<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi demo buruh Spanyol berakhir ricuh</title><description>Aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar oleh serikat pekerja Spanyol berakhir ricuh</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/30/468/602442/aksi-demo-buruh-spanyol-berakhir-ricuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/30/468/602442/aksi-demo-buruh-spanyol-berakhir-ricuh"/><item><title>Aksi demo buruh Spanyol berakhir ricuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/30/468/602442/aksi-demo-buruh-spanyol-berakhir-ricuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/30/468/602442/aksi-demo-buruh-spanyol-berakhir-ricuh</guid><pubDate>Jum'at 30 Maret 2012 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Yesi Syelvia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/30/468/602442/LcukjPmmML.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi demo berkhir ricuh di Spanyol (pqlr.co.uk)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/30/468/602442/LcukjPmmML.jpg</image><title>Aksi demo berkhir ricuh di Spanyol (pqlr.co.uk)</title></images><description>Sindonews.com - Aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar oleh serikat pekerja Spanyol berakhir ricuh. Bentrok antara kepolisian Spanyol dan 800 ribu orang serikat pekerja Spanyol tidak dapat terelakan.
&amp;nbsp;
Awalnya aksi demo berlangsung damai, namun menjadi ricuh setelah sejumlah pendemo di Barcelona memecahkan kaca jendela bank, toko dan membakar tempat sampah, sepeda motor bahkan sebuah kedai kopi milik Starbucks.
&amp;nbsp;
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk Kamis, (29/3/2012) 80 ribu aparat kepolisian yang disiagakan Pemerintah Spanyol terpaksa menyemprotkan gas air mata dan mengarahkan tongkat pemukul pada demonstran.
&amp;nbsp;
Serikat pekerja mengatakan 80 persen buruh terlibat dalam aksi ini. Mereka mendapatkan dukungan dari pabrik mobil dan perusahaan industri lainnya.
&amp;nbsp;
Mereka memprotes undang-undang ketenagakerjaan yang dengan mudahnya memecat karyawan. Undang-undang ketenagakerjaan yang baru ini dikeluarkan pada Februari lalu. Dalam undang-undang ini mereka juga memotong upah tahunan menjadi 33 hari dari 45 hari.
&amp;nbsp;
Sementara itu, pemerintah Spanyol mengatakan bahwa reformasi UU Tenaga Kerja akan menciptakan sebuah sistem yang lebih fleksibel untuk iklim bisnis dan lowongan pekerjaan, dimana selama ini kondisi keuangan stagnan. (bro)


</description><content:encoded>Sindonews.com - Aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar oleh serikat pekerja Spanyol berakhir ricuh. Bentrok antara kepolisian Spanyol dan 800 ribu orang serikat pekerja Spanyol tidak dapat terelakan.
&amp;nbsp;
Awalnya aksi demo berlangsung damai, namun menjadi ricuh setelah sejumlah pendemo di Barcelona memecahkan kaca jendela bank, toko dan membakar tempat sampah, sepeda motor bahkan sebuah kedai kopi milik Starbucks.
&amp;nbsp;
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk Kamis, (29/3/2012) 80 ribu aparat kepolisian yang disiagakan Pemerintah Spanyol terpaksa menyemprotkan gas air mata dan mengarahkan tongkat pemukul pada demonstran.
&amp;nbsp;
Serikat pekerja mengatakan 80 persen buruh terlibat dalam aksi ini. Mereka mendapatkan dukungan dari pabrik mobil dan perusahaan industri lainnya.
&amp;nbsp;
Mereka memprotes undang-undang ketenagakerjaan yang dengan mudahnya memecat karyawan. Undang-undang ketenagakerjaan yang baru ini dikeluarkan pada Februari lalu. Dalam undang-undang ini mereka juga memotong upah tahunan menjadi 33 hari dari 45 hari.
&amp;nbsp;
Sementara itu, pemerintah Spanyol mengatakan bahwa reformasi UU Tenaga Kerja akan menciptakan sebuah sistem yang lebih fleksibel untuk iklim bisnis dan lowongan pekerjaan, dimana selama ini kondisi keuangan stagnan. (bro)


</content:encoded></item></channel></rss>
