari lalu mendatangi Mapolres Nganjuk.Mujianto sendiri mengaku tidak mengenal nama serta alamat Mr X. Hanya beberapa kali dia mendengar kekasih yang juga majikannya, Mr J, memanggil korban dengan sapaan &amp;lsquo;Yang&amp;rsquo; atau PN.Mujianto mengaku membunuh PN karena cemburu Mr J memanggil korban dengan 'Yang'. Mujianto hanya menduga Mr X berasal dari Kabupaten Ngawi.Sementara Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Suseno mengatakan pihaknya belum yakin Mr X asal Ngawi. Sebab di saku celana korban, polisi mendapati tiket kereta api dari Pekalongan tujuan Nganjuk.Untuk itu, polisi mengimbau pada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya yang mirip dengan foto ini segera melapor ke Mapolres Nganjuk.</content:encoded></item></channel></rss>
