<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prediksi Pertumbuhan Penduduk Meleset, BKKBN Genjot KB</title><description>Kepala  Badan Kependudukan  dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyebutkan  hingga awal  2012 ini jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 240  jiwa. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/02/337/585624/prediksi-pertumbuhan-penduduk-meleset-bkkbn-genjot-kb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/02/337/585624/prediksi-pertumbuhan-penduduk-meleset-bkkbn-genjot-kb"/><item><title>Prediksi Pertumbuhan Penduduk Meleset, BKKBN Genjot KB</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/02/337/585624/prediksi-pertumbuhan-penduduk-meleset-bkkbn-genjot-kb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/02/337/585624/prediksi-pertumbuhan-penduduk-meleset-bkkbn-genjot-kb</guid><pubDate>Jum'at 02 Maret 2012 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/01/337/585624/lOq3QRXS90.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BKKBN Sugiri Syarief (foto: Anton Suhartono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/01/337/585624/lOq3QRXS90.jpg</image><title>Kepala BKKBN Sugiri Syarief (foto: Anton Suhartono/Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Prediksi pertumbuhan  penduduk pada 2010 berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat  Statistik (BPS) meleset. Pada sensus tersebut diprediksi jumlah penduduk  mencapai 234 juta jiwa. Namun berdasarkan hasil sensus BPS pada 2010 jumlah  penduduk sudah mencapai 238 juta jiwa.
Kepala Badan Kependudukan  dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyebutkan hingga awal  2012 ini jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 240  jiwa.
&amp;ldquo;Ini tentu bukan jumlah  yang sedikit karena &amp;nbsp;dapat  dipastikan penduduk  Indonesia saat ini telah  berjumlah lebih dari 240 juta jiwa,&amp;rdquo; kata  Sugiri saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang  Keluarga Berencana Regional III (kawasan Indonesia Timur) di Kota Makassar,  Sulawesi Selatan, Kamis (1/3/2012).

Dengan jumlah  tersebut Indonesia merupakan negara keempat dengan penduduk terbanyak setelah  China, India, dan Amerika Serikat.

&amp;ldquo;Patut dicatat masalah  kependudukan di Indonesia tidak semata-mata berkaitan  dengan kuantitas. Tetapi juga berkaitan dengan masalah kualitas. Indeks  pembangunan manusia (IPM) kita pada tahun ini belum terlalu  menggembirakan&amp;nbsp; karena  masih pada angka 0,617. Indonesia menempati ranking  ke-124 dari  187 negara,&amp;rdquo;  beber Sugiri.

Menurut Sugiri,  pertumbuhan jumlah penduduk harus dikendalikan sehingga dampak negatif bisa  diantisipasi, seperti dampak ekonomi, bertambahnya jumlah pengangguran,  keterbatasan lahan, dan sebagainya. 

Karena itu, dia berharap,  perwakilan BKKBN provinsi lebih berperan menyosialisasikan program Keluarga  Berencana (KB), termasuk di Indonesia  timur.

Untuk mendukung langkah  &amp;nbsp;ini, pemerintah telah menyiapkan dana alokasi khusus (DAK) Bidang KB sebesar  Rp392 miliar untuk seluruh Indonesia. Sebagian besar dari dana  tersebut diserap untuk menyentuh program KB di regional  III.

Dana tersebut  digelontorkan dalam bentuk perlengkapan operasional seperti mobil layanan  keliling, perlengkapan KB, alat kontrasepsi, serta sarana penunjang lainnya yang  dibutuhkan di tingkat-tingkat kecamatan.&amp;nbsp;</description><content:encoded>MAKASSAR - Prediksi pertumbuhan  penduduk pada 2010 berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat  Statistik (BPS) meleset. Pada sensus tersebut diprediksi jumlah penduduk  mencapai 234 juta jiwa. Namun berdasarkan hasil sensus BPS pada 2010 jumlah  penduduk sudah mencapai 238 juta jiwa.
Kepala Badan Kependudukan  dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyebutkan hingga awal  2012 ini jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 240  jiwa.
&amp;ldquo;Ini tentu bukan jumlah  yang sedikit karena &amp;nbsp;dapat  dipastikan penduduk  Indonesia saat ini telah  berjumlah lebih dari 240 juta jiwa,&amp;rdquo; kata  Sugiri saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang  Keluarga Berencana Regional III (kawasan Indonesia Timur) di Kota Makassar,  Sulawesi Selatan, Kamis (1/3/2012).

Dengan jumlah  tersebut Indonesia merupakan negara keempat dengan penduduk terbanyak setelah  China, India, dan Amerika Serikat.

&amp;ldquo;Patut dicatat masalah  kependudukan di Indonesia tidak semata-mata berkaitan  dengan kuantitas. Tetapi juga berkaitan dengan masalah kualitas. Indeks  pembangunan manusia (IPM) kita pada tahun ini belum terlalu  menggembirakan&amp;nbsp; karena  masih pada angka 0,617. Indonesia menempati ranking  ke-124 dari  187 negara,&amp;rdquo;  beber Sugiri.

Menurut Sugiri,  pertumbuhan jumlah penduduk harus dikendalikan sehingga dampak negatif bisa  diantisipasi, seperti dampak ekonomi, bertambahnya jumlah pengangguran,  keterbatasan lahan, dan sebagainya. 

Karena itu, dia berharap,  perwakilan BKKBN provinsi lebih berperan menyosialisasikan program Keluarga  Berencana (KB), termasuk di Indonesia  timur.

Untuk mendukung langkah  &amp;nbsp;ini, pemerintah telah menyiapkan dana alokasi khusus (DAK) Bidang KB sebesar  Rp392 miliar untuk seluruh Indonesia. Sebagian besar dari dana  tersebut diserap untuk menyentuh program KB di regional  III.

Dana tersebut  digelontorkan dalam bentuk perlengkapan operasional seperti mobil layanan  keliling, perlengkapan KB, alat kontrasepsi, serta sarana penunjang lainnya yang  dibutuhkan di tingkat-tingkat kecamatan.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
