<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Kejahatan Gunakan Western Hypnosis</title><description>Berdasarkan catatan Kepala Hypnosis Training Institute of Indonesia  (HTII), Mardigu, hipnotis dijadikan sebagai modus untuk melakukan  kejahatan mulai marak kisaran tahun 2003 hingga 2004.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/07/338/607123/pelaku-kejahatan-gunakan-western-hypnosis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/07/338/607123/pelaku-kejahatan-gunakan-western-hypnosis"/><item><title>Pelaku Kejahatan Gunakan Western Hypnosis</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/07/338/607123/pelaku-kejahatan-gunakan-western-hypnosis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/07/338/607123/pelaku-kejahatan-gunakan-western-hypnosis</guid><pubDate>Sabtu 07 April 2012 07:33 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/07/338/607123/njzlisuGOG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi hipnotis (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/07/338/607123/njzlisuGOG.jpg</image><title>Ilustrasi hipnotis (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Ilmu Hypnosis atau hipnotis sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. Tidak hanya untuk kegiatan positif, masyarakat juga mengenal hipnotis sebagai modus untuk melakukan tindakan kejahatan.Berdasarkan catatan Kepala Hypnosis Training Institute of Indonesia (HTII), Mardigu, hipnotis dijadikan sebagai modus untuk melakukan kejahatan mulai marak kisaran tahun 2003 hingga 2004. Hipnotis dijadikan modus kejahatan, menurutnya sangat mungkin. Pasalnya, selain mudah dipelajari, hipnotis juga mudah dipraktekan. Mardigu menjelaskan hipnosis terbagi ke dalam dua golongan, yaitu western hypnosis dan eastern hypnosis. &quot;Keduanya beda pakem, tapi efeknya sama,&quot; katanya saat berbincang dengan okezone, Sabtu (7/4/2012).Apa yang membedakan eastern hypnosis dan western hypnosis?. Kata Mardigu, eastern hypnosis biasanya menggunakan jampi-jampi, mantra, tenaga dalam dan sejenisnya. Sedangkan western hypnosis hanya menggunakan kekuatan pikiran, sugesti atau kata-kata. &quot;Biasanya eastern itu yang menggunakan tepukan di pundak. Kalau yang western itu hanya dengan kata-kata,&quot; ujarnya memberi contoh.Mempelajari western hypnosis cukup mudah. Bisa dengan membaca buku dan belajar sendiri. Sedangkan untuk eastern hypnosis perlu guru untuk mempelajarinya. &quot;Tapi untuk keduanya, siapapun bisa mempelajari,&quot; jelasnya.Mardigu menjelaskan kebanyakan kejadian kriminal dengan modus hipnotis di kota-kota besar di Indonesia menggunakan western hypnosis, yang hanya menggunakan kata-kata. Namun, dia menyayangkan western hypnosis yang menurutnya baik sering disalahgunakan.Padahal western hypnosis ini diperlukan untuk menghilangkan phobia, stres, kecanduan sesuatu atau masalah kejiwaan lainnya.&quot;Untuk dijadikannya hipnotis sebagai tindakan kriminal tentu itu kembali kepada pribadinya. Kalau pun itu merupakan hasil belajar dari sekolah hipnotis, itu karena tidak ada kontrol dari sekolah, tidak ada standarisasinya dan alumninya yang sudah lulus juga tidak dijaga. Hipnotis Ini memang mudah tapi bukan murahan,&quot; ungkapnya.Dia menjelaskan, salah satu teknik dalam western hypnosis, adalah watching hypnosis dan inilah yang kerap disalahgunakan untuk melakukan tindak kejahatan. &quot;Watching hypnosis itu untuk memberikan kharisma, untuk mempengaruhi orang lain. Misalnya dokter untuk memberikan anestesi kepada pasien, tapi itulah yang sering disalahgunakan,&quot; kata Mardigu.Diungkapkannya, teknik ini juga mudah diterapkan dengan berbagai alat komunikasi, baik dengan&amp;nbsp; menggunakan telpon atau tulisan. &quot;Mereka biasanya membuat terpesona korbannya. Ini bisa dengan telpon atau sms sekalipun,&quot; kata dia. Jika sang korban sudah dalam tahap terpesona dengan pelaku, maka korban akan melakukan apapun yang diinginkan pelaku. Namun, semua ini bisa dihindari dengan beberapa cara. Mardigu menjelaskan hipnotis seperti ini tidak bisa dilakukan kepada orang yang ber-IQ (Indeks Quantum) dibawah 90. Pasalnya, dengan IQ selevel itu, tingkat konsentrasi seseorang akan sangat sulit diarahkan. Selain itu, guna terhindar dengan modus kejahatan seperti ini, alangkah baiknya tidak berpergian seorang diri. Ajak teman atau keluarga saat berpergian guna menghindari tindakan kejahatan seperti ini.