<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyakit &quot;Mengangguk&quot; Buat Bocah Afrika Seperti Mayat Hidup</title><description>Penyakit misterius kian menyebar di wilayah Afrika dan membuat para  bocah-bocah seperti layaknya mayat hidup. Penyakit itu sering disebut  dengan nama &quot;penyakit mengangguk.&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/27/414/600634/penyakit-mengangguk-buat-bocah-afrika-seperti-mayat-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/27/414/600634/penyakit-mengangguk-buat-bocah-afrika-seperti-mayat-hidup"/><item><title>Penyakit &quot;Mengangguk&quot; Buat Bocah Afrika Seperti Mayat Hidup</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/27/414/600634/penyakit-mengangguk-buat-bocah-afrika-seperti-mayat-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/27/414/600634/penyakit-mengangguk-buat-bocah-afrika-seperti-mayat-hidup</guid><pubDate>Selasa 27 Maret 2012 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Aulia Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/27/414/600634/2Ls9kMO2A0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Korban penyakit mengangguk (CNN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/27/414/600634/2Ls9kMO2A0.jpg</image><title>Foto : Korban penyakit mengangguk (CNN)</title></images><description>KAMPALA - Penyakit misterius kian menyebar di wilayah Afrika dan membuat para bocah-bocah seperti layaknya mayat hidup. Penyakit itu sering disebut dengan nama &quot;penyakit mengangguk.&quot;Bocah-bocah yang terjangkit penyakit misterius itu mengalami perilaku aneh, mereka tampak kebingungan dan bahkan melukai dirinya sendiri. Salah satu gejala yang dialami korban penyakit mengangguk adalah tertidur dengan mata tertutup dengan kepala yang terkulai, meski dirinya tidak dalam keadaan terbaring dan tidak lelah.Sementara itu gejala lainnya yang dialami korban penyakit ini adalah terhambatnya pertumbuhan dan menurunnya kemampuan kognitif. Beberapa di antara mereka juga menderita epilepsi dan kekurangan nutrisi. Namun, satu-satunya gejala yang mengerikan adalah pada saat bocah itu mulai berjalan-jalan dan dengan tak sadarkan diri hingga mereka tersesat di semak-semak. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Selasa (27/3/2012)Salah seorang warga Uganda terpaksa mengikat putrinya ketika dirinya meninggalkan rumah. Dia takut putrinya hilang karena penyakitnya. Perempuan itu mengaku, putrinya lahir dengan keadaan normal dan saat ini, putrinya yang berusia 13 tahun hanya tinggal di rumah dan tidak sanggup menulis. Penyakit ini sudah menyebar di Afrika dan umumnya menyerang bocah berusia lima hingga 15 tahun di negara Uganda, Sudan, dan Tanzania. Banyak pula bocah yang tewas akibat penyakit itu karena jatuh atau bahkan tenggelam. Dokter pun kerap menggunakan obat epilepsi untuk menangkal penyakit itu, namun obat itu ternyata tidak dapat bekerja secara cepat dalam menahan laju penyebaran gejala penyakit itu.</description><content:encoded>KAMPALA - Penyakit misterius kian menyebar di wilayah Afrika dan membuat para bocah-bocah seperti layaknya mayat hidup. Penyakit itu sering disebut dengan nama &quot;penyakit mengangguk.&quot;Bocah-bocah yang terjangkit penyakit misterius itu mengalami perilaku aneh, mereka tampak kebingungan dan bahkan melukai dirinya sendiri. Salah satu gejala yang dialami korban penyakit mengangguk adalah tertidur dengan mata tertutup dengan kepala yang terkulai, meski dirinya tidak dalam keadaan terbaring dan tidak lelah.Sementara itu gejala lainnya yang dialami korban penyakit ini adalah terhambatnya pertumbuhan dan menurunnya kemampuan kognitif. Beberapa di antara mereka juga menderita epilepsi dan kekurangan nutrisi. Namun, satu-satunya gejala yang mengerikan adalah pada saat bocah itu mulai berjalan-jalan dan dengan tak sadarkan diri hingga mereka tersesat di semak-semak. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Selasa (27/3/2012)Salah seorang warga Uganda terpaksa mengikat putrinya ketika dirinya meninggalkan rumah. Dia takut putrinya hilang karena penyakitnya. Perempuan itu mengaku, putrinya lahir dengan keadaan normal dan saat ini, putrinya yang berusia 13 tahun hanya tinggal di rumah dan tidak sanggup menulis. Penyakit ini sudah menyebar di Afrika dan umumnya menyerang bocah berusia lima hingga 15 tahun di negara Uganda, Sudan, dan Tanzania. Banyak pula bocah yang tewas akibat penyakit itu karena jatuh atau bahkan tenggelam. Dokter pun kerap menggunakan obat epilepsi untuk menangkal penyakit itu, namun obat itu ternyata tidak dapat bekerja secara cepat dalam menahan laju penyebaran gejala penyakit itu.</content:encoded></item></channel></rss>
