<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tertawa Obat Stres   </title><description>Sudahkah tertawa hari ini? Jangan sampai Anda lupa waktu untuk tertawa. Pasalnya, aktivitas ini sangat baik sebagai obat stres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/01/486/585303/tertawa-obat-stres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/01/486/585303/tertawa-obat-stres"/><item><title>Tertawa Obat Stres   </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/01/486/585303/tertawa-obat-stres</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/01/486/585303/tertawa-obat-stres</guid><pubDate>Kamis 01 Maret 2012 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Gustia Martha Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/01/486/585303/zY1uG25cTw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tertawa redakan stres (Foto: Times of India)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/01/486/585303/zY1uG25cTw.jpg</image><title>Tertawa redakan stres (Foto: Times of India)</title></images><description>SUDAHKAH tertawa hari ini? Jangan sampai Anda lupa waktu untuk tertawa. Pasalnya, aktivitas ini sangat baik sebagai obat stres.
&amp;nbsp;
Para ahli mengatakan, bahwa anak-anak bisa tertawa dari 300 hingga 400 kali dalam sehari. Tapi, saat beranjak dewasa dapat menjadi 15 kali sehari. Dalam hal ini medis membuktikan, bahwa tertawa bermanfaat bagi kesehatan.
&amp;nbsp;
&quot;Tertawa melatih otot jantung dan paru-paru, denyut jantung naik, dan otak menjadi lebih rileks,&amp;rdquo; tutur ahli kardiologi sekaligus konsultan kesehatan senior dari India, Dr SK Gupta, seperti dilansir Times of India, Kamis (1/3/2012).
&amp;nbsp;
Apakah kita perlu tertawa lebih banyak hari ini? &quot;Dewasa ini penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan meningkat. Lebih dari 70 persen penyakit terkait dengan stres. Untuk menghindari stres, orang beralih ke alkohol, merokok, dan obat-obatan. Sayang, andai mereka tahu kalau obat stres adalah tertawa,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Menurut penelitian, mulut yang ternganga saat tertawa adalah hal yang paling menarik.
&amp;nbsp;
&quot;Tertawa paling baik saat membiarkan mulut terbuka dan ternganga. Tidak tertawa dengan mulut tertutup seperti terkikik. Di mana bisa mendengar suara bahagia untuk merasa lebih bahagia,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Sebuah studi menunjukkan bahwa semasa kecil, kita belajar mengasosiasikan tertawa dengan terbahak-bahak, terbuka lebar, dan itu salah satu pengalaman hidup paling positif.</description><content:encoded>SUDAHKAH tertawa hari ini? Jangan sampai Anda lupa waktu untuk tertawa. Pasalnya, aktivitas ini sangat baik sebagai obat stres.
&amp;nbsp;
Para ahli mengatakan, bahwa anak-anak bisa tertawa dari 300 hingga 400 kali dalam sehari. Tapi, saat beranjak dewasa dapat menjadi 15 kali sehari. Dalam hal ini medis membuktikan, bahwa tertawa bermanfaat bagi kesehatan.
&amp;nbsp;
&quot;Tertawa melatih otot jantung dan paru-paru, denyut jantung naik, dan otak menjadi lebih rileks,&amp;rdquo; tutur ahli kardiologi sekaligus konsultan kesehatan senior dari India, Dr SK Gupta, seperti dilansir Times of India, Kamis (1/3/2012).
&amp;nbsp;
Apakah kita perlu tertawa lebih banyak hari ini? &quot;Dewasa ini penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan meningkat. Lebih dari 70 persen penyakit terkait dengan stres. Untuk menghindari stres, orang beralih ke alkohol, merokok, dan obat-obatan. Sayang, andai mereka tahu kalau obat stres adalah tertawa,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Menurut penelitian, mulut yang ternganga saat tertawa adalah hal yang paling menarik.
&amp;nbsp;
&quot;Tertawa paling baik saat membiarkan mulut terbuka dan ternganga. Tidak tertawa dengan mulut tertutup seperti terkikik. Di mana bisa mendengar suara bahagia untuk merasa lebih bahagia,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Sebuah studi menunjukkan bahwa semasa kecil, kita belajar mengasosiasikan tertawa dengan terbahak-bahak, terbuka lebar, dan itu salah satu pengalaman hidup paling positif.</content:encoded></item></channel></rss>
