<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PNS Ini Tetap Semangat Bekerja meski Buta</title><description>Sejak setahun terakhir Dedi Junaidi beraktivitas dalam kondisi buta. Meski demikian dia tetap semangat bekerja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/05/340/587389/pns-ini-tetap-semangat-bekerja-meski-buta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/05/340/587389/pns-ini-tetap-semangat-bekerja-meski-buta"/><item><title>PNS Ini Tetap Semangat Bekerja meski Buta</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/05/340/587389/pns-ini-tetap-semangat-bekerja-meski-buta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/05/340/587389/pns-ini-tetap-semangat-bekerja-meski-buta</guid><pubDate>Senin 05 Maret 2012 22:10 WIB</pubDate><dc:creator>Moh. Zeni Johadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/05/340/587389/hmZTxLa9EH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dedi Junaidi dibantu rekannya menuju mobil (Dok: Sindo TV/M Zeni Johadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/05/340/587389/hmZTxLa9EH.jpg</image><title>Dedi Junaidi dibantu rekannya menuju mobil (Dok: Sindo TV/M Zeni Johadi)</title></images><description>MAJALENGKA - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) golongan rendah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tetap semangat bekerja meski matanya buta.Meski memiliki keterbatasan fisik, PNS bagian Tata Pemerintahan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka ini tetap bekerja layaknya pegawai normal.Dedi Junaedi sudah 30 tahun lebih mengabdi sebagai PNS di lingkungan Setda Majalengka. Empat tahun lagi dia memasuki masa pensiun. Dia menderita kebutaan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tahun lalu.Setiap hari, PNS Golongan II D ini harus dibantu oleh pegawai lainnya untuk bisa berjalan ke tempat bekerja. Saat berjalan pun dia harus merambat di dinding. Rekan-rekan mengenal Dedi sebagai sosok pekerja yang tidak kenal lelah. Sebelum mengalami kebutaan, pekerjaan mengantar surat dilakoninya meski hujan dan cuaca buruk.Pretasi kerja Dedi yang baik juga diakui Kepala Badan Kepegawaian Daerah Majalengka Ahmad Sodikin. Dia mengakui selama menjadi PNS, Dedi dikenal pegawai yang rajin.Namun akibat kebutaan ini, badan kepegawaian meminta Dedi untuk pensiun dini. Pasalnya, dengan kondisi pengelihatan yang tidak memadai, dikhawatirkan akan semakin membahayakan Dedi.Terkait permintaan pensiun dini Dedi mengaku pasrah, meski demikian dia berharap bisa terus bekerja. Keterbatasan fisik tidak menghalanginya mengabdi sebagai PNS.</description><content:encoded>MAJALENGKA - Seorang pegawai negeri sipil (PNS) golongan rendah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tetap semangat bekerja meski matanya buta.Meski memiliki keterbatasan fisik, PNS bagian Tata Pemerintahan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka ini tetap bekerja layaknya pegawai normal.Dedi Junaedi sudah 30 tahun lebih mengabdi sebagai PNS di lingkungan Setda Majalengka. Empat tahun lagi dia memasuki masa pensiun. Dia menderita kebutaan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tahun lalu.Setiap hari, PNS Golongan II D ini harus dibantu oleh pegawai lainnya untuk bisa berjalan ke tempat bekerja. Saat berjalan pun dia harus merambat di dinding. Rekan-rekan mengenal Dedi sebagai sosok pekerja yang tidak kenal lelah. Sebelum mengalami kebutaan, pekerjaan mengantar surat dilakoninya meski hujan dan cuaca buruk.Pretasi kerja Dedi yang baik juga diakui Kepala Badan Kepegawaian Daerah Majalengka Ahmad Sodikin. Dia mengakui selama menjadi PNS, Dedi dikenal pegawai yang rajin.Namun akibat kebutaan ini, badan kepegawaian meminta Dedi untuk pensiun dini. Pasalnya, dengan kondisi pengelihatan yang tidak memadai, dikhawatirkan akan semakin membahayakan Dedi.Terkait permintaan pensiun dini Dedi mengaku pasrah, meski demikian dia berharap bisa terus bekerja. Keterbatasan fisik tidak menghalanginya mengabdi sebagai PNS.</content:encoded></item></channel></rss>
