<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemberian BLSM Perlu Libatkan Tokoh Masyarakat</title><description>Rencana pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)  dikhawatirkan akan memunculkan konflik di tengah masyarakat apabila  pembagiannya tidak merata. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/26/337/599955/pemberian-blsm-perlu-libatkan-tokoh-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/26/337/599955/pemberian-blsm-perlu-libatkan-tokoh-masyarakat"/><item><title>Pemberian BLSM Perlu Libatkan Tokoh Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/26/337/599955/pemberian-blsm-perlu-libatkan-tokoh-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/26/337/599955/pemberian-blsm-perlu-libatkan-tokoh-masyarakat</guid><pubDate>Senin 26 Maret 2012 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/26/337/599955/HNxbQnXMKC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/26/337/599955/HNxbQnXMKC.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Rencana pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dikhawatirkan akan memunculkan konflik di tengah masyarakat apabila pembagiannya tidak merata. Oleh karenanya, perlu bantuan tokoh  masyarakat dalam melakukan pendataan terhadap yang berhak mendapatkan  BLSM.  &quot;Jika pemberian BLSM atau BLT (Bantuan Langsung Tunai) itu tidak merata  kepada masyarakat miskin maka potensi konflik sosial akan terjadi,  karena nantinya akan muncul kecemburuan sosial antara masyarakat yang  mendapatkan dan masyarakat miskin yang tidak mendapatkan dana tersebut,&quot; terang&amp;nbsp; Koordinator Gerakan Pemuda untuk Perubahan Kota Bekasi, Achmad  Edwin Sholihin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/3/2012).  Ditambahkanya, pemerintah harus bisa melakukan proses  pendataan secara tepat agar proses pemberian BLSM betul-betul  diterima masyarakat miskin yang membutuhkan.  &quot;Harus secara benar mendata jumlah orang miskin yang ada di Indonesia,  dimana alamatnya dan siapa orangnya, agar betul-betul sampai kepada yang  membutuhkan tersebut,&quot; tegasnya.  Selain itu, lanjutnya, dalam pembagian BLSM nantinya juga harus  melibatkan tokoh masyarakat. Hal itu perlu agar bantuan yang diberikan  tepat sasaran.  &quot;RT/RW itu harus juga terjun langsung, karena mereka yang tahu mana  masyarakat miskin yang membutuhkan mana masyarakat yang tidak  membutuhkan dana BLSM itu,&quot; tuturnya. Sehingga lanjut Achmad, pihaknya berencana mengadakan pertemuan dengan warga Kampung  Pondok Ungu, Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi, agar masyarakat  miskin dikawasan itu dapat mengetahui proses pemberian BLSM dan ikut  mengawasi pemberiannya, sehingga mereka yang dinilai sebagai masyarakat  kurang mampu tersebut bisa mendapatkan haknya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rencana pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dikhawatirkan akan memunculkan konflik di tengah masyarakat apabila pembagiannya tidak merata. Oleh karenanya, perlu bantuan tokoh  masyarakat dalam melakukan pendataan terhadap yang berhak mendapatkan  BLSM.  &quot;Jika pemberian BLSM atau BLT (Bantuan Langsung Tunai) itu tidak merata  kepada masyarakat miskin maka potensi konflik sosial akan terjadi,  karena nantinya akan muncul kecemburuan sosial antara masyarakat yang  mendapatkan dan masyarakat miskin yang tidak mendapatkan dana tersebut,&quot; terang&amp;nbsp; Koordinator Gerakan Pemuda untuk Perubahan Kota Bekasi, Achmad  Edwin Sholihin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/3/2012).  Ditambahkanya, pemerintah harus bisa melakukan proses  pendataan secara tepat agar proses pemberian BLSM betul-betul  diterima masyarakat miskin yang membutuhkan.  &quot;Harus secara benar mendata jumlah orang miskin yang ada di Indonesia,  dimana alamatnya dan siapa orangnya, agar betul-betul sampai kepada yang  membutuhkan tersebut,&quot; tegasnya.  Selain itu, lanjutnya, dalam pembagian BLSM nantinya juga harus  melibatkan tokoh masyarakat. Hal itu perlu agar bantuan yang diberikan  tepat sasaran.  &quot;RT/RW itu harus juga terjun langsung, karena mereka yang tahu mana  masyarakat miskin yang membutuhkan mana masyarakat yang tidak  membutuhkan dana BLSM itu,&quot; tuturnya. Sehingga lanjut Achmad, pihaknya berencana mengadakan pertemuan dengan warga Kampung  Pondok Ungu, Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi, agar masyarakat  miskin dikawasan itu dapat mengetahui proses pemberian BLSM dan ikut  mengawasi pemberiannya, sehingga mereka yang dinilai sebagai masyarakat  kurang mampu tersebut bisa mendapatkan haknya.</content:encoded></item></channel></rss>
