<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Pertahanan Dilaporkan ke KPK</title><description>Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan melaporkan  Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, ke KPK terkait pembelian pesawat Sukhoi dari Pemerintah Rusia. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/20/339/596505/menteri-pertahanan-dilaporkan-ke-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/20/339/596505/menteri-pertahanan-dilaporkan-ke-kpk"/><item><title>Menteri Pertahanan Dilaporkan ke KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/20/339/596505/menteri-pertahanan-dilaporkan-ke-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/20/339/596505/menteri-pertahanan-dilaporkan-ke-kpk</guid><pubDate>Selasa 20 Maret 2012 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/20/339/596505/lymuuDTHvK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Purnomo Yusgiantoro</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/20/339/596505/lymuuDTHvK.jpg</image><title>Purnomo Yusgiantoro</title></images><description>JAKARTA- Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan melaporkan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembelian pesawat Sukhoi dari Pemerintah Rusia. Juru bicara koalisi, Poengky Indarti, mengatakan Purnomo diduga menggelembungkan dana APBN tahun anggaran 2010-2014 ntuk membeli Alat Utama Sistem Persenjataan untuk TNI.&quot;Hari ini kami rencananya diterima oleh ketua KPK,&quot; kata Poengky di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 20/3/2012.Koalisi tersebut terdiri dari sejumlah organisasi swadaya masyarakat, antara lain, ICW, Kontras, Imparsial, IDSPS dan Elsham. Mereka mendatangi KPK pada pukul 10.30 WIB.Poengky menuding Purnomo menguras kas negara hingga USD73 juta. Dia mengatakan koalisi menyertakan hitung-hitungan kerugian negara dalam laporan yang dibuat. &quot;Surat-surat, perhitungan-perhitungan yang menimbulkan kerugian negara. Modus menggunakan agen, rekanan. Padahal tidak perlu pakai rekanan,&quot; tegas Poengky.Menurut Poengky dalam pembelian Alutsista, pemerintah dilarang melibatkan perusahaan rekanan. Sebab, kata Poengky, jual beli dilakukan oleh dua negara. &quot;Pemerintah Rusia punya perusahaan sendiri. Mereka punya kantor di sini. Namun, operasional pembelian malah dilakukan oleh Trimarga. Kecurigaan lain adalah kredit ekspor. Ini banyak ruginya. Buat rekanan akan ada fee sekitar 15 persen,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA- Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan melaporkan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembelian pesawat Sukhoi dari Pemerintah Rusia. Juru bicara koalisi, Poengky Indarti, mengatakan Purnomo diduga menggelembungkan dana APBN tahun anggaran 2010-2014 ntuk membeli Alat Utama Sistem Persenjataan untuk TNI.&quot;Hari ini kami rencananya diterima oleh ketua KPK,&quot; kata Poengky di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 20/3/2012.Koalisi tersebut terdiri dari sejumlah organisasi swadaya masyarakat, antara lain, ICW, Kontras, Imparsial, IDSPS dan Elsham. Mereka mendatangi KPK pada pukul 10.30 WIB.Poengky menuding Purnomo menguras kas negara hingga USD73 juta. Dia mengatakan koalisi menyertakan hitung-hitungan kerugian negara dalam laporan yang dibuat. &quot;Surat-surat, perhitungan-perhitungan yang menimbulkan kerugian negara. Modus menggunakan agen, rekanan. Padahal tidak perlu pakai rekanan,&quot; tegas Poengky.Menurut Poengky dalam pembelian Alutsista, pemerintah dilarang melibatkan perusahaan rekanan. Sebab, kata Poengky, jual beli dilakukan oleh dua negara. &quot;Pemerintah Rusia punya perusahaan sendiri. Mereka punya kantor di sini. Namun, operasional pembelian malah dilakukan oleh Trimarga. Kecurigaan lain adalah kredit ekspor. Ini banyak ruginya. Buat rekanan akan ada fee sekitar 15 persen,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
