<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PVMBG Kehilangan Pengamat Gunung Tangkubanparahu</title><description>Berita duka mendera Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Institusi di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM ini kehilangan sosok Kuswardi, seorang pengamat Gunungapi Tangkubanparahu, Lembang, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/31/526/603158/pvmbg-kehilangan-pengamat-gunung-tangkubanparahu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/03/31/526/603158/pvmbg-kehilangan-pengamat-gunung-tangkubanparahu"/><item><title>PVMBG Kehilangan Pengamat Gunung Tangkubanparahu</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/03/31/526/603158/pvmbg-kehilangan-pengamat-gunung-tangkubanparahu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/03/31/526/603158/pvmbg-kehilangan-pengamat-gunung-tangkubanparahu</guid><pubDate>Sabtu 31 Maret 2012 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/03/31/526/603158/czxoMctN6B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mbah Rono. (foto : dok ESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/03/31/526/603158/czxoMctN6B.jpg</image><title>Mbah Rono. (foto : dok ESDM)</title></images><description>BANDUNG - Berita duka mendera Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Institusi di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM ini kehilangan sosok Kuswardi, seorang pengamat Gunungapi Tangkubanparahu, Lembang, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Kepala PVMBG Surono mengatakan, Kuswardi meninggal mendadak pada usia 54 tahun, Jumat 30 Maret 2012 kemarin, saat menjalankan tugasnya sebagai Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Tangkubanparahu.
&amp;nbsp;
Pria yang akrab disapa Mbah Rono ini menuturkan kronologi meninggalnya Kuswardi, lewat email yang diterima okezone, Sabtu (31/3/2012).
&amp;nbsp;
Kata dia, Jumat kemarin sekira pukul 11.00 WIB,&amp;nbsp; seismogram station di Puncak Tangkubanparahu, tempat bertugas Kuswardi merekam bising aktivitas&amp;nbsp; manusia. Dalam dua tahun terakhir ini, station perekam telah sering dicuri.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk itu, ketika seismogram merekam gangguan, Bapak Kuswadi ingin menangkap tangan pencuri peralatan itu,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Maka Kuswardi yang ditemani oleh pramu Pos Pengamatan, segera memacu motornya menuju lokasi yang diduga disatroni pencuri. Sesampainya di puncak Tangkubanparahu, Kuswardi lari menuju station seismik, diikuti pramu pos pengamatan.
&amp;nbsp;
Dalam waktu 15 menit, keduanya sampai di station seismik. Namun, hanya dijumpai jejak-jejak kaki, semua peralatan masih utuh, pintu-pintu penutup peralatan masih utuh. Ketika turun berjalan kaki menuju parkir motor, di sekitar kawah Ratu tiba-tiba Kuswardi mengeluhkan dada kirinya sakit.
&amp;nbsp;
kemudian Kuswardi duduk. Kepada pramu Pos yang mengikutinya, dia minta pundaknya dipijit. Namun dia juga mengeluhkan kepalanya yang pusing.
&amp;nbsp;
&quot;Bapak Kuswardi juga bicara kepada Pramu Pos, beliau menitipkan dua anaknya dan istri. Pramu Pos panik, memanggil pemandu wisata, yang kemudian menggotong Bapak Kuswadi turun,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Kuswadi lalu dilarikan ke Rumah Sakit Sespim Polri di Lembang. &quot;Namun pukul 14.10 WIB, Tuhan berkehendak lain, Bapak Kuswardi dipanggil menghadap-Nya. Beliau meninggal pada usia 54 tahun, dua tahun lagi masuk usia pensiun,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Mbah Rono menyatakan, Kuswardi meninggal dunia dalam menjalankan tugas negara, melindungi barang milik negara, sebagai sarana perlindungan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan Gunungapi Tangkubanparahu.&amp;nbsp;</description><content:encoded>BANDUNG - Berita duka mendera Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Institusi di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM ini kehilangan sosok Kuswardi, seorang pengamat Gunungapi Tangkubanparahu, Lembang, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Kepala PVMBG Surono mengatakan, Kuswardi meninggal mendadak pada usia 54 tahun, Jumat 30 Maret 2012 kemarin, saat menjalankan tugasnya sebagai Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Tangkubanparahu.
&amp;nbsp;
Pria yang akrab disapa Mbah Rono ini menuturkan kronologi meninggalnya Kuswardi, lewat email yang diterima okezone, Sabtu (31/3/2012).
&amp;nbsp;
Kata dia, Jumat kemarin sekira pukul 11.00 WIB,&amp;nbsp; seismogram station di Puncak Tangkubanparahu, tempat bertugas Kuswardi merekam bising aktivitas&amp;nbsp; manusia. Dalam dua tahun terakhir ini, station perekam telah sering dicuri.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk itu, ketika seismogram merekam gangguan, Bapak Kuswadi ingin menangkap tangan pencuri peralatan itu,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Maka Kuswardi yang ditemani oleh pramu Pos Pengamatan, segera memacu motornya menuju lokasi yang diduga disatroni pencuri. Sesampainya di puncak Tangkubanparahu, Kuswardi lari menuju station seismik, diikuti pramu pos pengamatan.
&amp;nbsp;
Dalam waktu 15 menit, keduanya sampai di station seismik. Namun, hanya dijumpai jejak-jejak kaki, semua peralatan masih utuh, pintu-pintu penutup peralatan masih utuh. Ketika turun berjalan kaki menuju parkir motor, di sekitar kawah Ratu tiba-tiba Kuswardi mengeluhkan dada kirinya sakit.
&amp;nbsp;
kemudian Kuswardi duduk. Kepada pramu Pos yang mengikutinya, dia minta pundaknya dipijit. Namun dia juga mengeluhkan kepalanya yang pusing.
&amp;nbsp;
&quot;Bapak Kuswardi juga bicara kepada Pramu Pos, beliau menitipkan dua anaknya dan istri. Pramu Pos panik, memanggil pemandu wisata, yang kemudian menggotong Bapak Kuswadi turun,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Kuswadi lalu dilarikan ke Rumah Sakit Sespim Polri di Lembang. &quot;Namun pukul 14.10 WIB, Tuhan berkehendak lain, Bapak Kuswardi dipanggil menghadap-Nya. Beliau meninggal pada usia 54 tahun, dua tahun lagi masuk usia pensiun,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Mbah Rono menyatakan, Kuswardi meninggal dunia dalam menjalankan tugas negara, melindungi barang milik negara, sebagai sarana perlindungan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan Gunungapi Tangkubanparahu.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
