<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPATK: Banyak Jaksa Eselon IV Punya Rekening Gendut</title><description>Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf memaparkan, berdasarkan Laporan Hasil Analisa (LHA) rekening gendut jaksa, umumnya diketahui milik kalangan Eselon IV.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/22/339/598236/ppatk-banyak-jaksa-eselon-iv-punya-rekening-gendut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/22/339/598236/ppatk-banyak-jaksa-eselon-iv-punya-rekening-gendut"/><item><title>PPATK: Banyak Jaksa Eselon IV Punya Rekening Gendut</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/22/339/598236/ppatk-banyak-jaksa-eselon-iv-punya-rekening-gendut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/22/339/598236/ppatk-banyak-jaksa-eselon-iv-punya-rekening-gendut</guid><pubDate>Kamis 22 Maret 2012 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/22/339/598236/cuVNBM7whM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Heru H/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/22/339/598236/cuVNBM7whM.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Heru H/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf memaparkan, berdasarkan Laporan Hasil Analisa (LHA) rekening gendut jaksa, umumnya diketahui milik kalangan Eselon IV.
&amp;nbsp;
&quot;Sekarang rata-rata karena juga kecil, Eselon IV, ada yang tidak punya eselon, ada yang mantan,&quot; ungkap Yusuf di Kejagung, Kamis (22/3/2012).
&amp;nbsp;
Ketika ditanyakan ada beberapa jaksa yang berasal dari Eselon I, Yusuf membantahnya. &quot;Enggak ada (rekening gendut), tidak besar, saya katakan tidak besar dibanding yang kita laporkan dari instansi lain,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Berdasarkan LHA terkait rekening gendut jaksa, sejak 2008 sampai 2011 memang ada. Tapi menegaskan bahwa jumlahnya tidak besar. &quot;Ada ke kejaksaan, ada juga yang ke Kepolisian. Tapi jumlahnya kecil, dari 2008 sampai 2011,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;
Diakuinya ada 12 transaksi jaksa yang dicurigainya dan tiga orang sudah pensiun. &quot;Itu sekarang tiga sudah pensiun. Bukan sembilan jaksa loh. 12 transaksi tidak mewakili jumlahnya. Seperti Urip itu ada tiga transaksinya. Itu termasuk yang dilaporkan,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
&quot;Itu dia jadi kompilasi 12 transaksi itu termasuk dia, termasuk yang sudah pensiun. Saat ini sekira lima atau empat orang (jaksa),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf memaparkan, berdasarkan Laporan Hasil Analisa (LHA) rekening gendut jaksa, umumnya diketahui milik kalangan Eselon IV.
&amp;nbsp;
&quot;Sekarang rata-rata karena juga kecil, Eselon IV, ada yang tidak punya eselon, ada yang mantan,&quot; ungkap Yusuf di Kejagung, Kamis (22/3/2012).
&amp;nbsp;
Ketika ditanyakan ada beberapa jaksa yang berasal dari Eselon I, Yusuf membantahnya. &quot;Enggak ada (rekening gendut), tidak besar, saya katakan tidak besar dibanding yang kita laporkan dari instansi lain,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Berdasarkan LHA terkait rekening gendut jaksa, sejak 2008 sampai 2011 memang ada. Tapi menegaskan bahwa jumlahnya tidak besar. &quot;Ada ke kejaksaan, ada juga yang ke Kepolisian. Tapi jumlahnya kecil, dari 2008 sampai 2011,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;
Diakuinya ada 12 transaksi jaksa yang dicurigainya dan tiga orang sudah pensiun. &quot;Itu sekarang tiga sudah pensiun. Bukan sembilan jaksa loh. 12 transaksi tidak mewakili jumlahnya. Seperti Urip itu ada tiga transaksinya. Itu termasuk yang dilaporkan,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
&quot;Itu dia jadi kompilasi 12 transaksi itu termasuk dia, termasuk yang sudah pensiun. Saat ini sekira lima atau empat orang (jaksa),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
