<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Kalau Otaknya Ngeres, Pakai Kebaya pun Dibilang Seronok'</title><description>Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan tidak setuju perempuan di  lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilarang menggunakan busana  yang dianggap seksi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/06/339/588201/kalau-otaknya-ngeres-pakai-kebaya-pun-dibilang-seronok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/06/339/588201/kalau-otaknya-ngeres-pakai-kebaya-pun-dibilang-seronok"/><item><title>'Kalau Otaknya Ngeres, Pakai Kebaya pun Dibilang Seronok'</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/06/339/588201/kalau-otaknya-ngeres-pakai-kebaya-pun-dibilang-seronok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/06/339/588201/kalau-otaknya-ngeres-pakai-kebaya-pun-dibilang-seronok</guid><pubDate>Selasa 06 Maret 2012 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/06/339/588201/axuzS2Hwd2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (dok.okz)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/06/339/588201/axuzS2Hwd2.jpg</image><title>ilustrasi (dok.okz)</title></images><description>JAKARTA- Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan tidak setuju perempuan di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilarang menggunakan busana yang dianggap seksi. &quot;Menurut saya tidak pernah ada pakaian yang dibilang seronok dan ekstrem di DPR,&quot; kata Ramadhan di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2012).Ramadhan menilai, seksi atau tidaknya seorang perempuan tergantung individunya.&quot;Kalau otak kita ngeres pakai kebaya saja bisa ngeres. Otak kita bersihkan dulu,&quot; imbuhnya.Karena itu dia mengkritisi kebijakan Sekretariat Jenderal DPR itu yang dinilai tidak masuk akal. Kebijakan lain yang dia kritisi adalah larangan wartawan bertanya kepada anggota DPR. &quot;Saya lihat di empat benua ini, tidak ada wartawan yang door stop dilarang,&quot; paparnya.Namun menurutnya, ada juga peraturan yang patut diterapkan di DPR. Misalnya larangan menggunakan sendal jepit di lingkungan DPR. &quot;Boleh lah diatur, tapi jangan berlebihan. Contohnya kalau pakai sendal jempit ya jangan dong. Di DPR kita berpikir untuk bekerja dan tidak ada seksi-seksian,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan tidak setuju perempuan di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilarang menggunakan busana yang dianggap seksi. &quot;Menurut saya tidak pernah ada pakaian yang dibilang seronok dan ekstrem di DPR,&quot; kata Ramadhan di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2012).Ramadhan menilai, seksi atau tidaknya seorang perempuan tergantung individunya.&quot;Kalau otak kita ngeres pakai kebaya saja bisa ngeres. Otak kita bersihkan dulu,&quot; imbuhnya.Karena itu dia mengkritisi kebijakan Sekretariat Jenderal DPR itu yang dinilai tidak masuk akal. Kebijakan lain yang dia kritisi adalah larangan wartawan bertanya kepada anggota DPR. &quot;Saya lihat di empat benua ini, tidak ada wartawan yang door stop dilarang,&quot; paparnya.Namun menurutnya, ada juga peraturan yang patut diterapkan di DPR. Misalnya larangan menggunakan sendal jepit di lingkungan DPR. &quot;Boleh lah diatur, tapi jangan berlebihan. Contohnya kalau pakai sendal jempit ya jangan dong. Di DPR kita berpikir untuk bekerja dan tidak ada seksi-seksian,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
