<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Muhaimin: Wajar Ada Pemuda Apatis terhadap Parpol</title><description>Ketua Umum Garda Bangsa, Hanif Dhakiri, mengemukakan bahwa dalam sejarah  politik Indonesia, pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/16/339/594601/muhaimin-wajar-ada-pemuda-apatis-terhadap-parpol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/16/339/594601/muhaimin-wajar-ada-pemuda-apatis-terhadap-parpol"/><item><title>Muhaimin: Wajar Ada Pemuda Apatis terhadap Parpol</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/16/339/594601/muhaimin-wajar-ada-pemuda-apatis-terhadap-parpol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/16/339/594601/muhaimin-wajar-ada-pemuda-apatis-terhadap-parpol</guid><pubDate>Jum'at 16 Maret 2012 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/16/339/594601/TYp8TLUeR4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muhaimin Iskandar (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/16/339/594601/TYp8TLUeR4.jpg</image><title>Muhaimin Iskandar (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan, sejalan dengan perjalanan Bangsa Indonesia yang sedang mematangkan demokrasi dan politik, maka sangat wajar jika masih ada kecenderungan apatisme kalangan muda terhadap politik dan parpol.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Untuk mencapai kematangan dalam proses pembentukan demokrasi dan politik itu, memang memerlukan fase atau tahapan-tahapan yang harus dilalui,&amp;rdquo; kata Muhaimin dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (16/3/2012).
&amp;nbsp;
Dia mencontohkan di negara maju seperti Amerika Serikat, yang lebih maju dan matang demokrasinya membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun sebelum mencapai kondisi seperti sekarang ini.
&amp;nbsp;
&quot;Indonesia hanya butuh puluhan tahun dalam percepatan proses berdemokrasi,&amp;nbsp; yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Diperkirakan bangsa ini hanya butuh paling lama 20 tahun untuk mencapai kematangan berdemokrasinya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Muhaimin&amp;nbsp; masih memandang wajar adanya kecenderungan masyarakat saat ini, khususnya dikalangan para pemuda, merasa antipati terhadap politik atau parpol apabila membandingkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk pendewasaan berpolitik antara Indonesia dengan negara-negara lainnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu Ketua Umum Garda Bangsa, Hanif Dhakiri, mengemukakan bahwa dalam sejarah politik Indonesia, pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis dalam setiap perubahan dan peristiwa kebangsaan. Bahkan dapat dikatakan bahwa pemuda menjadi tulang punggung dari perubahan politik dan perjuangan bangsa.
&amp;nbsp;
&quot;Sejumlah peristiwa penting dan peran strategis tersebut menjadi bukti pentingnya eksistensi kaum muda dalam kancah politik tanah air,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Tentu, sambung dia, kita tak ingin peran strategis itu berhenti. Lebih lanjut dia menegaskan ada beberapa agenda politik yang menjadi tantangan politik pemuda saat ini. Yaitu melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apatisme kaum muda terhadap situasi dan perubahan politik telah berimplikasi pada lemahnya gerakan politik kaum muda saat ini. Padahal, bangsa Indonesia membutuhkan figur-figur baru dan politisi muda untuk melanjutkan estafet gerakan politik generasi sekarang,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan, sejalan dengan perjalanan Bangsa Indonesia yang sedang mematangkan demokrasi dan politik, maka sangat wajar jika masih ada kecenderungan apatisme kalangan muda terhadap politik dan parpol.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Untuk mencapai kematangan dalam proses pembentukan demokrasi dan politik itu, memang memerlukan fase atau tahapan-tahapan yang harus dilalui,&amp;rdquo; kata Muhaimin dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (16/3/2012).
&amp;nbsp;
Dia mencontohkan di negara maju seperti Amerika Serikat, yang lebih maju dan matang demokrasinya membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun sebelum mencapai kondisi seperti sekarang ini.
&amp;nbsp;
&quot;Indonesia hanya butuh puluhan tahun dalam percepatan proses berdemokrasi,&amp;nbsp; yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Diperkirakan bangsa ini hanya butuh paling lama 20 tahun untuk mencapai kematangan berdemokrasinya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Muhaimin&amp;nbsp; masih memandang wajar adanya kecenderungan masyarakat saat ini, khususnya dikalangan para pemuda, merasa antipati terhadap politik atau parpol apabila membandingkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk pendewasaan berpolitik antara Indonesia dengan negara-negara lainnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu Ketua Umum Garda Bangsa, Hanif Dhakiri, mengemukakan bahwa dalam sejarah politik Indonesia, pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis dalam setiap perubahan dan peristiwa kebangsaan. Bahkan dapat dikatakan bahwa pemuda menjadi tulang punggung dari perubahan politik dan perjuangan bangsa.
&amp;nbsp;
&quot;Sejumlah peristiwa penting dan peran strategis tersebut menjadi bukti pentingnya eksistensi kaum muda dalam kancah politik tanah air,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Tentu, sambung dia, kita tak ingin peran strategis itu berhenti. Lebih lanjut dia menegaskan ada beberapa agenda politik yang menjadi tantangan politik pemuda saat ini. Yaitu melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apatisme kaum muda terhadap situasi dan perubahan politik telah berimplikasi pada lemahnya gerakan politik kaum muda saat ini. Padahal, bangsa Indonesia membutuhkan figur-figur baru dan politisi muda untuk melanjutkan estafet gerakan politik generasi sekarang,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
