<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mensos: 4,5 Juta Anak Terlantar &amp; Terjerat Hukum</title><description>Menurut Mensos, dibutuhkan kearifan lokal untuk mengatasi berbagai macam  masalah sosial yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/27/340/583382/mensos-4-5-juta-anak-terlantar-terjerat-hukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/27/340/583382/mensos-4-5-juta-anak-terlantar-terjerat-hukum"/><item><title>Mensos: 4,5 Juta Anak Terlantar &amp; Terjerat Hukum</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/27/340/583382/mensos-4-5-juta-anak-terlantar-terjerat-hukum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/27/340/583382/mensos-4-5-juta-anak-terlantar-terjerat-hukum</guid><pubDate>Senin 27 Februari 2012 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Genta Wahyu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/27/340/583382/53Htp9Tzgn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mensos Salim (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/27/340/583382/53Htp9Tzgn.jpg</image><title>Mensos Salim (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>SOLO - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menyatakan sedikitnya ada 170 titik di Indonesia ditengarai sebagai daerah berpotensi mengalami bencana sosial. Tidak hanya bencana alam, namun tawuran pelajar, serta bentrokan antar warga yang berujung pembakaran rumah, masuk dalam masalah sosial yang harus di tangani.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua pihak harus bergerak untuk mengatasi masalah sosial, mulai dari tingkat SMP hingga Perguruan Tinggi. Ini tanggung jawab bersama, sebab Kementerian Sosial tidak akan sanggup untuk mengatasi masalah bencana sosial itu,&quot; jelas Mensos di sela-sela menghadiri wisuda ke XIV, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, Jawa Tengah, Senin (27/2/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Mensos, dibutuhkan kearifan lokal untuk mengatasi berbagai macam masalah sosial yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk itulah, Kemensos saat ini telah menyiapkan pelopor perdamaian yang diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah sosial di daerah.
&amp;nbsp;
Saat ini terdapat sekira 4,5 juta anak terlantar termasuk Balita terlantar, anak jalanan serta anak-anak yang memiliki masalah hukum. Dari 4,7 juta anak terlantar tersebut, sebanyak 230 ribu di antaranya merupakan anak-anak jalanan dan dari hasil pendampingan Kemensos, sebanyak 80 persen dari anak-anak jalanan tersebut terpaksa berada di jalanan karena dipaksa oleh orangtuanya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini fakta, anak-anak itu mengatakan tidak akan dibukakan pintu rumah jika mereka pulang tidak membawa uang. Bayangkan, jika anak-anak berada di jalanan, padahal kebejatan moral, prostitusi, serta sodomi berada di jalanan bersama mereka,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Persoalan orang lanjut usia terlantar (lansia) yang mencapai 2,9 juta orang juga menjadi masalah lain. Saat ini pemerintah hanya mampu memberikan tunjangan bagi 13.250 orang lansia terlantar, untuk itu dibutuhkan kemitraan dengan swasta untuk menanggulangi masalah tersebut.</description><content:encoded>SOLO - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menyatakan sedikitnya ada 170 titik di Indonesia ditengarai sebagai daerah berpotensi mengalami bencana sosial. Tidak hanya bencana alam, namun tawuran pelajar, serta bentrokan antar warga yang berujung pembakaran rumah, masuk dalam masalah sosial yang harus di tangani.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua pihak harus bergerak untuk mengatasi masalah sosial, mulai dari tingkat SMP hingga Perguruan Tinggi. Ini tanggung jawab bersama, sebab Kementerian Sosial tidak akan sanggup untuk mengatasi masalah bencana sosial itu,&quot; jelas Mensos di sela-sela menghadiri wisuda ke XIV, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, Jawa Tengah, Senin (27/2/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Mensos, dibutuhkan kearifan lokal untuk mengatasi berbagai macam masalah sosial yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk itulah, Kemensos saat ini telah menyiapkan pelopor perdamaian yang diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah sosial di daerah.
&amp;nbsp;
Saat ini terdapat sekira 4,5 juta anak terlantar termasuk Balita terlantar, anak jalanan serta anak-anak yang memiliki masalah hukum. Dari 4,7 juta anak terlantar tersebut, sebanyak 230 ribu di antaranya merupakan anak-anak jalanan dan dari hasil pendampingan Kemensos, sebanyak 80 persen dari anak-anak jalanan tersebut terpaksa berada di jalanan karena dipaksa oleh orangtuanya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini fakta, anak-anak itu mengatakan tidak akan dibukakan pintu rumah jika mereka pulang tidak membawa uang. Bayangkan, jika anak-anak berada di jalanan, padahal kebejatan moral, prostitusi, serta sodomi berada di jalanan bersama mereka,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Persoalan orang lanjut usia terlantar (lansia) yang mencapai 2,9 juta orang juga menjadi masalah lain. Saat ini pemerintah hanya mampu memberikan tunjangan bagi 13.250 orang lansia terlantar, untuk itu dibutuhkan kemitraan dengan swasta untuk menanggulangi masalah tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
