<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lobi Politik Warnai Pemilihan Ketua KPU dan Bawaslu di DPR</title><description>Anggota Komisi II DPR Ganjar Pranowo mengakui adanya lobi-lobi politik  dalam proses pemilihan calon Ketua KPU dan Bawaslu yang tengah diseleksi  di Komisi II DPR.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/21/339/597294/lobi-politik-warnai-pemilihan-ketua-kpu-dan-bawaslu-di-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/21/339/597294/lobi-politik-warnai-pemilihan-ketua-kpu-dan-bawaslu-di-dpr"/><item><title>Lobi Politik Warnai Pemilihan Ketua KPU dan Bawaslu di DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/21/339/597294/lobi-politik-warnai-pemilihan-ketua-kpu-dan-bawaslu-di-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/21/339/597294/lobi-politik-warnai-pemilihan-ketua-kpu-dan-bawaslu-di-dpr</guid><pubDate>Rabu 21 Maret 2012 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/21/339/597294/lEg5j5shro.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/21/339/597294/lEg5j5shro.jpg</image><title>ilustrasi (okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi II DPR Ganjar Pranowo mengakui adanya lobi-lobi politik dalam proses pemilihan calon Ketua KPU dan Bawaslu yang tengah diseleksi di Komisi II DPR. Meski demikian, transaksi politik tersebut belum tentu diterima begitu saja oleh anggota DPR.&quot;Tidak bisa dipungkiri satu dua orang pasti berkomunikasi. Tapi soal diterima apa tidak itu sangat tergantung pada sikap politik masing-masing partai. Itu sangat relatif,&quot; ujar Ganjar kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/03/2012).Namun, Ganjar mengaku bahwa peluang pemenangan lewat transaksi politik tersebut sangat kecil. Karena para calon Ketua KPU dan Bawaslu tersebut sejak awal mengikuti seleksi di pansel.&quot;Agak sulit kalau mau mentransaksikan. Kalau kita mau transaksi ya dari awal. Tapi dari awal kan mereka melalui seleksi di pansel. Agak sulit kita menjagokan satu atau dua orang,&quot; urainya.Saat ditanya apakah pernah ada calon yang melakukan transaksi dengan fraksi selain PDIP, Ganjar mengaku tidak mengetahuinya. Bahkan dia mengatakan bahwa transaksi tersebut sangat tidak mungkin, kecuali memang ada hubungan personal.&quot;Kalau transaksi dengan fraksi lain saya enggak tahu ya. Kalau toh ada itu ya kadarnya paling 10 persen. Mungkin pernah ada ikatan relasi pribadi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi II DPR Ganjar Pranowo mengakui adanya lobi-lobi politik dalam proses pemilihan calon Ketua KPU dan Bawaslu yang tengah diseleksi di Komisi II DPR. Meski demikian, transaksi politik tersebut belum tentu diterima begitu saja oleh anggota DPR.&quot;Tidak bisa dipungkiri satu dua orang pasti berkomunikasi. Tapi soal diterima apa tidak itu sangat tergantung pada sikap politik masing-masing partai. Itu sangat relatif,&quot; ujar Ganjar kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/03/2012).Namun, Ganjar mengaku bahwa peluang pemenangan lewat transaksi politik tersebut sangat kecil. Karena para calon Ketua KPU dan Bawaslu tersebut sejak awal mengikuti seleksi di pansel.&quot;Agak sulit kalau mau mentransaksikan. Kalau kita mau transaksi ya dari awal. Tapi dari awal kan mereka melalui seleksi di pansel. Agak sulit kita menjagokan satu atau dua orang,&quot; urainya.Saat ditanya apakah pernah ada calon yang melakukan transaksi dengan fraksi selain PDIP, Ganjar mengaku tidak mengetahuinya. Bahkan dia mengatakan bahwa transaksi tersebut sangat tidak mungkin, kecuali memang ada hubungan personal.&quot;Kalau transaksi dengan fraksi lain saya enggak tahu ya. Kalau toh ada itu ya kadarnya paling 10 persen. Mungkin pernah ada ikatan relasi pribadi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
