<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mesin Finger Print DPR Bernilai Rp300 Juta</title><description>Mei tahun ini, gedung DPR akan dilengkapi dengan fasilitas presensi finger print.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/09/339/590190/mesin-finger-print-dpr-bernilai-rp300-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/09/339/590190/mesin-finger-print-dpr-bernilai-rp300-juta"/><item><title>Mesin Finger Print DPR Bernilai Rp300 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/09/339/590190/mesin-finger-print-dpr-bernilai-rp300-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/09/339/590190/mesin-finger-print-dpr-bernilai-rp300-juta</guid><pubDate>Jum'at 09 Maret 2012 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/09/339/590190/YSL8ehTHUs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/09/339/590190/YSL8ehTHUs.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mei tahun ini, gedung DPR akan dilengkapi dengan fasilitas presensi finger print. Hal ini dilakukan untuk mengontrol keaktifan para anggota dewan, mengingat seringnya mereka absen dalam rapat.
&amp;nbsp;
Hal ini diungkapkan Soemirat selaku Kepala Biro Pemeliharaan Pembangunan dan Instalasi kepada wartawan di DPR. &quot;Tadi malam sudah dibicarakan spesifikasinya dan sistemnya, nanti kita susun anggaran. Sesuai kesepakatan Mei finger print harus dipasang,&quot; ujarnya kepada wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (09/03/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Soemirat, dana untuk pengadaan ini dianggarkan sebesar kurang lebih Rp300 juta. Ini berkurang banyak dari dana yang diajukan sebelumnya yang mencapai Rp1 miliar.
&amp;nbsp;
&quot;Baru mau dihitung, sederhana, Rp500 juta enggak nyampe. Kira-kira Rp300 juta sekian. Tapi mau dihitung detail kebutuhan supaya enggak salah hitung, supaya enggak salah anggarannya. Setelah itu kan masuk ke dokumen lelang,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Pada kesempatan tersebut, lebih lanjut Soemirat menjelaskan bahwa biaya pengadaan finger print ini bisa ditekan dengan menghilangkan rencana pengadaan CCTV.
&amp;nbsp;
&quot;Iya, kemarin karena rencana pakai sistem visitor management jadi bisa mencapai Rp1 miliar. Itu mahal karena sistemnya. Nah sekarang&amp;nbsp; kita putuskan enggak ada CCTV, ini hanya sidik jari saja. Jumlah finger print yang dipasang mau dihitung dulu sesuai kebutuhan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mei tahun ini, gedung DPR akan dilengkapi dengan fasilitas presensi finger print. Hal ini dilakukan untuk mengontrol keaktifan para anggota dewan, mengingat seringnya mereka absen dalam rapat.
&amp;nbsp;
Hal ini diungkapkan Soemirat selaku Kepala Biro Pemeliharaan Pembangunan dan Instalasi kepada wartawan di DPR. &quot;Tadi malam sudah dibicarakan spesifikasinya dan sistemnya, nanti kita susun anggaran. Sesuai kesepakatan Mei finger print harus dipasang,&quot; ujarnya kepada wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (09/03/2012).
&amp;nbsp;
Menurut Soemirat, dana untuk pengadaan ini dianggarkan sebesar kurang lebih Rp300 juta. Ini berkurang banyak dari dana yang diajukan sebelumnya yang mencapai Rp1 miliar.
&amp;nbsp;
&quot;Baru mau dihitung, sederhana, Rp500 juta enggak nyampe. Kira-kira Rp300 juta sekian. Tapi mau dihitung detail kebutuhan supaya enggak salah hitung, supaya enggak salah anggarannya. Setelah itu kan masuk ke dokumen lelang,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Pada kesempatan tersebut, lebih lanjut Soemirat menjelaskan bahwa biaya pengadaan finger print ini bisa ditekan dengan menghilangkan rencana pengadaan CCTV.
&amp;nbsp;
&quot;Iya, kemarin karena rencana pakai sistem visitor management jadi bisa mencapai Rp1 miliar. Itu mahal karena sistemnya. Nah sekarang&amp;nbsp; kita putuskan enggak ada CCTV, ini hanya sidik jari saja. Jumlah finger print yang dipasang mau dihitung dulu sesuai kebutuhan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
