<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suu Kyi Akan Dihadapkan pada Peran Membosankan</title><description>Pemimpin Partai NLD Aung San Suu Kyi saat ini dihadapkan pada harapan besar, usai partainya dipastikan menang dalam pemilu sela Myanmar. Namun tidak kurang banyak pihak yang menilai Suu Kyi akan memegang peran membosankan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/03/411/604622/suu-kyi-akan-dihadapkan-pada-peran-membosankan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/03/411/604622/suu-kyi-akan-dihadapkan-pada-peran-membosankan"/><item><title>Suu Kyi Akan Dihadapkan pada Peran Membosankan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/03/411/604622/suu-kyi-akan-dihadapkan-pada-peran-membosankan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/03/411/604622/suu-kyi-akan-dihadapkan-pada-peran-membosankan</guid><pubDate>Selasa 03 April 2012 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/03/411/604622/BZpBXusUBN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aung San Suu Kyi saat kampanye menjelang pemilu (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/03/411/604622/BZpBXusUBN.jpg</image><title>Aung San Suu Kyi saat kampanye menjelang pemilu (Foto: AP)</title></images><description>YANGON - Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi saat ini dihadapkan pada harapan besar, usai partainya dipastikan menang dalam pemilu sela Myanmar. Namun tidak kurang banyak pihak yang menilai Suu Kyi akan memegang peran membosankan.
Setelah lebih dari dua dekade dirinya dianggap asing dalam politik Myanmar, pemenang Nobel Perdamaian 1991 tersebut kini dihadapkan para peran yang diharuskan untuk mendukung agenda dan sistem politik, yang didukung oleh pemerintahan baru Myanmar.&amp;nbsp;
Aktivis veteran itu nantinya akan duduk bersama dengan mantan rivalnya di kursi parlemen. Dirinya harus mendahulkan kepentingan para petani, mempromosikan investasi serta membawa Myanmar ke arah manajemen keuangan yang lebih baik pascakekuasaan junta militer.
&quot;Apapun jabatan yang akan diembannya (Suu Kyi) nanti, baik sebagai menteri ataupun anggota parlemen, ruang Suu Kyi dalam melakukan manuver politik akan jauh lebih sempit dibandingkan saat dirinya masih menjadi pihak oposisi,&quot; ujar Profesor dari Hong Kong University Renaud Egreteau seperti dikutip AFP, Selasa (3/4/2012).
Bahkan bisa Partai NLD mendapatkan seluruh 44 kursi parlemen yang diperebutkan saat ini, tetap saja pihaknya tidak dapat melawan Partai USDP yang menguasai parlemen.&amp;nbsp;
Tetapi patut diperhatikan saat ini, untuk pertama kalinya sejak pemilu yang berlangsung Minggu 1 April lalu, para petinggi NLD akan memiliki suara di parlemen. Terlepas dari itu, Suu Kyi harus bersifat pragmatis dan menahan diri dari biasanya, ketika dia berjuang untuk mengutamakan demokrasi dan mendorong perubahan konstitusi.
Pertanyaan besar saat ini adalah, apakah perempuan berusia 66 tahun itu akan memegang salah peran penting dalam pemerintahan. Januari lalu, penasihat Presiden Thein Sie, Nay Zin Latt mengatakan, ada kemungkinan Suu Kyi akan ditunjuk dalam satu peran di pemerintah.
Namun pejabat politik lainnya menunjukan bahwa Suu Kyi tidak berencana untuk menerima jabatan di pemerintahan, seperti menteri bila ditawarkan. Sepertinya Suu Kyi mengindikasikan dirinya, akan memegang peran peran lainnya seperti membantu memecahkan masalah konflik etnis di Myanmar.</description><content:encoded>YANGON - Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi saat ini dihadapkan pada harapan besar, usai partainya dipastikan menang dalam pemilu sela Myanmar. Namun tidak kurang banyak pihak yang menilai Suu Kyi akan memegang peran membosankan.
Setelah lebih dari dua dekade dirinya dianggap asing dalam politik Myanmar, pemenang Nobel Perdamaian 1991 tersebut kini dihadapkan para peran yang diharuskan untuk mendukung agenda dan sistem politik, yang didukung oleh pemerintahan baru Myanmar.&amp;nbsp;
Aktivis veteran itu nantinya akan duduk bersama dengan mantan rivalnya di kursi parlemen. Dirinya harus mendahulkan kepentingan para petani, mempromosikan investasi serta membawa Myanmar ke arah manajemen keuangan yang lebih baik pascakekuasaan junta militer.
&quot;Apapun jabatan yang akan diembannya (Suu Kyi) nanti, baik sebagai menteri ataupun anggota parlemen, ruang Suu Kyi dalam melakukan manuver politik akan jauh lebih sempit dibandingkan saat dirinya masih menjadi pihak oposisi,&quot; ujar Profesor dari Hong Kong University Renaud Egreteau seperti dikutip AFP, Selasa (3/4/2012).
Bahkan bisa Partai NLD mendapatkan seluruh 44 kursi parlemen yang diperebutkan saat ini, tetap saja pihaknya tidak dapat melawan Partai USDP yang menguasai parlemen.&amp;nbsp;
Tetapi patut diperhatikan saat ini, untuk pertama kalinya sejak pemilu yang berlangsung Minggu 1 April lalu, para petinggi NLD akan memiliki suara di parlemen. Terlepas dari itu, Suu Kyi harus bersifat pragmatis dan menahan diri dari biasanya, ketika dia berjuang untuk mengutamakan demokrasi dan mendorong perubahan konstitusi.
Pertanyaan besar saat ini adalah, apakah perempuan berusia 66 tahun itu akan memegang salah peran penting dalam pemerintahan. Januari lalu, penasihat Presiden Thein Sie, Nay Zin Latt mengatakan, ada kemungkinan Suu Kyi akan ditunjuk dalam satu peran di pemerintah.
Namun pejabat politik lainnya menunjukan bahwa Suu Kyi tidak berencana untuk menerima jabatan di pemerintahan, seperti menteri bila ditawarkan. Sepertinya Suu Kyi mengindikasikan dirinya, akan memegang peran peran lainnya seperti membantu memecahkan masalah konflik etnis di Myanmar.</content:encoded></item></channel></rss>
