<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KontraS Laporkan Parpol Terlibat Kekerasan di Papua </title><description>Menurut Haris, perhelatan Pemilukada di Papua sangat kental dengan nuansa mobilisasi massa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/02/339/586096/kontras-laporkan-parpol-terlibat-kekerasan-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/02/339/586096/kontras-laporkan-parpol-terlibat-kekerasan-di-papua"/><item><title>KontraS Laporkan Parpol Terlibat Kekerasan di Papua </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/02/339/586096/kontras-laporkan-parpol-terlibat-kekerasan-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/02/339/586096/kontras-laporkan-parpol-terlibat-kekerasan-di-papua</guid><pubDate>Jum'at 02 Maret 2012 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/02/339/586096/mBMCD5OtcY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Haris Azhar (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/02/339/586096/mBMCD5OtcY.jpg</image><title>Haris Azhar (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS) hari ini beraudiensi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melaporkan sejumlah parpol yang terlibat aksi kekerasan di Pemilukada Papua.
&amp;nbsp;
&quot;Kami lihat praktek kekerasan di Pemilukada makin mengkhawatirkan,&quot; kata Koordinator KontraS Haris Azhar di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2012).
&amp;nbsp;
Ia menambahkan bahwa kekerasan ini memperburuk situasi Papua, sebab ada masalah sumber daya alam yang belum selesai. &quot;Kok Pemilukada juga begitu,&quot; singkatnya.
&amp;nbsp;
Haris menambahkan bahwa dalam Pemilukada kental nuansa mobilisasi massanya. Sayang dia tidak menyebut secara gamblang partai mana yang terlibat dalam aksi anarki di Papua. &quot;Ini minta pertanggungjawaban parpol, jangan memperburuk kondisi Papua,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Akibat kekerasan yang dipicu perhelatan Pemilukada, kata Haris, telah jatuh korban dalam jumlah besar. &amp;ldquo;Ada ratusan korban, sebagian mereka meninggal dan ratusan luka. Bawaslu harus bertindak,&quot; tukasnya.
&amp;nbsp;
Dalam kaitan ini KontraS berharap agar Bawaslu dapat berperan aktif menyelesaikan kekerasan di Papua akibat Pemilukada. &quot;Kami paham betul ada keterbatasan Bawaslu merespons fakta di Papua, kami datang mengajak mengambil terobosan baru. Mereka (Parpol) dominan bermain di sana,&quot; singkatnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu Ketua Bawaslu Bambang Eka Cahya Widodo membantah jika lembaga yang dipimpinnya tidak bertindak apa-apa terkait beberapa insiden di Papua yang menyebabkan korban jiwa dan luka.
&amp;nbsp;
&quot;Tentu kami melakukan informasi kepada pihak bertanggungjawab yaitu kepolisian, soal dugaan pelanggaran kekerasan yang terjadi, itu bukan dimensi pemilu,&quot; kata Bambang.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan pihaknya juga telah menerjunkan Bawaslu dipusat untuk mengetahui secara jelas duduk persoalan di Papua. &quot;Ya seperti kita sampaikan, ada tiga pemicu konflik, yaitu regulasi yang tidak singkron, tidak konek kemudian penyelenggara, dan peserta,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Sisi penyelenggara kapasitas penyelenggara adalah bagian dari problem di Papua. Penyelenggara juga sulit menjaga netralitas karena ancaman intimidasi dan suap. &quot;Tidak mudah menghubungkan peristiwa ini dengan partai, belum tentu keterlibatan parpol, peserta pemilu,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (KontraS) hari ini beraudiensi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melaporkan sejumlah parpol yang terlibat aksi kekerasan di Pemilukada Papua.
&amp;nbsp;
&quot;Kami lihat praktek kekerasan di Pemilukada makin mengkhawatirkan,&quot; kata Koordinator KontraS Haris Azhar di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2012).
&amp;nbsp;
Ia menambahkan bahwa kekerasan ini memperburuk situasi Papua, sebab ada masalah sumber daya alam yang belum selesai. &quot;Kok Pemilukada juga begitu,&quot; singkatnya.
&amp;nbsp;
Haris menambahkan bahwa dalam Pemilukada kental nuansa mobilisasi massanya. Sayang dia tidak menyebut secara gamblang partai mana yang terlibat dalam aksi anarki di Papua. &quot;Ini minta pertanggungjawaban parpol, jangan memperburuk kondisi Papua,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Akibat kekerasan yang dipicu perhelatan Pemilukada, kata Haris, telah jatuh korban dalam jumlah besar. &amp;ldquo;Ada ratusan korban, sebagian mereka meninggal dan ratusan luka. Bawaslu harus bertindak,&quot; tukasnya.
&amp;nbsp;
Dalam kaitan ini KontraS berharap agar Bawaslu dapat berperan aktif menyelesaikan kekerasan di Papua akibat Pemilukada. &quot;Kami paham betul ada keterbatasan Bawaslu merespons fakta di Papua, kami datang mengajak mengambil terobosan baru. Mereka (Parpol) dominan bermain di sana,&quot; singkatnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu Ketua Bawaslu Bambang Eka Cahya Widodo membantah jika lembaga yang dipimpinnya tidak bertindak apa-apa terkait beberapa insiden di Papua yang menyebabkan korban jiwa dan luka.
&amp;nbsp;
&quot;Tentu kami melakukan informasi kepada pihak bertanggungjawab yaitu kepolisian, soal dugaan pelanggaran kekerasan yang terjadi, itu bukan dimensi pemilu,&quot; kata Bambang.
&amp;nbsp;
Dia menambahkan pihaknya juga telah menerjunkan Bawaslu dipusat untuk mengetahui secara jelas duduk persoalan di Papua. &quot;Ya seperti kita sampaikan, ada tiga pemicu konflik, yaitu regulasi yang tidak singkron, tidak konek kemudian penyelenggara, dan peserta,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Sisi penyelenggara kapasitas penyelenggara adalah bagian dari problem di Papua. Penyelenggara juga sulit menjaga netralitas karena ancaman intimidasi dan suap. &quot;Tidak mudah menghubungkan peristiwa ini dengan partai, belum tentu keterlibatan parpol, peserta pemilu,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