&quot;Jangan mudah kaget dan jangan mudah terpesona dengan kata-kata manis orang lain. Karena dengan mudah kaget dan terpesona itu akan mudah dihipnotis. Selain itu jaga jarak dengan orang yang baru dikenal,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ilmu Hypnosis atau hipnotis sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. Tidak hanya untuk kegiatan positif, masyarakat juga mengenal hipnotis sebagai modus untuk melakukan tindakan kejahatan.Berdasarkan catatan Kepala Hypnosis Training Institute of Indonesia (HTII), Mardigu, hipnotis dijadikan sebagai modus untuk melakukan kejahatan mulai marak kisaran tahun 2003 hingga 2004. Hipnotis dijadikan modus kejahatan, menurutnya sangat mungkin. Pasalnya, selain mudah dipelajari, hipnotis juga mudah dipraktekan. Mardigu menjelaskan hipnosis terbagi ke dalam dua golongan, yaitu western hypnosis dan eastern hypnosis. &quot;Keduanya beda pakem, tapi efeknya sama,&quot; katanya saat berbincang dengan okezone, Sabtu (7/4/2012).Apa yang membedakan eastern hypnosis dan western hypnosis?. Kata Mardigu, eastern hypnosis biasanya menggunakan jampi-jampi, mantra, tenaga dalam dan sejenisnya. Sedangkan western hypnosis hanya menggunakan kekuatan pikiran, sugesti atau kata-kata. &quot;Biasanya eastern itu yang menggunakan tepukan di pundak. Kalau yang western itu hanya dengan kata-kata,&quot; ujarnya memberi contoh.Mempelajari western hypnosis cukup mudah. Bisa dengan membaca buku dan belajar sendiri. Sedangkan untuk eastern hypnosis perlu guru untuk mempelajarinya. &quot;Tapi untuk keduanya, siapapun bisa mempelajari,&quot; jelasnya.Mardigu menjelaskan kebanyakan kejadian kriminal dengan modus hipnotis di kota-kota besar di Indonesia menggunakan western hypnosis, yang hanya menggunakan kata-kata. Namun, dia menyayangkan western hypnosis yang menurutnya baik sering disalahgunakan.Padahal western hypnosis ini diperlukan untuk menghilangkan phobia, stres, kecanduan sesuatu atau masalah kejiwaan lainnya.&quot;Untuk dijadikannya hipnotis sebagai tindakan kriminal tentu itu kembali kepada pribadinya. Kalau pun itu merupakan hasil belajar dari sekolah hipnotis, itu karena tidak ada kontrol dari sekolah, tidak ada standarisasinya dan alumninya yang sudah lulus juga tidak dijaga. Hipnotis Ini memang mudah tapi bukan murahan,&quot; ungkapnya.Dia menjelaskan, salah satu teknik dalam western hypnosis, adalah watching hypnosis dan inilah yang kerap disalahgunakan untuk melakukan tindak kejahatan. &quot;Watching hypnosis itu untuk memberikan kharisma, untuk mempengaruhi orang lain. Misalnya dokter untuk memberikan anestesi kepada pasien, tapi itulah yang sering disalahgunakan,&quot; kata Mardigu.Diungkapkannya, teknik ini juga mudah diterapkan dengan berbagai alat komunikasi, baik dengan&amp;nbsp; menggunakan telpon atau tulisan. &quot;Mereka biasanya membuat terpesona korbannya. Ini bisa dengan telpon atau sms sekalipun,&quot; kata dia. Jika sang korban sudah dalam tahap terpesona dengan pelaku, maka korban akan melakukan apapun yang diinginkan pelaku. Namun, semua ini bisa dihindari dengan beberapa cara. Mardigu menjelaskan hipnotis seperti ini tidak bisa dilakukan kepada orang yang ber-IQ (Indeks Quantum) dibawah 90. Pasalnya, dengan IQ selevel itu, tingkat konsentrasi seseorang akan sangat sulit diarahkan. Selain itu, guna terhindar dengan modus kejahatan seperti ini, alangkah baiknya tidak berpergian seorang diri. Ajak teman atau keluarga saat berpergian guna menghindari tindakan kejahatan seperti ini.&quot;Jangan mudah kaget dan jangan mudah terpesona dengan kata-kata manis orang lain. Karena dengan mudah kaget dan terpesona itu akan mudah dihipnotis. Selain itu jaga jarak dengan orang yang baru dikenal,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
