<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri-Kemenlu Akan Koordinasi Usut JAT </title><description>Informasi yang dikeluarkan oleh Depertamen Luar Negeri Amerika Serikat  (AS) menyebut, jamaah yang didirikan Abu Bakar Ba'asyir masuk dalam  daftar organisasi teroris asing (FTO).</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/24/337/582053/polri-kemenlu-akan-koordinasi-usut-jat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/24/337/582053/polri-kemenlu-akan-koordinasi-usut-jat"/><item><title>Polri-Kemenlu Akan Koordinasi Usut JAT </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/24/337/582053/polri-kemenlu-akan-koordinasi-usut-jat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/24/337/582053/polri-kemenlu-akan-koordinasi-usut-jat</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2012 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/24/337/582053/zLbwwxWQQz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pimpinan JAT Abu Bakar Ba'asyir (foto:okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/24/337/582053/zLbwwxWQQz.jpg</image><title>Pimpinan JAT Abu Bakar Ba'asyir (foto:okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar  Negeri (Kemenlu) untuk menelusuri kaitan keterlibatan Jamaah Anshorut  Tauhid (JAT) yang didirikan Abu Bakar Ba&amp;rsquo;asyir seperti yang dituduhkan  pemerintah Amerika Serikat.  Informasi yang dikeluarkan oleh Depertamen Luar Negeri Amerika Serikat  (AS) menyebut, jamaah yang didirikan Abu Bakar Ba'asyir masuk dalam  daftar organisasi teroris asing (FTO).   &quot;Kita akan kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendapatkan  informasi yang lebih valid,&quot; ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes  Polri, Boy Rafli Amar dalam konferensi pers di gedung Humas Mabes Polri,  Jakarta, Jumat (24/2/2012).  Karena itu, kata Boy, polisi berjanji akan terus menyelidiki terkait  tiga orang pimpinan JAT yakni Ketua sementara Emir Mochammad Achwan,  juru bicara Son Hadi bin Muhadjir dan seorang sesepuh JAT Abdul Rosyid  Ridho Ba'asyir juga dimasukkan dalam daftar teroris perorangan.  Ketiganya diduga terlibat dalam kegiatan perekrutan dan penggalangan  dana.  &quot;Nanti kita lihat, kita terus akan melakukan langkah-langkah  penyelidikan atas dugaan kelompok-kelompok yang dinilai aktif melakukan  gerakan-gerakan aksi teror,&quot; simpulnya.   Namun, hingga kini informasi pasti dari Kementerian Luar Negeri,  diakuinya masih belum didapatkan secara langsung. &quot;Itulah mengapa harus  kita koordinasikan dengan kementrian luar negeri,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar  Negeri (Kemenlu) untuk menelusuri kaitan keterlibatan Jamaah Anshorut  Tauhid (JAT) yang didirikan Abu Bakar Ba&amp;rsquo;asyir seperti yang dituduhkan  pemerintah Amerika Serikat.  Informasi yang dikeluarkan oleh Depertamen Luar Negeri Amerika Serikat  (AS) menyebut, jamaah yang didirikan Abu Bakar Ba'asyir masuk dalam  daftar organisasi teroris asing (FTO).   &quot;Kita akan kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendapatkan  informasi yang lebih valid,&quot; ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes  Polri, Boy Rafli Amar dalam konferensi pers di gedung Humas Mabes Polri,  Jakarta, Jumat (24/2/2012).  Karena itu, kata Boy, polisi berjanji akan terus menyelidiki terkait  tiga orang pimpinan JAT yakni Ketua sementara Emir Mochammad Achwan,  juru bicara Son Hadi bin Muhadjir dan seorang sesepuh JAT Abdul Rosyid  Ridho Ba'asyir juga dimasukkan dalam daftar teroris perorangan.  Ketiganya diduga terlibat dalam kegiatan perekrutan dan penggalangan  dana.  &quot;Nanti kita lihat, kita terus akan melakukan langkah-langkah  penyelidikan atas dugaan kelompok-kelompok yang dinilai aktif melakukan  gerakan-gerakan aksi teror,&quot; simpulnya.   Namun, hingga kini informasi pasti dari Kementerian Luar Negeri,  diakuinya masih belum didapatkan secara langsung. &quot;Itulah mengapa harus  kita koordinasikan dengan kementrian luar negeri,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
