<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mayat di Dalam Pipa Ternyata Istri Simpanan Majikan</title><description>Korban ternyata istri simpanan pelaku. Agar bisa tinggal serumah, korban diminta berperan sebagai pembantu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/13/519/592452/mayat-di-dalam-pipa-ternyata-istri-simpanan-majikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/13/519/592452/mayat-di-dalam-pipa-ternyata-istri-simpanan-majikan"/><item><title>Mayat di Dalam Pipa Ternyata Istri Simpanan Majikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/13/519/592452/mayat-di-dalam-pipa-ternyata-istri-simpanan-majikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/13/519/592452/mayat-di-dalam-pipa-ternyata-istri-simpanan-majikan</guid><pubDate>Selasa 13 Maret 2012 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/13/519/592452/4ffy5bPAoA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenazah Eka dibawa tim labfor Polrestabes Surabaya (Foto: okezone/Nurul Arifin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/13/519/592452/4ffy5bPAoA.jpg</image><title>Jenazah Eka dibawa tim labfor Polrestabes Surabaya (Foto: okezone/Nurul Arifin)</title></images><description>SURABAYA - Tak butuh waktu lama bagi petugas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, untuk mengungkap kasus pembunuhan Eka Indah Jayanti (sebelumnya ditulis Wijayanti) yang mayatnya ditemukan di dalam pipa.Dari hasil pemeriksaan diketahui Eka, warga Desa Tuko, Kecamatan Pulo Kulon, Kabupaten Grogogan, Jawa Tengah, merupakan istri simpanan Emil Bayu Santoso yang dipastikan sebagai pelaku pembunuhan.Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto menjelaskan, kronologis pembunuhan tersebut.  Pada November 2011 lalu, korban datang ke rumah pelaku.&amp;ldquo;Korban datang ke rumah pelaku di Kawasan Kapas Kerampung memang ingin merusak rumah tangga pelaku,&amp;rdquo; kata Tri usai di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (13/2/2012).Untuk menutupi kedok perselingkuhan ini, Emil meminta korban berperan sebagai pembantu rumah tangga agar bisa tinggal serumah.Yolanda, istri Emil, tidak menaruh curiga. Namun kedok perselingkuhan keduanya terbongkar.Yolanda sempat memergoki suaminya bermesraan dengan Eka hingga terjadi pertengkaran pada 11 Februari 2012 lalu.&amp;rdquo;Tersangka mengaku khilaf hingga akhirnya memukul Eka dengan balok besi tepat di bagian kepala hingga tewas,&amp;rdquo; jelas Tri.Melihat suaminya membunuh Eka, Yolanda berusaha membantu menutupi kejadian tersebut.Jasad pembantu itu sempat dibiarkan tergeletak di atas balkon rumah selama dua hari. Rencananya akan dikubur di taman kecil di lantai 2 rumah pelaku. Namun niat itu dibatalkan karena kondisi tanah tidak memungkinkan untuk memendam mayat.Di depan rumah pelaku terdapat pipa dengan diameter 43 sentimeter dan panjang 173 sentimeter. Akhirya mayat Eka dimasukkan ke dalam pipa tersebut. Mayat dimasukkan dalam kondisi telanjang dan hanya dibungkus plastik.&amp;rdquo;Untuk menghindari agar tidak bau, pipa ditutup menggunakan besi dengan cara dilas listrik. Istri pelaku mengetahui semua aksi suaminya. Mayat korban selama satu bulan berada di dalam pipa itu,&amp;rdquo; beber Tri.</description><content:encoded>SURABAYA - Tak butuh waktu lama bagi petugas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, untuk mengungkap kasus pembunuhan Eka Indah Jayanti (sebelumnya ditulis Wijayanti) yang mayatnya ditemukan di dalam pipa.Dari hasil pemeriksaan diketahui Eka, warga Desa Tuko, Kecamatan Pulo Kulon, Kabupaten Grogogan, Jawa Tengah, merupakan istri simpanan Emil Bayu Santoso yang dipastikan sebagai pelaku pembunuhan.Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto menjelaskan, kronologis pembunuhan tersebut.  Pada November 2011 lalu, korban datang ke rumah pelaku.&amp;ldquo;Korban datang ke rumah pelaku di Kawasan Kapas Kerampung memang ingin merusak rumah tangga pelaku,&amp;rdquo; kata Tri usai di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (13/2/2012).Untuk menutupi kedok perselingkuhan ini, Emil meminta korban berperan sebagai pembantu rumah tangga agar bisa tinggal serumah.Yolanda, istri Emil, tidak menaruh curiga. Namun kedok perselingkuhan keduanya terbongkar.Yolanda sempat memergoki suaminya bermesraan dengan Eka hingga terjadi pertengkaran pada 11 Februari 2012 lalu.&amp;rdquo;Tersangka mengaku khilaf hingga akhirnya memukul Eka dengan balok besi tepat di bagian kepala hingga tewas,&amp;rdquo; jelas Tri.Melihat suaminya membunuh Eka, Yolanda berusaha membantu menutupi kejadian tersebut.Jasad pembantu itu sempat dibiarkan tergeletak di atas balkon rumah selama dua hari. Rencananya akan dikubur di taman kecil di lantai 2 rumah pelaku. Namun niat itu dibatalkan karena kondisi tanah tidak memungkinkan untuk memendam mayat.Di depan rumah pelaku terdapat pipa dengan diameter 43 sentimeter dan panjang 173 sentimeter. Akhirya mayat Eka dimasukkan ke dalam pipa tersebut. Mayat dimasukkan dalam kondisi telanjang dan hanya dibungkus plastik.&amp;rdquo;Untuk menghindari agar tidak bau, pipa ditutup menggunakan besi dengan cara dilas listrik. Istri pelaku mengetahui semua aksi suaminya. Mayat korban selama satu bulan berada di dalam pipa itu,&amp;rdquo; beber Tri.</content:encoded></item></channel></rss>
