<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kontras Minta Transparansi  Pembelian Sukhoi</title><description>Komisi&amp;nbsp; untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) meminta Kementerian Pertahanan transparan dalam pembelian pesawat Sukhoi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/15/339/593936/kontras-minta-transparansi-pembelian-sukhoi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/15/339/593936/kontras-minta-transparansi-pembelian-sukhoi"/><item><title>Kontras Minta Transparansi  Pembelian Sukhoi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/15/339/593936/kontras-minta-transparansi-pembelian-sukhoi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/15/339/593936/kontras-minta-transparansi-pembelian-sukhoi</guid><pubDate>Kamis 15 Maret 2012 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/15/339/593936/cFUDt4o0Zv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(TNI AU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/15/339/593936/cFUDt4o0Zv.jpg</image><title>(TNI AU)</title></images><description>JAKARTA - Komisi&amp;nbsp; untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) meminta Kementerian Pertahanan transparan dalam pembelian pesawat Sukhoi. Kontras mengkhawatirkan kontrak pembelian pesawat itu dari produsen, Rosoboron Export berpotensi merugikan keuangan negara&amp;nbsp; hingga 100 juta dolar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang harus ditutupi adalah strategi perang untuk penggunaan Sukhoi. Untuk itu kami meminta pada komisi I agar menyampaikan ke Menteri Pertahanan,&amp;rdquo; kata Koordinator Kontras Haris Azhar di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
&amp;nbsp;
Sebelumnya hal yang sama terlebih dahulu disampaikan Indonesia Corruption Watch. ICW menemukan indikasi kejanggalan ketidakwajaran harga Sukhoi yang tiap unit dibeli Indonesia seharga 83 juta dolar AS. Padahal, harga resmi dari Rosoboron Export per Agustus 2011 hanya sebesar 60 hingga 70 juta dolar AS per unit.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apakah penting harus ada agen dalam proses ini dan diuntungkan hingga 100 juta dolar?&amp;rdquo; kata Haris.
&amp;nbsp;
Mengenai keberadaan agen ini sudah dibantah oleh Kementerian Pertahanan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Hartind Asri mengatakan, perusahaan Tri Marga Rekatama yang diduga sebagai agen hanyalah rekanan Rosoboron Export di Indonesia.
&amp;nbsp;
Haris pun meminta agar Komisi I tidak memberikan persetujuan finalisasi keputusan pembelian persebut tersebut pada 30 Maret nanti.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi&amp;nbsp; untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) meminta Kementerian Pertahanan transparan dalam pembelian pesawat Sukhoi. Kontras mengkhawatirkan kontrak pembelian pesawat itu dari produsen, Rosoboron Export berpotensi merugikan keuangan negara&amp;nbsp; hingga 100 juta dolar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang harus ditutupi adalah strategi perang untuk penggunaan Sukhoi. Untuk itu kami meminta pada komisi I agar menyampaikan ke Menteri Pertahanan,&amp;rdquo; kata Koordinator Kontras Haris Azhar di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
&amp;nbsp;
Sebelumnya hal yang sama terlebih dahulu disampaikan Indonesia Corruption Watch. ICW menemukan indikasi kejanggalan ketidakwajaran harga Sukhoi yang tiap unit dibeli Indonesia seharga 83 juta dolar AS. Padahal, harga resmi dari Rosoboron Export per Agustus 2011 hanya sebesar 60 hingga 70 juta dolar AS per unit.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apakah penting harus ada agen dalam proses ini dan diuntungkan hingga 100 juta dolar?&amp;rdquo; kata Haris.
&amp;nbsp;
Mengenai keberadaan agen ini sudah dibantah oleh Kementerian Pertahanan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Hartind Asri mengatakan, perusahaan Tri Marga Rekatama yang diduga sebagai agen hanyalah rekanan Rosoboron Export di Indonesia.
&amp;nbsp;
Haris pun meminta agar Komisi I tidak memberikan persetujuan finalisasi keputusan pembelian persebut tersebut pada 30 Maret nanti.</content:encoded></item></channel></rss>
