<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Didesak Usut Demonstran Penyiram Air Keras  </title><description>Ketua FWP, Edi Hasibuan meyakini tindakan tersebut dilakukan oleh  orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dia berharap, dikemudian hari  tidak ada lagi kasus serupa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/03/337/604452/polri-didesak-usut-demonstran-penyiram-air-keras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/03/337/604452/polri-didesak-usut-demonstran-penyiram-air-keras"/><item><title>Polri Didesak Usut Demonstran Penyiram Air Keras  </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/03/337/604452/polri-didesak-usut-demonstran-penyiram-air-keras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/03/337/604452/polri-didesak-usut-demonstran-penyiram-air-keras</guid><pubDate>Selasa 03 April 2012 00:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/03/337/604452/GAwPwQBFCy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">aksi demo berujung bentrok (foto:okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/03/337/604452/GAwPwQBFCy.jpg</image><title>aksi demo berujung bentrok (foto:okezone)</title></images><description>JAKARTA - Forum Wartawan Polri (FWP) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras saat bentrok antara pengunjuk rasa dan kepolisian di depan gedung DPR pada Jumat lalu.Ketua FWP, Edi Hasibuan meyakini tindakan tersebut dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dia berharap, dikemudian hari tidak ada lagi kasus serupa.&quot;Seluruh wartawan Polri menyampaikan rasa keprihatinan ada kelompok yang menyiram air keras kepada wartawan dan juga aparat keamanan,&quot; kata dia di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/4/2012).Dia juga mendesak, kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut dan menangkap pelakunya. Pasalnya, kondisi korban yang terkena air keras sangat memprihatinkan.&quot;Polisi harus bisa menangkap pelakunya, kita tidak mau lagi ada hal seperti ini terulang,&quot; tuturnya.Seperti diberitakan, Ananto kamerawan Jak Tv, menjadi korban terkena sejenis air keras&amp;nbsp; yang menimbulkan luka bakar di sebagian besar mukanya. Sejenis air keras itu juga melukai anggota kepolisian Aiptu Suharjono. Keduanya sudah melapor ke SPK Polda Metro Jaya.Humas Jak Tv, Okie mengatakan, laporan tersebut ditujukan agar aparat kepolisian serius menindaklanjuti kasus tersebut, agar tidak terulang dan menimpa rekan-rekan sesama jurnalis lainnya di area konflik unjuk rasa. </description><content:encoded>JAKARTA - Forum Wartawan Polri (FWP) mengutuk keras tindakan penyiraman air keras saat bentrok antara pengunjuk rasa dan kepolisian di depan gedung DPR pada Jumat lalu.Ketua FWP, Edi Hasibuan meyakini tindakan tersebut dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dia berharap, dikemudian hari tidak ada lagi kasus serupa.&quot;Seluruh wartawan Polri menyampaikan rasa keprihatinan ada kelompok yang menyiram air keras kepada wartawan dan juga aparat keamanan,&quot; kata dia di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/4/2012).Dia juga mendesak, kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut dan menangkap pelakunya. Pasalnya, kondisi korban yang terkena air keras sangat memprihatinkan.&quot;Polisi harus bisa menangkap pelakunya, kita tidak mau lagi ada hal seperti ini terulang,&quot; tuturnya.Seperti diberitakan, Ananto kamerawan Jak Tv, menjadi korban terkena sejenis air keras&amp;nbsp; yang menimbulkan luka bakar di sebagian besar mukanya. Sejenis air keras itu juga melukai anggota kepolisian Aiptu Suharjono. Keduanya sudah melapor ke SPK Polda Metro Jaya.Humas Jak Tv, Okie mengatakan, laporan tersebut ditujukan agar aparat kepolisian serius menindaklanjuti kasus tersebut, agar tidak terulang dan menimpa rekan-rekan sesama jurnalis lainnya di area konflik unjuk rasa. </content:encoded></item></channel></rss>
