<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: Banjir Bandang di Sumbar Tak Dipicu Pembalakan Liar</title><description>Hal itu dikatakan Kepala BPNB Syamsul Ma&amp;rsquo;arif usai memantau Kecamatan Simpati dari udara bersama  Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Bupati Pasaman, Benny Utama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/24/340/582195/bnpb-banjir-bandang-di-sumbar-tak-dipicu-pembalakan-liar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/24/340/582195/bnpb-banjir-bandang-di-sumbar-tak-dipicu-pembalakan-liar"/><item><title>BNPB: Banjir Bandang di Sumbar Tak Dipicu Pembalakan Liar</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/24/340/582195/bnpb-banjir-bandang-di-sumbar-tak-dipicu-pembalakan-liar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/24/340/582195/bnpb-banjir-bandang-di-sumbar-tak-dipicu-pembalakan-liar</guid><pubDate>Jum'at 24 Februari 2012 20:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PASAMAN - Banjir bandang yang melanda Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat bukan karena pembalakan liar diperbukitan setempat. Hal itu dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Syamsul Ma&amp;rsquo;arif usai memantau Kecamatan Simpati dari udara bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Bupati Pasaman, Benny Utama.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari pemantau dari udara, kami melihat bencana ini bukan diakibatkan oleh pembalakan liar,&amp;rdquo; katanya, Jumat (24/2/2012).
&amp;nbsp;
Namun ia mengakui bahwa di kawasan perbukitan itu ada pembukaan lahan oleh masyarakat untuk perkebunan. Namun katanya itu masih jauh dari lokasi longsor. &amp;ldquo;Kami menilai kejadian bencana ini murni oleh kondisi curah hujan yang lebat, serta kondisi retakkan perbukitan yang labil,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Selain curah hujan yang tinggi, kata Syamsul, banjir bandang juga disebabkan kondisi topografi alam, posisi daerah ini merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan 40 derajat, ditambah lagi daerahnya yang mudah longsor.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kondisi daerah ini mirip dengan Wasior, kemiringan mencapai 40 derajat sehingga posisi tanah mudah longsor. Kalau ada yang mengatakan banjir bandang ini akibat pembalakan liar silahkan pertanggungjawabkan pernyataannya dan bukti-bukti pembalakan liar tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Selain itu ia juga meminta kepada Pemkab Pasaman untuk segera melakukan aksi empat bentuk, yaitu berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, berupa makan, minum. &amp;ldquo;Pedistribusian mesti cepat dan tepat sasaran,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Berikutnya kebutuhan pakaian, para korban, selimut serta kebutuhan khusus gender&amp;nbsp; yang menjadi sesuatu yang penting. Sehingga masyarakat juga dapat nyaman dan mengurangi kesedihan, terutama anak-anak dan ibu-ibu. Ketiga kebutuhan akan air minum,&amp;nbsp; ini mesti segera menjadi prioritas.
&amp;nbsp;
Aksi keempat tempat berteduh, bisa tenda, atau tempat fasiltas umum, yang dapat dipergunakan sebagai penghunian sementara. Sebelum kita memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah para korban bencana ini.</description><content:encoded>PASAMAN - Banjir bandang yang melanda Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat bukan karena pembalakan liar diperbukitan setempat. Hal itu dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Syamsul Ma&amp;rsquo;arif usai memantau Kecamatan Simpati dari udara bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Bupati Pasaman, Benny Utama.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari pemantau dari udara, kami melihat bencana ini bukan diakibatkan oleh pembalakan liar,&amp;rdquo; katanya, Jumat (24/2/2012).
&amp;nbsp;
Namun ia mengakui bahwa di kawasan perbukitan itu ada pembukaan lahan oleh masyarakat untuk perkebunan. Namun katanya itu masih jauh dari lokasi longsor. &amp;ldquo;Kami menilai kejadian bencana ini murni oleh kondisi curah hujan yang lebat, serta kondisi retakkan perbukitan yang labil,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Selain curah hujan yang tinggi, kata Syamsul, banjir bandang juga disebabkan kondisi topografi alam, posisi daerah ini merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan 40 derajat, ditambah lagi daerahnya yang mudah longsor.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kondisi daerah ini mirip dengan Wasior, kemiringan mencapai 40 derajat sehingga posisi tanah mudah longsor. Kalau ada yang mengatakan banjir bandang ini akibat pembalakan liar silahkan pertanggungjawabkan pernyataannya dan bukti-bukti pembalakan liar tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Selain itu ia juga meminta kepada Pemkab Pasaman untuk segera melakukan aksi empat bentuk, yaitu berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, berupa makan, minum. &amp;ldquo;Pedistribusian mesti cepat dan tepat sasaran,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Berikutnya kebutuhan pakaian, para korban, selimut serta kebutuhan khusus gender&amp;nbsp; yang menjadi sesuatu yang penting. Sehingga masyarakat juga dapat nyaman dan mengurangi kesedihan, terutama anak-anak dan ibu-ibu. Ketiga kebutuhan akan air minum,&amp;nbsp; ini mesti segera menjadi prioritas.
&amp;nbsp;
Aksi keempat tempat berteduh, bisa tenda, atau tempat fasiltas umum, yang dapat dipergunakan sebagai penghunian sementara. Sebelum kita memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah para korban bencana ini.</content:encoded></item></channel></rss>
