<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPATK Terus Didesak Serahkan Data Rekening Janggal</title><description>Hajriyanto Thohari berpendapat temuan tersebut tidak berarti apa-apa jika tidak ditindaklanjuti oleh institusi penegak hukum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/26/339/582778/ppatk-terus-didesak-serahkan-data-rekening-janggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/26/339/582778/ppatk-terus-didesak-serahkan-data-rekening-janggal"/><item><title>PPATK Terus Didesak Serahkan Data Rekening Janggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/26/339/582778/ppatk-terus-didesak-serahkan-data-rekening-janggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/26/339/582778/ppatk-terus-didesak-serahkan-data-rekening-janggal</guid><pubDate>Minggu 26 Februari 2012 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/26/339/582778/0INggeeLeu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/26/339/582778/0INggeeLeu.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Thohari, mendesak Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menyerahkan temuan ribuan data transaksi mencurigakan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
&amp;nbsp;
Dia berpendapat temuan tersebut tidak berarti apa-apa jika tidak ditindaklanjuti oleh institusi penegak hukum. &quot;Laporan ini kan belum diapa-apakan,&quot; kata dia di Sekretariat PB PMII, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Hajriyanto, temuan PPATK bisa berubah menjadi pembusukan jika dibiarkan tanpa ada tindak lanjut dari sisi hukum. Dia mengatakan 2.000 transaksi mencurigakan mutlak ditelusuri apakah beraroma korupsi atau tidak.
&amp;nbsp;
&quot;Karena sudah dipublikasikan, PPATK mutlak menindaklanjuti dengan melapor ke KPK. Jalau tidak terjadi pembusukan, seperti yang dialami DPR. Citra DPR menjadi turun,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
PPATK mengejutkan publik dengan merilis laporan transaksi keuangan di sejumlah lembaga negara. PPATK mengklaim menemukan 2.000 transaksi mencurigakan antara lain di DPR, Kejaksaan, Kepolisian, bahkan di KPK.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Thohari, mendesak Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menyerahkan temuan ribuan data transaksi mencurigakan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
&amp;nbsp;
Dia berpendapat temuan tersebut tidak berarti apa-apa jika tidak ditindaklanjuti oleh institusi penegak hukum. &quot;Laporan ini kan belum diapa-apakan,&quot; kata dia di Sekretariat PB PMII, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Hajriyanto, temuan PPATK bisa berubah menjadi pembusukan jika dibiarkan tanpa ada tindak lanjut dari sisi hukum. Dia mengatakan 2.000 transaksi mencurigakan mutlak ditelusuri apakah beraroma korupsi atau tidak.
&amp;nbsp;
&quot;Karena sudah dipublikasikan, PPATK mutlak menindaklanjuti dengan melapor ke KPK. Jalau tidak terjadi pembusukan, seperti yang dialami DPR. Citra DPR menjadi turun,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
PPATK mengejutkan publik dengan merilis laporan transaksi keuangan di sejumlah lembaga negara. PPATK mengklaim menemukan 2.000 transaksi mencurigakan antara lain di DPR, Kejaksaan, Kepolisian, bahkan di KPK.</content:encoded></item></channel></rss>
