<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perempuan Arab Saudi Kemungkinan Bisa Jadi Polisi</title><description>Pemerintah Arab Saudi dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mendobrak  aturan lama agar kaum perempuan di Arab Saudi diizinkan untuk bergabung  dengan kepolisian di negara itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/26/412/582744/perempuan-arab-saudi-kemungkinan-bisa-jadi-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/26/412/582744/perempuan-arab-saudi-kemungkinan-bisa-jadi-polisi"/><item><title>Perempuan Arab Saudi Kemungkinan Bisa Jadi Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/26/412/582744/perempuan-arab-saudi-kemungkinan-bisa-jadi-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/26/412/582744/perempuan-arab-saudi-kemungkinan-bisa-jadi-polisi</guid><pubDate>Minggu 26 Februari 2012 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Khairisa Ferida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/26/412/582744/aXas0QRpbA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perempuan Arab Saudi  (Foto: AP) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/26/412/582744/aXas0QRpbA.jpg</image><title>Perempuan Arab Saudi  (Foto: AP) </title></images><description>RIYADH - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mendobrak aturan lama agar kaum perempuan di Arab Saudi diizinkan untuk bergabung dengan kepolisian di negara itu. &quot;Kami tengah mempelajari kemungkinan agar perempuan dapat bergabung di komisi kepolisian, mereka dapat memiliki pekerjaan yang sama dengan yang dimiliki oleh laki-laki namun sesuai dengan bidang mereka,&quot; ujar salah seorang pejabat Arab saudi Abdul Lateef al Shaikh seperti diberitakan Al Watan dan dikutip Emirates247 Minggu, (26/2/2012).Kaum perempuan di negara-negara muslim konservatif umumnya menerapkan aturan yang melarang perempuan untuk bergabung dengan kepolisian. Hal itu dipicu oleh anggapan, bahwa anggota polisi kerap terlibat masalah fisik dalam berurusan dengan para penjahat.Al Shaikh yang ditunjuk oleh Raja Arab Saudi, Raja Abdullah sebagai ketua Kepolisian mengatakan, pihaknya akan terus memainkan peran utama dalam menegakkan aturan Islam di Kerajaan Arab saudi.&quot;Kami ingin mempromosikan kebaikan melalui cara yang baik dan mencegah penggunaan kekerasan, Kami hanya ingin agar rakyat Arab Saudi bahagia,&quot; ujar Al Shaikh.Dalam era kepemimpinannya, Raja Abdullah telah melakukan reformasi terhadap hak-hak perempuan, meski belum sepenuhnya berhasil akibat perlawanan yang dilakukan oleh kalangan ulama konservatif Arab Saudi.Selama ini pula kepolisian Arab Saudi selama ini kerap mendapat kritik dari media lokal dan berbagai situs terkait arogansi mereka dalam menangani sebuah kasus. Salah satunya seperti kasus yang menimpa seorang perempuan, dimana polisi dilaporkan melakukan tindak kekerasan serta menyita ponsel milik perempuan tersebut karena dicurigai menyimpan gambar tidak senonoh.</description><content:encoded>RIYADH - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mendobrak aturan lama agar kaum perempuan di Arab Saudi diizinkan untuk bergabung dengan kepolisian di negara itu. &quot;Kami tengah mempelajari kemungkinan agar perempuan dapat bergabung di komisi kepolisian, mereka dapat memiliki pekerjaan yang sama dengan yang dimiliki oleh laki-laki namun sesuai dengan bidang mereka,&quot; ujar salah seorang pejabat Arab saudi Abdul Lateef al Shaikh seperti diberitakan Al Watan dan dikutip Emirates247 Minggu, (26/2/2012).Kaum perempuan di negara-negara muslim konservatif umumnya menerapkan aturan yang melarang perempuan untuk bergabung dengan kepolisian. Hal itu dipicu oleh anggapan, bahwa anggota polisi kerap terlibat masalah fisik dalam berurusan dengan para penjahat.Al Shaikh yang ditunjuk oleh Raja Arab Saudi, Raja Abdullah sebagai ketua Kepolisian mengatakan, pihaknya akan terus memainkan peran utama dalam menegakkan aturan Islam di Kerajaan Arab saudi.&quot;Kami ingin mempromosikan kebaikan melalui cara yang baik dan mencegah penggunaan kekerasan, Kami hanya ingin agar rakyat Arab Saudi bahagia,&quot; ujar Al Shaikh.Dalam era kepemimpinannya, Raja Abdullah telah melakukan reformasi terhadap hak-hak perempuan, meski belum sepenuhnya berhasil akibat perlawanan yang dilakukan oleh kalangan ulama konservatif Arab Saudi.Selama ini pula kepolisian Arab Saudi selama ini kerap mendapat kritik dari media lokal dan berbagai situs terkait arogansi mereka dalam menangani sebuah kasus. Salah satunya seperti kasus yang menimpa seorang perempuan, dimana polisi dilaporkan melakukan tindak kekerasan serta menyita ponsel milik perempuan tersebut karena dicurigai menyimpan gambar tidak senonoh.</content:encoded></item></channel></rss>
