<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Bandang di Sumbar, Jembatan dan Jalan Terputus</title><description>Warga Nagari Bukik Macang, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman Timur,  Sumatera Barat yang terkena banjir bandang sampai saat ini masih  mengungsi di daerah perbukitan</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/22/340/580785/banjir-bandang-di-sumbar-jembatan-dan-jalan-terputus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/22/340/580785/banjir-bandang-di-sumbar-jembatan-dan-jalan-terputus"/><item><title>Banjir Bandang di Sumbar, Jembatan dan Jalan Terputus</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/22/340/580785/banjir-bandang-di-sumbar-jembatan-dan-jalan-terputus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/22/340/580785/banjir-bandang-di-sumbar-jembatan-dan-jalan-terputus</guid><pubDate>Rabu 22 Februari 2012 22:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/22/340/580785/XRYtn7OL3g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (dok okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/22/340/580785/XRYtn7OL3g.jpg</image><title>Foto: (dok okezone)</title></images><description>PADANG - Warga Nagari Bukik Macang, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat yang terkena banjir bandang sampai saat ini masih mengungsi di daerah perbukitan.Menurut Humas Pemerintah Kabupaten Pasaman, Budi Hermawan, kondisi warga saat ini mencekam. Hal itu karena rumah dan kendaraan roda dua tersapu banjir bandang besar pada Rabu (22/2/2012) sekira pukul 18.00 WIB.&amp;ldquo;Kini kita di lokasi, banyak warga yang mengungsi di perbukitan, mereka cemas, banjir bandang ini akibat curah hujan pukul 14.00 WIB,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi okezone, (22/2/2012).Kata Budi, warga mulai banyak yang melapor kehilangan anggota keluarganya, namun pihaknya belum mengetahui secara persis jumlah korban karena tim saat ini tengah melakukan identifikasi. Melihat peristiwa tersebut, Bupati Pasaman Timur, Benny Utama terjun langsung ke lokasi kejadian.&amp;ldquo;Bapak Bupati Pasaman, Benny Utama juga memantau kondisi di lapangan,&amp;rdquo; tambahnya.Lanjut Budi, Bupati juga meminta pihak Pekerjaan Umum untuk mengerahkan alat berat karena jalan dan jembatan putus. &amp;ldquo;Kita mengalami kesulitan menuju lokasi,&amp;rdquo; ungkapnya.Sementara kondisi saat ini mencekam dengan kondisi lampu mati dan suara gemuruh air yang kencang. Kini juga warga mengungsi di sekolah SMP dan SD tertinggi dan beberapa daerah perbukitan lainnya. (sus) </description><content:encoded>PADANG - Warga Nagari Bukik Macang, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat yang terkena banjir bandang sampai saat ini masih mengungsi di daerah perbukitan.Menurut Humas Pemerintah Kabupaten Pasaman, Budi Hermawan, kondisi warga saat ini mencekam. Hal itu karena rumah dan kendaraan roda dua tersapu banjir bandang besar pada Rabu (22/2/2012) sekira pukul 18.00 WIB.&amp;ldquo;Kini kita di lokasi, banyak warga yang mengungsi di perbukitan, mereka cemas, banjir bandang ini akibat curah hujan pukul 14.00 WIB,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi okezone, (22/2/2012).Kata Budi, warga mulai banyak yang melapor kehilangan anggota keluarganya, namun pihaknya belum mengetahui secara persis jumlah korban karena tim saat ini tengah melakukan identifikasi. Melihat peristiwa tersebut, Bupati Pasaman Timur, Benny Utama terjun langsung ke lokasi kejadian.&amp;ldquo;Bapak Bupati Pasaman, Benny Utama juga memantau kondisi di lapangan,&amp;rdquo; tambahnya.Lanjut Budi, Bupati juga meminta pihak Pekerjaan Umum untuk mengerahkan alat berat karena jalan dan jembatan putus. &amp;ldquo;Kita mengalami kesulitan menuju lokasi,&amp;rdquo; ungkapnya.Sementara kondisi saat ini mencekam dengan kondisi lampu mati dan suara gemuruh air yang kencang. Kini juga warga mengungsi di sekolah SMP dan SD tertinggi dan beberapa daerah perbukitan lainnya. (sus) </content:encoded></item></channel></rss>
