<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPW: Polisi Elegan Kawal Demo Kenaikan BBM</title><description>Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane,  mengatakan bahwa dalam menangani aksi demonstran di depan Gedung DPR  beberapa hari lalu, Polisi bertindak cukup elegan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/06/337/607068/ipw-polisi-elegan-kawal-demo-kenaikan-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/06/337/607068/ipw-polisi-elegan-kawal-demo-kenaikan-bbm"/><item><title>IPW: Polisi Elegan Kawal Demo Kenaikan BBM</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/06/337/607068/ipw-polisi-elegan-kawal-demo-kenaikan-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/06/337/607068/ipw-polisi-elegan-kawal-demo-kenaikan-bbm</guid><pubDate>Jum'at 06 April 2012 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/06/337/607068/PEmoEi694X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/06/337/607068/PEmoEi694X.jpg</image><title>Dokumentasi Okezone</title></images><description>JAKARTA - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan bahwa dalam menangani aksi demonstran di depan Gedung DPR beberapa hari lalu, Polisi bertindak cukup elegan.
&amp;nbsp;
Penilaian ini disebabkan karena tidak ada satu pun dari demonstran yang mengalami luka serius. Selain itu dari pihak kepolisian sendiri juga tidak ada yang mengeluarkan senapan.
&amp;nbsp;
&quot;Tidak ada satu pun polisi mengeluarkan puluru karet, tidak ada yang luka serius kalau cuma lecet biasa lah,&quot; ujarnya saat mengisi diskusi di Sekretariat PB HMI, Jakarta, Jumat (6/4/2012).
&amp;nbsp;
Selain itu, Neta juga menilai bahwa aksi para demonstran memang tidak menjurus ke sikap anarkistis. Para massa aksi, sambung Neta, tidak merugikan masyarakat.
&amp;nbsp;
&quot;Itu bukan anarkis tapi radikal, tidak berlanjut ke keributan massa, banyak mobil yang terperangkap di tengah demonstrasi tapi tidak dirusak, yang dirusak hanya pos polisi dan gerbang DPR,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Neta menyesalkan langkah Polisi saat menyerbu markas YLBHI, lantaran tempat tersebut dianggap sebagai simbol pemberontakan.
&amp;nbsp;
Menurutnya, Polisi mencoba memberikan bukti nyata kepada Presiden SBY mampu memberantas simbol perlawanan tersebut, dengan cara menyerang YLBHI.
&amp;nbsp;
&quot;YLBHI  sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintah. Polisi ingin menunjukkan ke SBY, inilah saya bisa hajar simbol perlawanan itu,&quot; jelas Neta.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan bahwa dalam menangani aksi demonstran di depan Gedung DPR beberapa hari lalu, Polisi bertindak cukup elegan.
&amp;nbsp;
Penilaian ini disebabkan karena tidak ada satu pun dari demonstran yang mengalami luka serius. Selain itu dari pihak kepolisian sendiri juga tidak ada yang mengeluarkan senapan.
&amp;nbsp;
&quot;Tidak ada satu pun polisi mengeluarkan puluru karet, tidak ada yang luka serius kalau cuma lecet biasa lah,&quot; ujarnya saat mengisi diskusi di Sekretariat PB HMI, Jakarta, Jumat (6/4/2012).
&amp;nbsp;
Selain itu, Neta juga menilai bahwa aksi para demonstran memang tidak menjurus ke sikap anarkistis. Para massa aksi, sambung Neta, tidak merugikan masyarakat.
&amp;nbsp;
&quot;Itu bukan anarkis tapi radikal, tidak berlanjut ke keributan massa, banyak mobil yang terperangkap di tengah demonstrasi tapi tidak dirusak, yang dirusak hanya pos polisi dan gerbang DPR,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Neta menyesalkan langkah Polisi saat menyerbu markas YLBHI, lantaran tempat tersebut dianggap sebagai simbol pemberontakan.
&amp;nbsp;
Menurutnya, Polisi mencoba memberikan bukti nyata kepada Presiden SBY mampu memberantas simbol perlawanan tersebut, dengan cara menyerang YLBHI.
&amp;nbsp;
&quot;YLBHI  sebagai simbol perlawanan terhadap pemerintah. Polisi ingin menunjukkan ke SBY, inilah saya bisa hajar simbol perlawanan itu,&quot; jelas Neta.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
