<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rawan Penyimpangan, DPR Ingatkan Karyawan Dirjen Pajak </title><description>Sebabnya, Nusron mengimbau jangan sampai kasus Gayus Tambunan dan Dhana  Widyatmika justru menciptakan kinerja orang di dirjen pajak menjadi  demoralisasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/03/339/586469/rawan-penyimpangan-dpr-ingatkan-karyawan-dirjen-pajak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/03/339/586469/rawan-penyimpangan-dpr-ingatkan-karyawan-dirjen-pajak"/><item><title>Rawan Penyimpangan, DPR Ingatkan Karyawan Dirjen Pajak </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/03/339/586469/rawan-penyimpangan-dpr-ingatkan-karyawan-dirjen-pajak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/03/339/586469/rawan-penyimpangan-dpr-ingatkan-karyawan-dirjen-pajak</guid><pubDate>Sabtu 03 Maret 2012 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Kusumaningrum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/03/339/586469/WH4uyCBWlE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dhana Widyatmika (foto:Heru/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/03/339/586469/WH4uyCBWlE.jpg</image><title>Dhana Widyatmika (foto:Heru/okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Anggota komisi XI DPR Nusron Wahid mengungkapkan, tidak heran bila dikatakan banyak pegawai pajak yang memiliki harta berlimbah. Apalagi, pekerjaan sehari-harinya bersentuhan dengan yang namanya uang.&quot;Bagaimana mungkin orang yang bekerja bersentuhan dengan oli tidak kecipratan oli dan olinya itu setiap tahun kalau dijumlahkan 1000 triliun, kalau di jejer dari Sabang sampai Merauke pasti banyak, potensi untuk kecipratan oli pasti ada, apalagi dengan sistem yang bolong-bolong seperti ini,&quot; kata Nusron Wahid dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2012).Sebabnya, dia mengimbau jangan sampai kasus Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika justru menciptakan kinerja orang di dirjen pajak menjadi demoralisasi. &quot;Jangan sampai setiap kantor pajak dijuluki si Gayus dan si Dhana. Itu bisa repot dan akan menciptakan demoralisasi,&amp;rdquo; terangnya. Meski diyakininya, tidak semua orang yang bekerja di dirjen pajak buruk, pasti ada juga yang baik. Karena itu, dia meminta perbaiki sistem di darat, lanjutkan transpormasi percepat transpormasi. Selain itu juga, dirjen pajak harus galak, yang nakal jangan dikasih ampun, pecat sekaligus, jangan dilindungi. </description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Anggota komisi XI DPR Nusron Wahid mengungkapkan, tidak heran bila dikatakan banyak pegawai pajak yang memiliki harta berlimbah. Apalagi, pekerjaan sehari-harinya bersentuhan dengan yang namanya uang.&quot;Bagaimana mungkin orang yang bekerja bersentuhan dengan oli tidak kecipratan oli dan olinya itu setiap tahun kalau dijumlahkan 1000 triliun, kalau di jejer dari Sabang sampai Merauke pasti banyak, potensi untuk kecipratan oli pasti ada, apalagi dengan sistem yang bolong-bolong seperti ini,&quot; kata Nusron Wahid dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2012).Sebabnya, dia mengimbau jangan sampai kasus Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika justru menciptakan kinerja orang di dirjen pajak menjadi demoralisasi. &quot;Jangan sampai setiap kantor pajak dijuluki si Gayus dan si Dhana. Itu bisa repot dan akan menciptakan demoralisasi,&amp;rdquo; terangnya. Meski diyakininya, tidak semua orang yang bekerja di dirjen pajak buruk, pasti ada juga yang baik. Karena itu, dia meminta perbaiki sistem di darat, lanjutkan transpormasi percepat transpormasi. Selain itu juga, dirjen pajak harus galak, yang nakal jangan dikasih ampun, pecat sekaligus, jangan dilindungi. </content:encoded></item></channel></rss>
