<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Ada yang Memanfaatkan Momentum Demo di DPR</title><description>Saat ini, lanjut Rikwanto, pihaknya masih meneliti cairan yang membuat beberapa orang terluka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/02/337/603962/polisi-ada-yang-memanfaatkan-momentum-demo-di-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/02/337/603962/polisi-ada-yang-memanfaatkan-momentum-demo-di-dpr"/><item><title>Polisi: Ada yang Memanfaatkan Momentum Demo di DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/02/337/603962/polisi-ada-yang-memanfaatkan-momentum-demo-di-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/02/337/603962/polisi-ada-yang-memanfaatkan-momentum-demo-di-dpr</guid><pubDate>Senin 02 April 2012 13:07 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/02/337/603962/vhbiWQBMbB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/02/337/603962/vhbiWQBMbB.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan, terkait bentrok di gedung DPR pada Jumat 30 Maret malam, dipicu adanya oknum massa yang mengambil kesempatan dalam momentum tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Ada oknum massa yang mengambil kesempatan dalam momen membubarkan massa di depan gedung DPR, kita sedang selidiki karena ada beberapa korban yang terkena siraman zat kimia yang kita duga asam kuat,&quot; ucapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (2/4/2012).
&amp;nbsp;
Saat ini, lanjut Rikwanto, pihaknya masih meneliti cairan yang membuat beberapa orang terluka. &quot;Sementara ini kita sedang meneliti dari kedokteran maupun dari Labfor dan forensik untuk mengetahui jenis zat kimia tersebut untuk korban yang terkena,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Kata Rikwanto, ada beberapa pihak yang menjadi korban dari siraman zat kimia tersebut. Dari kepolisian ada tiga orang dan media massa ada tiga orang. &quot;Sementara ini dari media Jak TV yang baru melapor,&amp;nbsp; kemudian anggota kepolisian juga sudah melapor kepada SPK untuk segera diusut oleh penyidik dari Krimum Polda Metro Jaya,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Pihaknya, lanjut Rikwanto, masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari berbagai pihak. &quot;Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari berbagai pihak supaya ini bisa menjadi semakin terang sehingga mudah untuk diungkap, siapa pelakunya,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan, terkait bentrok di gedung DPR pada Jumat 30 Maret malam, dipicu adanya oknum massa yang mengambil kesempatan dalam momentum tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Ada oknum massa yang mengambil kesempatan dalam momen membubarkan massa di depan gedung DPR, kita sedang selidiki karena ada beberapa korban yang terkena siraman zat kimia yang kita duga asam kuat,&quot; ucapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (2/4/2012).
&amp;nbsp;
Saat ini, lanjut Rikwanto, pihaknya masih meneliti cairan yang membuat beberapa orang terluka. &quot;Sementara ini kita sedang meneliti dari kedokteran maupun dari Labfor dan forensik untuk mengetahui jenis zat kimia tersebut untuk korban yang terkena,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Kata Rikwanto, ada beberapa pihak yang menjadi korban dari siraman zat kimia tersebut. Dari kepolisian ada tiga orang dan media massa ada tiga orang. &quot;Sementara ini dari media Jak TV yang baru melapor,&amp;nbsp; kemudian anggota kepolisian juga sudah melapor kepada SPK untuk segera diusut oleh penyidik dari Krimum Polda Metro Jaya,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Pihaknya, lanjut Rikwanto, masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari berbagai pihak. &quot;Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari berbagai pihak supaya ini bisa menjadi semakin terang sehingga mudah untuk diungkap, siapa pelakunya,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
