<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AMN Bercita-cita Masuk TNI</title><description>AMN (13), bocah pelaku penusukan terhadap teman sekelasnya, SM (12)  mulai belajar efektif di ruangan khusus yang disediakan tahanan anak  di Polsek Beji. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/29/501/584724/amn-bercita-cita-masuk-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/29/501/584724/amn-bercita-cita-masuk-tni"/><item><title>AMN Bercita-cita Masuk TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/29/501/584724/amn-bercita-cita-masuk-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/29/501/584724/amn-bercita-cita-masuk-tni</guid><pubDate>Rabu 29 Februari 2012 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/29/501/584724/APb0Ot0lWd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (dok.okz)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/29/501/584724/APb0Ot0lWd.jpg</image><title>ilustrasi (dok.okz)</title></images><description>DEPOK- AMN (13), bocah pelaku penusukan terhadap teman sekelasnya, SM (12) mulai belajar efektif di ruangan khusus yang disediakan tahanan anak di Polsek Beji.&amp;nbsp; Aktivitas belajar mengajar tersebut dimulai pada sekitar pukul 10.00 WIB.Hari pertama, AMN mengikuti pelajaran matematika dari wali kelasnya, Andi Sodikma. Tidak terlihat kesulitan dari pelaku saat mengikuti pelajaran tersebut. &quot;Dalam sepekan saya mengajar AMN tiga kali di Polsek Beji. Dari Senin sampai Rabu saya memberikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA serta yang mata pelajaran lain,&quot; tegas Andi Sodikmah, kepada wartawan, Rabu (29/02/12).Menurutnya, pemberian materi pelajaran itu dilakukan untuk membuat AMN mengingat seluruh mata pelajar yang sudah pernah diterima. Apalagi, siswa didiknya itu sudah banyak ketinggalan mata pelajaran. &quot;Sudah duabelas hari dia tidak belajar. Sebentar lagi juga anak ini akan mengikuti Ujian Nasional,&quot; katanya.Selama dua bulan, Andi akan mengajar AMN di Polsek Beji. &quot;Anaknya cukup cerdas. Dia sangat cepat menangkap materi yang saya berikan. Hari ini baru matematika saja yang saya ajarkan. Saya akan datang lagi besok setelah mengajar di sekolah,&quot; paparnya.Sementara itu, AMN mengaku senang menerima mata pelajaran matematika yang diajarkan wali kelasnya itu. Karena, mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran favoritnya.&quot;Saya mau pintar dan lulus biar bisa masuk SMP. Soalnya saya ingin sekali jadi tentara. Saya hanya diajarkan aritmatika dan cara menghitung volume kubus sama pak guru,&quot; tutur AMN.Kapolsek Beji, Kompol Ngadi menambahkan, ruangan tempat belajar AMN tersebut merupakan ruangan kanit provos. Tempat itu sengaja dirombak untuk dijadikan tempat belajar anak yang ditahan dan melakukan tindak kriminal.&quot;Walaupun mereka tahanan, setidaknya masih bisa mengenyam pendidikan. Jangan sampai hanya gara-gara kasus kejahatan, anak dibawah umur ini terlantar dalam bidang pendidikan. Apalagi wajib belajar sembilan tahun dari pemerintah sudah lama ditetapkan,&quot; imbuh Ngadi.</description><content:encoded>DEPOK- AMN (13), bocah pelaku penusukan terhadap teman sekelasnya, SM (12) mulai belajar efektif di ruangan khusus yang disediakan tahanan anak di Polsek Beji.&amp;nbsp; Aktivitas belajar mengajar tersebut dimulai pada sekitar pukul 10.00 WIB.Hari pertama, AMN mengikuti pelajaran matematika dari wali kelasnya, Andi Sodikma. Tidak terlihat kesulitan dari pelaku saat mengikuti pelajaran tersebut. &quot;Dalam sepekan saya mengajar AMN tiga kali di Polsek Beji. Dari Senin sampai Rabu saya memberikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA serta yang mata pelajaran lain,&quot; tegas Andi Sodikmah, kepada wartawan, Rabu (29/02/12).Menurutnya, pemberian materi pelajaran itu dilakukan untuk membuat AMN mengingat seluruh mata pelajar yang sudah pernah diterima. Apalagi, siswa didiknya itu sudah banyak ketinggalan mata pelajaran. &quot;Sudah duabelas hari dia tidak belajar. Sebentar lagi juga anak ini akan mengikuti Ujian Nasional,&quot; katanya.Selama dua bulan, Andi akan mengajar AMN di Polsek Beji. &quot;Anaknya cukup cerdas. Dia sangat cepat menangkap materi yang saya berikan. Hari ini baru matematika saja yang saya ajarkan. Saya akan datang lagi besok setelah mengajar di sekolah,&quot; paparnya.Sementara itu, AMN mengaku senang menerima mata pelajaran matematika yang diajarkan wali kelasnya itu. Karena, mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran favoritnya.&quot;Saya mau pintar dan lulus biar bisa masuk SMP. Soalnya saya ingin sekali jadi tentara. Saya hanya diajarkan aritmatika dan cara menghitung volume kubus sama pak guru,&quot; tutur AMN.Kapolsek Beji, Kompol Ngadi menambahkan, ruangan tempat belajar AMN tersebut merupakan ruangan kanit provos. Tempat itu sengaja dirombak untuk dijadikan tempat belajar anak yang ditahan dan melakukan tindak kriminal.&quot;Walaupun mereka tahanan, setidaknya masih bisa mengenyam pendidikan. Jangan sampai hanya gara-gara kasus kejahatan, anak dibawah umur ini terlantar dalam bidang pendidikan. Apalagi wajib belajar sembilan tahun dari pemerintah sudah lama ditetapkan,&quot; imbuh Ngadi.</content:encoded></item></channel></rss>
