<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPW Minta KPK Awasi Proyek Pengadaan Alutsista TNI-Polri</title><description>Indonesia Police Watch (IPW) meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) segera mencermati proyek pengadaan Alutsista TNI-Polri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/05/337/586922/ipw-minta-kpk-awasi-proyek-pengadaan-alutsista-tni-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/05/337/586922/ipw-minta-kpk-awasi-proyek-pengadaan-alutsista-tni-polri"/><item><title>IPW Minta KPK Awasi Proyek Pengadaan Alutsista TNI-Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/05/337/586922/ipw-minta-kpk-awasi-proyek-pengadaan-alutsista-tni-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/05/337/586922/ipw-minta-kpk-awasi-proyek-pengadaan-alutsista-tni-polri</guid><pubDate>Senin 05 Maret 2012 06:17 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/05/337/586922/80pRUy6D7O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/05/337/586922/80pRUy6D7O.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mencermati proyek pengadaan Alutsista TNI-Polri. Mengingat besarnya anggaran yang dikeluarkan, yakni mencapai Rp57 triliun ditahun 2012.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam pengadaan enam pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 misalnya, terjadi bebrapa kejanggalan,&amp;rdquo; kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, dalam pesan elektroniknya kepada okezone, Senin (5/3/2012).   Neta mengatakan bahwa dirinya menemukan tiga kejanggalan. Pertama, Harga yang terlalu mahal, Vietnam membeli 53 juta US dolar perunit Sukhoi lengkap, sementara Indonesia membeli 78,3 juta US dolar tanpa persenjataan.   &amp;rdquo;Kedua, dalam proses pembelian Sukhoi disebut G to G tapi faktanya ada pihak yag jadi suplyer. Ketiga, Keanehan-keanehan dalam pembelian Sukhoi berpotensi mark up sebesar 100 sampai 140 juta US dolar (Rp900 miliar sampai Rp1,2 trilun),&amp;rdquo; terangnya.   IPW mendesak KPK segera turunkan Tim Pencegahan dan Tim Invstigasi dalam pryek Sukhoi agar potensi korupsi dapat dicegah. &amp;ldquo;Perhatian KPK terhadap proyek Sukhoi sangat diprlukan agar kedepan proyek-proyek Alutsista dapat diawasi degan ketat. Sebab untuk tahun 2011-2014 pengadaan Alutsista TNI mndapat kredit komersial sebesar 695 juta US dolar dan State Credit dari Rusia sebesar 362,3 juta US dolar,&amp;rdquo; ucapnya.   Dana-dana kredit ini harus diselamatkan dari para koruptor. Sebab ada pihak tertentu yang ditengarai melakukan monopoli proyek-proyek alutsista dan kini sudah mendapatkan tujuh proyek, mulai pengadaan tank, pesawat tempur, kapal perang, kapal layar dan lain-lain.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;IPW siap memberikan data-data kejanggalan proyek Alutsista ke KPK,&amp;rdquo; tegasnya.(kyw)</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mencermati proyek pengadaan Alutsista TNI-Polri. Mengingat besarnya anggaran yang dikeluarkan, yakni mencapai Rp57 triliun ditahun 2012.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam pengadaan enam pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 misalnya, terjadi bebrapa kejanggalan,&amp;rdquo; kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, dalam pesan elektroniknya kepada okezone, Senin (5/3/2012).   Neta mengatakan bahwa dirinya menemukan tiga kejanggalan. Pertama, Harga yang terlalu mahal, Vietnam membeli 53 juta US dolar perunit Sukhoi lengkap, sementara Indonesia membeli 78,3 juta US dolar tanpa persenjataan.   &amp;rdquo;Kedua, dalam proses pembelian Sukhoi disebut G to G tapi faktanya ada pihak yag jadi suplyer. Ketiga, Keanehan-keanehan dalam pembelian Sukhoi berpotensi mark up sebesar 100 sampai 140 juta US dolar (Rp900 miliar sampai Rp1,2 trilun),&amp;rdquo; terangnya.   IPW mendesak KPK segera turunkan Tim Pencegahan dan Tim Invstigasi dalam pryek Sukhoi agar potensi korupsi dapat dicegah. &amp;ldquo;Perhatian KPK terhadap proyek Sukhoi sangat diprlukan agar kedepan proyek-proyek Alutsista dapat diawasi degan ketat. Sebab untuk tahun 2011-2014 pengadaan Alutsista TNI mndapat kredit komersial sebesar 695 juta US dolar dan State Credit dari Rusia sebesar 362,3 juta US dolar,&amp;rdquo; ucapnya.   Dana-dana kredit ini harus diselamatkan dari para koruptor. Sebab ada pihak tertentu yang ditengarai melakukan monopoli proyek-proyek alutsista dan kini sudah mendapatkan tujuh proyek, mulai pengadaan tank, pesawat tempur, kapal perang, kapal layar dan lain-lain.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;IPW siap memberikan data-data kejanggalan proyek Alutsista ke KPK,&amp;rdquo; tegasnya.(kyw)</content:encoded></item></channel></rss>
