<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tabrakan KA 4 Tewas di Sumsel Diduga Akibat Kelalaian</title><description>Diduga ada kelalaian dari operator stasiun di balik kecelakaan yang menewaskan empat orang itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/22/340/580399/tabrakan-ka-4-tewas-di-sumsel-diduga-akibat-kelalaian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/22/340/580399/tabrakan-ka-4-tewas-di-sumsel-diduga-akibat-kelalaian"/><item><title>Tabrakan KA 4 Tewas di Sumsel Diduga Akibat Kelalaian</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/22/340/580399/tabrakan-ka-4-tewas-di-sumsel-diduga-akibat-kelalaian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/22/340/580399/tabrakan-ka-4-tewas-di-sumsel-diduga-akibat-kelalaian</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2012 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Deddy Pranata</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PALEMBANG - Tabrakan Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) di Sumatera Selatan pada Minggu 19 Februari lalu, diduga disebabkan kelalaian operator stasiun.Meski demikian Kadis Perhubungan Sumsel, Sarimuda, mengaku pihaknya masih menunggu hasil resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang kini masih melakukan investigasi.&amp;ldquo;Memang ada dugaan faktor kelalaian operator stasiun, tetapi itu belum pasti. Tunggu hasil investigasi KNKT yang kini masih berada di lapangan,&amp;rdquo; ujar Sarimuda.Sarimuda melalui suratnya No 551.6/01/1/Dishub Kominfo menerangkan kecelakaan KA terjadi pukul 05.50 WIB. KA Babaranjang dari Tarahan, Lampung tujuan Tanjungenim Baru dengan 44 gerbong tidak bermuatan (BBR 36) bertabrakan dengan KA Babaranjang dari Sukacinta Lahat (SCT 2) dengan 16 gerbong.BBR 36 tidak bermuatan, sementara SCT 2  mengangkut batu bara milik PT Batu Bara Alam Utama menuju Stasiun Kertapati, Palembang.Lokasi kecelakaan terjadi pada lintas Prabumulih-Muaraenim, tepatnya antara Stasiun Penimur (KM 333+4322) yang berada di wilayah Prabumulih dan Stasiun Niru (KM 334+254) pada wilayah Muaraenim.Akibat kecelakaan itu, tiga lokomotif dan beberapa gerbong rusak berat dan jalur KA tujuan Lubuklinggau dan Tanjungenim terganggu hampir 24 jam.&amp;ldquo;Korban tabrakan sudah jelas dan disebutkan di media, yakni empat orang meninggal dan dua orang mengalami luka-luka,&amp;rdquo; jelas Sarimuda.Untuk mencegah agar musibah ini tidak terulang, Sarimuda mendesak PT KA Divre III Sumsel mempercepat proyek pembangunan rel ganda dari Muaraenim-Prabumulih dan Kertapati. Pembangunan paling lambat selesai pada 2014.&amp;ldquo;Jika double track sudah selesai dibangun, kecelakaan kereta api dapat diminimalisir bahkan tidak akan ada lagi tabrakan adu kambing,&amp;rdquo;harapnya.</description><content:encoded>PALEMBANG - Tabrakan Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) di Sumatera Selatan pada Minggu 19 Februari lalu, diduga disebabkan kelalaian operator stasiun.Meski demikian Kadis Perhubungan Sumsel, Sarimuda, mengaku pihaknya masih menunggu hasil resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang kini masih melakukan investigasi.&amp;ldquo;Memang ada dugaan faktor kelalaian operator stasiun, tetapi itu belum pasti. Tunggu hasil investigasi KNKT yang kini masih berada di lapangan,&amp;rdquo; ujar Sarimuda.Sarimuda melalui suratnya No 551.6/01/1/Dishub Kominfo menerangkan kecelakaan KA terjadi pukul 05.50 WIB. KA Babaranjang dari Tarahan, Lampung tujuan Tanjungenim Baru dengan 44 gerbong tidak bermuatan (BBR 36) bertabrakan dengan KA Babaranjang dari Sukacinta Lahat (SCT 2) dengan 16 gerbong.BBR 36 tidak bermuatan, sementara SCT 2  mengangkut batu bara milik PT Batu Bara Alam Utama menuju Stasiun Kertapati, Palembang.Lokasi kecelakaan terjadi pada lintas Prabumulih-Muaraenim, tepatnya antara Stasiun Penimur (KM 333+4322) yang berada di wilayah Prabumulih dan Stasiun Niru (KM 334+254) pada wilayah Muaraenim.Akibat kecelakaan itu, tiga lokomotif dan beberapa gerbong rusak berat dan jalur KA tujuan Lubuklinggau dan Tanjungenim terganggu hampir 24 jam.&amp;ldquo;Korban tabrakan sudah jelas dan disebutkan di media, yakni empat orang meninggal dan dua orang mengalami luka-luka,&amp;rdquo; jelas Sarimuda.Untuk mencegah agar musibah ini tidak terulang, Sarimuda mendesak PT KA Divre III Sumsel mempercepat proyek pembangunan rel ganda dari Muaraenim-Prabumulih dan Kertapati. Pembangunan paling lambat selesai pada 2014.&amp;ldquo;Jika double track sudah selesai dibangun, kecelakaan kereta api dapat diminimalisir bahkan tidak akan ada lagi tabrakan adu kambing,&amp;rdquo;harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
