<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel-Taiwan berencana hibahkan satu skuadron F-5    </title><description>Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara memprogramkan  penerimaan hibah satu skuadron pesawat tempur F-5 dari  Korea Selatan. Proses hibah ini berkaitan dengan pembelian satu skuadron  pesawat tempur ringan T-50 dari negara itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/13/448/591978/korsel-taiwan-berencana-hibahkan-satu-skuadron-f-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/13/448/591978/korsel-taiwan-berencana-hibahkan-satu-skuadron-f-5"/><item><title>Korsel-Taiwan berencana hibahkan satu skuadron F-5    </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/13/448/591978/korsel-taiwan-berencana-hibahkan-satu-skuadron-f-5</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/13/448/591978/korsel-taiwan-berencana-hibahkan-satu-skuadron-f-5</guid><pubDate>Selasa 13 Maret 2012 08:40 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/13/448/591978/wIX3AQu5EN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (dok:Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/13/448/591978/wIX3AQu5EN.jpg</image><title>Ilustrasi (dok:Istimewa)</title></images><description>Sindonews.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) memprogramkan penerimaan hibah satu skuadron (asumsi 16 unit) pesawat tempur F-5 dari Korea Selatan. Proses hibah ini berkaitan dengan pembelian satu skuadron pesawat tempur ringan T-50 dari negara itu. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Azman Yunus mengungkapkan, saat ini program itu sedang berjalan. &quot;Kita programkan satu skuadron (16 unit). Ada kaitannya dengan pembelian pesawat T-50,&quot; katanya di Jakarta kemarin. Untuk mekanismenya, Azman mengaku tidak mengetahui secara mendetail karena proses dilakukan oleh Kementerian Pertahanan. &quot;Prosesnya masih berjalan yang melakukan Kemhan. Tapi memang betul ada program itu,&quot; ungkapnya. Azman mengaku senang jika hibah ini berhasil terealisasi karena akan mendongkrak kekuatan TNI Angkatan Udara. &quot;Hubungan dengan Korea Selatan sekarang ini sedang bagus banget. Kenapa tidak kita terima? Kita sebagai user senang-senang saja diberi,&quot; ucap Azman. Hubungan kedua negara dalam bidang persenjataan militer memang dalam tren positif. Indonesia tercatat memesan 16 pesawat tempur ringan T-50 dan tiga unit kapal selam dari Negeri Gingseng itu. Korea Selatan juga membeli empat unit pesawat angkut CN- 235 dari PT Dirgantara Indonesia. Kedua negara bahkan sedang dalam kerja sama produksi pesawat tempur antiradar generasi 4,5 yakni IFX/KFX. Sebelumnya, Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, pihaknya juga mempertimbangkan hibah pesawat tempur F-5E/F Tiger dari Taiwan.Taiwan merupakan satu sekutu Amerika Serikat. Negara kepulauan itu berhadapan langsung dengan China dan senantiasa mendapat kemudahan dalam pengadaan atau peremajaan arsenal dari Amerika Serikat. &quot;Ya, itu baik, akan kami pertimbangkan,&quot; katanya, usai memimpin serah terima jabatan Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, di Jakarta, Jumat (9/3).&amp;nbsp;Dia mengatakan Taiwan akan menghibahkan sekitar satu skuadron F-5E/F. &quot;Kira-kira jumlahnya satu skuadron,&quot; ungkapnya. Satu skuadron udara berkekuatan antara 12 hingga 20 pesawat terbang . (san)</description><content:encoded>Sindonews.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) memprogramkan penerimaan hibah satu skuadron (asumsi 16 unit) pesawat tempur F-5 dari Korea Selatan. Proses hibah ini berkaitan dengan pembelian satu skuadron pesawat tempur ringan T-50 dari negara itu. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Azman Yunus mengungkapkan, saat ini program itu sedang berjalan. &quot;Kita programkan satu skuadron (16 unit). Ada kaitannya dengan pembelian pesawat T-50,&quot; katanya di Jakarta kemarin. Untuk mekanismenya, Azman mengaku tidak mengetahui secara mendetail karena proses dilakukan oleh Kementerian Pertahanan. &quot;Prosesnya masih berjalan yang melakukan Kemhan. Tapi memang betul ada program itu,&quot; ungkapnya. Azman mengaku senang jika hibah ini berhasil terealisasi karena akan mendongkrak kekuatan TNI Angkatan Udara. &quot;Hubungan dengan Korea Selatan sekarang ini sedang bagus banget. Kenapa tidak kita terima? Kita sebagai user senang-senang saja diberi,&quot; ucap Azman. Hubungan kedua negara dalam bidang persenjataan militer memang dalam tren positif. Indonesia tercatat memesan 16 pesawat tempur ringan T-50 dan tiga unit kapal selam dari Negeri Gingseng itu. Korea Selatan juga membeli empat unit pesawat angkut CN- 235 dari PT Dirgantara Indonesia. Kedua negara bahkan sedang dalam kerja sama produksi pesawat tempur antiradar generasi 4,5 yakni IFX/KFX. Sebelumnya, Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, pihaknya juga mempertimbangkan hibah pesawat tempur F-5E/F Tiger dari Taiwan.Taiwan merupakan satu sekutu Amerika Serikat. Negara kepulauan itu berhadapan langsung dengan China dan senantiasa mendapat kemudahan dalam pengadaan atau peremajaan arsenal dari Amerika Serikat. &quot;Ya, itu baik, akan kami pertimbangkan,&quot; katanya, usai memimpin serah terima jabatan Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, di Jakarta, Jumat (9/3).&amp;nbsp;Dia mengatakan Taiwan akan menghibahkan sekitar satu skuadron F-5E/F. &quot;Kira-kira jumlahnya satu skuadron,&quot; ungkapnya. Satu skuadron udara berkekuatan antara 12 hingga 20 pesawat terbang . (san)</content:encoded></item></channel></rss>
