<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sakit Pencernaan Akut, Villa Mati di Hadapan Induk</title><description>Villa dirawat karena penyakit pencernaan akut. Tim medis sudah berusaha maskimal, namun tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/15/340/593935/sakit-pencernaan-akut-villa-mati-di-hadapan-induk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/15/340/593935/sakit-pencernaan-akut-villa-mati-di-hadapan-induk"/><item><title>Sakit Pencernaan Akut, Villa Mati di Hadapan Induk</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/15/340/593935/sakit-pencernaan-akut-villa-mati-di-hadapan-induk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/15/340/593935/sakit-pencernaan-akut-villa-mati-di-hadapan-induk</guid><pubDate>Kamis 15 Maret 2012 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/15/340/593935/HlAMjR97AJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Villa dan induknya (Dok: WWF Riau)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/15/340/593935/HlAMjR97AJ.jpg</image><title>Villa dan induknya (Dok: WWF Riau)</title></images><description>PEKANBARU - Seekor gajah Sumatera kecil (elephas maximus sumatranus) berusia tiga tahun mati di hadapan induknya di Riau.&amp;nbsp;Humas World Wildlife Fund (WWF) Riau, Syamsidar, menjelaskan gajah itu mati akibat penyakit saluran pencernaan akut saat dipelihara di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.&quot;Gajah kecil itu bernama Villa, selama ini dipelihara bersama induknya Novi dan Dono. Tim medis sudah berusaha maksimal menyembuhkanya, tapi nyawanya tidak tertolong. Induknya juga tidak bisa berbuat banyak,&amp;rdquo; kata Syamsidar, Kamis kepada okezone, Kamis (15/3/2012).Villa merupakan anak gajah yang dibawa oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Yayasan TNTN dan WWF. Villa bersama induknya berasal dari taman rekreasi di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.&amp;rdquo;Rencananya tiga gajah ini akan dijadikan gajah Tim Flying Squad (tim pengusir gajah liar). Mereka dibawa sejak Agustus 2011 ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kita sangat kehilangan dengan matinya Villa,&amp;rdquo; tukasnya.Direktur Yayasan TNTN, Yuliantoni juga menyesali kematian Villa. &amp;ldquo;Kami telah berusaha memberikan perawatan yang baik untuk keselamatanya,&amp;rdquo; ucap Yuliantoni.</description><content:encoded>PEKANBARU - Seekor gajah Sumatera kecil (elephas maximus sumatranus) berusia tiga tahun mati di hadapan induknya di Riau.&amp;nbsp;Humas World Wildlife Fund (WWF) Riau, Syamsidar, menjelaskan gajah itu mati akibat penyakit saluran pencernaan akut saat dipelihara di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.&quot;Gajah kecil itu bernama Villa, selama ini dipelihara bersama induknya Novi dan Dono. Tim medis sudah berusaha maksimal menyembuhkanya, tapi nyawanya tidak tertolong. Induknya juga tidak bisa berbuat banyak,&amp;rdquo; kata Syamsidar, Kamis kepada okezone, Kamis (15/3/2012).Villa merupakan anak gajah yang dibawa oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Yayasan TNTN dan WWF. Villa bersama induknya berasal dari taman rekreasi di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.&amp;rdquo;Rencananya tiga gajah ini akan dijadikan gajah Tim Flying Squad (tim pengusir gajah liar). Mereka dibawa sejak Agustus 2011 ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kita sangat kehilangan dengan matinya Villa,&amp;rdquo; tukasnya.Direktur Yayasan TNTN, Yuliantoni juga menyesali kematian Villa. &amp;ldquo;Kami telah berusaha memberikan perawatan yang baik untuk keselamatanya,&amp;rdquo; ucap Yuliantoni.</content:encoded></item></channel></rss>
