<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Kerjakan PR, Guru Telanjangi Siswa</title><description>Gara-gara tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR), Seorang guru Sekolah  Dasar di Denpasar menghukum siswanya dengan menyuruh sang murid membuka  baju.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/20/340/596895/tak-kerjakan-pr-guru-telanjangi-siswa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/20/340/596895/tak-kerjakan-pr-guru-telanjangi-siswa"/><item><title>Tak Kerjakan PR, Guru Telanjangi Siswa</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/20/340/596895/tak-kerjakan-pr-guru-telanjangi-siswa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/20/340/596895/tak-kerjakan-pr-guru-telanjangi-siswa</guid><pubDate>Selasa 20 Maret 2012 21:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/20/340/596895/z0ivGwroCI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pencabulan (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/20/340/596895/z0ivGwroCI.jpg</image><title>Ilustrasi pencabulan (Foto: Ist)</title></images><description>DENPASAR- Gara-gara tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR), Seorang guru Sekolah Dasar di Denpasar menghukum siswanya dengan menyuruh sang murid membuka baju.Tindakan tidak terpuji dilakukan oknum guru berinisial MS di SD 9 Padangsambian, Denpasar.Selain meminta muridnya membuka baju, sang guru juga menambah hukuman agar berdiri di luar ruang kelas selama hampir satu jam.&quot;Kejadian seperti itu cukup melukai perasaan saya sebagai orangtua dan menimbulkan trauma anak saya,&quot; ujar Rina, orangtua siswa, kepada wartawan di Denpasar, Selasa (20/3/2012).Peristiwa itu terjadi sebelum ujian pemantapan SD sekira dua pekan lalu. Saat itu, ada tiga orang siswa kelas IV (termasuk IGE, putra Rina) dihukum gara-gara tidak mengerjakan PR Bahasa Indonesia.&amp;ldquo;Sebagai orangtua siswa, kami sangat menyesalkan masih ada hukuman yang sangat tidak mendidik seperti itu,&amp;rdquo; ujar Rina.Awalnya dia tidak mempersoalkan kejadian tersebut, namun dampak hukuman itu rupanya berpengaruh negatif bagi psikologis anaknya.Pascakejadian, putranya trauma dan merasa ketakutan setiap ke sekolah dan melihat guru yang menghukumnya. Putranya, sambung Rina, sempat tidak mau masuk sekolah beberapa hari karena ketakutan.Peristiwa itu tidak dilaporkan karena pihak Kepala SDN 9 Padangsambian I Nyoman Sukarja beriktikad menuntaskan masalah tersebut. Hanya saja, pada Senin 19 Maret lalu MS mengajar di kelas dan anaknya kembali ketakutan dan gemetaran.Dia berharap, kepala sekolah atau Disdikpora Kota Denpasar secepatnya menuntaskan permasalahan tersebut.Sementara Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Denpasar Barat, I Made Suparta mengaku telah mendengar informasi hal itu. Dirinya juga telah dihubungi Kepala Disdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya untuk mengecek kebenarannya.&amp;ldquo;Saya belum bisa menghubungi pihak kepala sekolah, permasalahan ini secapatnya dibahas mencari solusi yang bijak agar tidak sampai berlarut-larut,&amp;rdquo; ucapnya kepada wartawan secara terpisah.</description><content:encoded>DENPASAR- Gara-gara tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR), Seorang guru Sekolah Dasar di Denpasar menghukum siswanya dengan menyuruh sang murid membuka baju.Tindakan tidak terpuji dilakukan oknum guru berinisial MS di SD 9 Padangsambian, Denpasar.Selain meminta muridnya membuka baju, sang guru juga menambah hukuman agar berdiri di luar ruang kelas selama hampir satu jam.&quot;Kejadian seperti itu cukup melukai perasaan saya sebagai orangtua dan menimbulkan trauma anak saya,&quot; ujar Rina, orangtua siswa, kepada wartawan di Denpasar, Selasa (20/3/2012).Peristiwa itu terjadi sebelum ujian pemantapan SD sekira dua pekan lalu. Saat itu, ada tiga orang siswa kelas IV (termasuk IGE, putra Rina) dihukum gara-gara tidak mengerjakan PR Bahasa Indonesia.&amp;ldquo;Sebagai orangtua siswa, kami sangat menyesalkan masih ada hukuman yang sangat tidak mendidik seperti itu,&amp;rdquo; ujar Rina.Awalnya dia tidak mempersoalkan kejadian tersebut, namun dampak hukuman itu rupanya berpengaruh negatif bagi psikologis anaknya.Pascakejadian, putranya trauma dan merasa ketakutan setiap ke sekolah dan melihat guru yang menghukumnya. Putranya, sambung Rina, sempat tidak mau masuk sekolah beberapa hari karena ketakutan.Peristiwa itu tidak dilaporkan karena pihak Kepala SDN 9 Padangsambian I Nyoman Sukarja beriktikad menuntaskan masalah tersebut. Hanya saja, pada Senin 19 Maret lalu MS mengajar di kelas dan anaknya kembali ketakutan dan gemetaran.Dia berharap, kepala sekolah atau Disdikpora Kota Denpasar secepatnya menuntaskan permasalahan tersebut.Sementara Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Denpasar Barat, I Made Suparta mengaku telah mendengar informasi hal itu. Dirinya juga telah dihubungi Kepala Disdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya untuk mengecek kebenarannya.&amp;ldquo;Saya belum bisa menghubungi pihak kepala sekolah, permasalahan ini secapatnya dibahas mencari solusi yang bijak agar tidak sampai berlarut-larut,&amp;rdquo; ucapnya kepada wartawan secara terpisah.</content:encoded></item></channel></rss>
