<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Deras, Rumah Sakit Kebanjiran</title><description>Akibat hujan deras yang nyaris tidak ada hentinya dan angin kencang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/15/340/594057/hujan-deras-rumah-sakit-kebanjiran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/15/340/594057/hujan-deras-rumah-sakit-kebanjiran"/><item><title>Hujan Deras, Rumah Sakit Kebanjiran</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/15/340/594057/hujan-deras-rumah-sakit-kebanjiran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/15/340/594057/hujan-deras-rumah-sakit-kebanjiran</guid><pubDate>Kamis 15 Maret 2012 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Mochtar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/15/340/594057/ZgTtCGqWcc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (dok.okz)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/15/340/594057/ZgTtCGqWcc.jpg</image><title>ilustrasi (dok.okz)</title></images><description>MAMUJU- Akibat hujan deras yang nyaris tidak ada hentinya dan angin kencang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju banjir. Ironisnya, genangan itu justru terjadi di ruang Veri Important Person (VIP).Direktur RSUD Mamuju Titin Hayati, mengaku rumah sakitnya belum memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Dia juga memahami keresahan pasiennya.&quot;Kami sudah mengusulkan pembangunan IPAL sebesar satu miliar rupiah pada APBD Mamuju anggaran 2012, namun ditolak. Saya masih berharap dianggarkan pada APBD Perubahan nanti,&quot; katanya, Kamis (15/3/2012).Mestinya, kata Titin, IPAL ini menjadi prioritas saat RSUD dibangun. Sebab pengaruhnya besar pada kesehatan dan kenyamanan. Pada perkembangannya, fasilitas kebersihan yang diakomodir hanya isolator atau alat untuk mengolah limbah kering dengan anggaran sebesar Rp450 juta.Kekurangan ini sudah tentu melahirkan banyak keluhan. Diakui, cukup banyak pasien yang meminta rawat jalan atau dirujuk ke rumah sakit daerah lain.&quot;Ya, itu yang terjadi. Kami hanya bisa membuat saluran darurat yang hasilnya ternyata belum maksimal,&quot; kuncinya.</description><content:encoded>MAMUJU- Akibat hujan deras yang nyaris tidak ada hentinya dan angin kencang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju banjir. Ironisnya, genangan itu justru terjadi di ruang Veri Important Person (VIP).Direktur RSUD Mamuju Titin Hayati, mengaku rumah sakitnya belum memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Dia juga memahami keresahan pasiennya.&quot;Kami sudah mengusulkan pembangunan IPAL sebesar satu miliar rupiah pada APBD Mamuju anggaran 2012, namun ditolak. Saya masih berharap dianggarkan pada APBD Perubahan nanti,&quot; katanya, Kamis (15/3/2012).Mestinya, kata Titin, IPAL ini menjadi prioritas saat RSUD dibangun. Sebab pengaruhnya besar pada kesehatan dan kenyamanan. Pada perkembangannya, fasilitas kebersihan yang diakomodir hanya isolator atau alat untuk mengolah limbah kering dengan anggaran sebesar Rp450 juta.Kekurangan ini sudah tentu melahirkan banyak keluhan. Diakui, cukup banyak pasien yang meminta rawat jalan atau dirujuk ke rumah sakit daerah lain.&quot;Ya, itu yang terjadi. Kami hanya bisa membuat saluran darurat yang hasilnya ternyata belum maksimal,&quot; kuncinya.</content:encoded></item></channel></rss>
