<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Usah Diminta Pun, Polisi Akan Tembak Aksi Anarkis</title><description>Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil menilai usulan Ketua Umum  Gerakan Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rozario Marshal agar pihak  berwajib menembak pelaku aksi premanisme dan ormas-ormas yang melakukan  kekerasan bukanlah hal baru.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/27/337/582923/tak-usah-diminta-pun-polisi-akan-tembak-aksi-anarkis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/27/337/582923/tak-usah-diminta-pun-polisi-akan-tembak-aksi-anarkis"/><item><title>Tak Usah Diminta Pun, Polisi Akan Tembak Aksi Anarkis</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/27/337/582923/tak-usah-diminta-pun-polisi-akan-tembak-aksi-anarkis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/27/337/582923/tak-usah-diminta-pun-polisi-akan-tembak-aksi-anarkis</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2012 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil menilai usulan Ketua Umum Gerakan Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rozario Marshal agar pihak berwajib menembak pelaku aksi premanisme dan ormas-ormas yang melakukan kekerasan bukanlah hal baru.Menurut politikus PKS ini, tindakan polisi untuk menembak pelaku aksi kekerasan atau premanisme oleh kelompok merupakan kewenangan kepolisian sebagaimana Standard Operating Procedure (SOP) Polri.&amp;ldquo;Wewenang itu kan sudah ada prosedurnya, bahkan penembakan di tempat sekalipun itu tergantung polisi sesuai SOP-nya,&amp;rdquo; ujar Nasir kepada okezone melalui sambungan telepon, Senin (27/2/2012).Secara terpisah Politikus PDI Perjuangan Herman Hery menilai kepolisian tanpa diminta pun harus melakukan tindakan tegas bahkan menembak untuk meredam anarkisme atau premanisme. Hal itu tentunya harus sesuai protap kepolisian.&amp;ldquo;Jadi dalam kasus penanganan anarkisme, menjadi standard prosedur polisi, tidak harus diminta-minta oleh pihak lain. Jika memang aksi anarkisme itu dinilai akan chaos maka dengan sendiri polisi ambil tindakan bahkan menembaknya,&amp;rdquo; kata Herman.Menurutnya, tindakan kepolisian untuk melumpuhkan aksi anarkisme, polisi sudah memiliki SOP tersendiri.  &amp;ldquo;Kalau usulan menembak dalam arti pelumpuhan itu jelas sesuai SOP,&amp;rdquo; jelasnya.Namun, bagi Herman langkah-langkah semacam itu tergantung kondisi dan situasi lapangan yang terjadi. &amp;ldquo;Menembak itu tergantung situasi dan kondisi. Polisi boleh mengambil langkah-langkah seperti itu sesuai keadaannya,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil menilai usulan Ketua Umum Gerakan Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rozario Marshal agar pihak berwajib menembak pelaku aksi premanisme dan ormas-ormas yang melakukan kekerasan bukanlah hal baru.Menurut politikus PKS ini, tindakan polisi untuk menembak pelaku aksi kekerasan atau premanisme oleh kelompok merupakan kewenangan kepolisian sebagaimana Standard Operating Procedure (SOP) Polri.&amp;ldquo;Wewenang itu kan sudah ada prosedurnya, bahkan penembakan di tempat sekalipun itu tergantung polisi sesuai SOP-nya,&amp;rdquo; ujar Nasir kepada okezone melalui sambungan telepon, Senin (27/2/2012).Secara terpisah Politikus PDI Perjuangan Herman Hery menilai kepolisian tanpa diminta pun harus melakukan tindakan tegas bahkan menembak untuk meredam anarkisme atau premanisme. Hal itu tentunya harus sesuai protap kepolisian.&amp;ldquo;Jadi dalam kasus penanganan anarkisme, menjadi standard prosedur polisi, tidak harus diminta-minta oleh pihak lain. Jika memang aksi anarkisme itu dinilai akan chaos maka dengan sendiri polisi ambil tindakan bahkan menembaknya,&amp;rdquo; kata Herman.Menurutnya, tindakan kepolisian untuk melumpuhkan aksi anarkisme, polisi sudah memiliki SOP tersendiri.  &amp;ldquo;Kalau usulan menembak dalam arti pelumpuhan itu jelas sesuai SOP,&amp;rdquo; jelasnya.Namun, bagi Herman langkah-langkah semacam itu tergantung kondisi dan situasi lapangan yang terjadi. &amp;ldquo;Menembak itu tergantung situasi dan kondisi. Polisi boleh mengambil langkah-langkah seperti itu sesuai keadaannya,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
