<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa Sayangkan Demo Berujung Bentrok dengan Polisi</title><description>Presiden Mahasiswa Al-Azhar Cik Nur mengaku menyesalkan aksi bentrokan  antara mahasiswa dengan polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/08/337/607416/mahasiswa-sayangkan-demo-berujung-bentrok-dengan-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/08/337/607416/mahasiswa-sayangkan-demo-berujung-bentrok-dengan-polisi"/><item><title>Mahasiswa Sayangkan Demo Berujung Bentrok dengan Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/08/337/607416/mahasiswa-sayangkan-demo-berujung-bentrok-dengan-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/08/337/607416/mahasiswa-sayangkan-demo-berujung-bentrok-dengan-polisi</guid><pubDate>Minggu 08 April 2012 04:12 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/08/337/607416/e8gLQK7I7U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/08/337/607416/e8gLQK7I7U.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh mahasiswa yang terjadi beberapa waktu lalu, tak jarang berujung dengan bentrok dengan aparat Kepolisian. Presiden Mahasiswa Al-Azhar Cik Nur mengaku menyesalkan aksi bentrokan antara mahasiswa dengan polisi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gerakan Mahasiswa sudah seharusnya mendapat simpatik dan dukungan serta menghindari politik praktis dan mencerminkan sikap ketauladanan ditengah masyarakat, karena mahasiswa bergerak atas dasar kebutuhan dan kepentingan masyarakat,&amp;rdquo; katanya dalam pesan elektroniknya kepada okezone, Sabtu (7/4/2012).
&amp;nbsp;
Kami bukan bergerak atas dasar kepentingan kekuasaan, kami bukan kelompok politisi yang ingin rebut kekuasaan,&amp;nbsp;kami menyangkan paska aksi penolakan BBM beberapa hari yang lalu. &amp;ldquo;Kami seakaan dihianati dan diperalatan pada kepentingan politik, kami terkesan diboncengi dan terbangun citra yang negative sebagai elemen mahasiswa yang berbuat kerusakan,&amp;rdquo; terangnya.  Sementara Ketua BEM Univesitas Islam Sumatera Utara Ari&amp;nbsp;Sugara mengaku akan melakukan evaluasi terkait aksi yang dilakukan beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita perlu mengevaluasi BEM yang tergabung dalam Konami, karena selama yang kami ketahui, banyak hal-hal kejanggalan yang kami temui dilapangan yang tidak sesuai lagi dengan apa yang dididiskusikan sebelumnya,&amp;rdquo; ungkap Ari.
&amp;nbsp;
Ari melanjutkan BEM yang ia pimpin dan berbagai BEM lainya mengatakan Konami sudah sejalan dan menyatakan keluar Konami.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gerakan kami yang mengatasnamakan Konami hadir ke Jakarta adalah merupakan kepentingan masyarakat, bukan pada kepentingan kekuasaan, kenaikan BBM merupakan hal yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat, bukan bermaksud menggulingkan rezim SBY-Boediono, terlalu jauh menurut kami,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh mahasiswa yang terjadi beberapa waktu lalu, tak jarang berujung dengan bentrok dengan aparat Kepolisian. Presiden Mahasiswa Al-Azhar Cik Nur mengaku menyesalkan aksi bentrokan antara mahasiswa dengan polisi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gerakan Mahasiswa sudah seharusnya mendapat simpatik dan dukungan serta menghindari politik praktis dan mencerminkan sikap ketauladanan ditengah masyarakat, karena mahasiswa bergerak atas dasar kebutuhan dan kepentingan masyarakat,&amp;rdquo; katanya dalam pesan elektroniknya kepada okezone, Sabtu (7/4/2012).
&amp;nbsp;
Kami bukan bergerak atas dasar kepentingan kekuasaan, kami bukan kelompok politisi yang ingin rebut kekuasaan,&amp;nbsp;kami menyangkan paska aksi penolakan BBM beberapa hari yang lalu. &amp;ldquo;Kami seakaan dihianati dan diperalatan pada kepentingan politik, kami terkesan diboncengi dan terbangun citra yang negative sebagai elemen mahasiswa yang berbuat kerusakan,&amp;rdquo; terangnya.  Sementara Ketua BEM Univesitas Islam Sumatera Utara Ari&amp;nbsp;Sugara mengaku akan melakukan evaluasi terkait aksi yang dilakukan beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita perlu mengevaluasi BEM yang tergabung dalam Konami, karena selama yang kami ketahui, banyak hal-hal kejanggalan yang kami temui dilapangan yang tidak sesuai lagi dengan apa yang dididiskusikan sebelumnya,&amp;rdquo; ungkap Ari.
&amp;nbsp;
Ari melanjutkan BEM yang ia pimpin dan berbagai BEM lainya mengatakan Konami sudah sejalan dan menyatakan keluar Konami.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gerakan kami yang mengatasnamakan Konami hadir ke Jakarta adalah merupakan kepentingan masyarakat, bukan pada kepentingan kekuasaan, kenaikan BBM merupakan hal yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat, bukan bermaksud menggulingkan rezim SBY-Boediono, terlalu jauh menurut kami,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
