<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Selidiki Temuan Tiga Jarum di Kaki Yusril</title><description>Polisi akan menindaklanjuti pernyataan dokter RSUD Andi Makkasau terkait temuan tiga jarum di betis kiri Yusril.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/09/340/608229/polisi-selidiki-temuan-tiga-jarum-di-kaki-yusril</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/09/340/608229/polisi-selidiki-temuan-tiga-jarum-di-kaki-yusril"/><item><title>Polisi Selidiki Temuan Tiga Jarum di Kaki Yusril</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/09/340/608229/polisi-selidiki-temuan-tiga-jarum-di-kaki-yusril</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/09/340/608229/polisi-selidiki-temuan-tiga-jarum-di-kaki-yusril</guid><pubDate>Senin 09 April 2012 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dearwiaty</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/09/340/608229/efwLfDIjsP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tiga jarum yang dikeluarkan dari betis Yusril (Dok: Sindo TV/Abdillah MS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/09/340/608229/efwLfDIjsP.jpg</image><title>Tiga jarum yang dikeluarkan dari betis Yusril (Dok: Sindo TV/Abdillah MS)</title></images><description>PAREPARE - Pernyataan dokter ahli bedah RSUD Andi Makkasau, Kamaruddin, yang menduga ada indikasi tindak kriminal di balik temuan tiga jarum di betis Muhammad Yusril, ditindaklanjuti petugas Polresta Parepare.&amp;nbsp;Kasat Reskrim Polresta Parepare AKP Aska Mappe mengaku telah mendengar kasus medis seperti dialami Safira, bocah tiga tahun yang di tubuhnya ditemukan puluhan paku pada akhir 2011 lalu.&amp;ldquo;Anggota kami memang belum turun, tapi segera kami perintahkan untuk melakukan penyelidikan,&amp;rdquo; ungkap Aska, Senin (9/4/2012).Sebagai langkah awal, lanjut Aska, dia akan mengerahkan anak buahnya untuk memintai keterangan orangtua Yusril.&amp;ldquo;Keterangan orangtua korban segera kami minta. Untuk keterangan lainnya, belum bisa saya berikan,&amp;rdquo; ujarnya.Terpisah, Habiati, ibu Yusril, saat ditemui di kediamannya di Menrolange, Jalan Swaka Alam Lestari, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki, mengatakan keluarganya tidak mungkin sengaja memasukkan jarum ke betis bocah kelas 6 SD itu.&amp;ldquo;Kami juga yakin anak kami (Yusril) tidak mungkin memasukkan jarum itu ke betisnya sendiri karena dia sudah besar. Tentu dia tahu yang namanya sakit,&amp;rdquo; ucapnya.Ditanya soal pengobatan alternatif yang dijalani Yusril selama 10 hari, Hasbiati menegaskan selalu mendampingi anak bungsunya itu saat dibawa ke berobat alternatif. Dia mengaku tidak pernah melihat kaki anaknya dimasukkan jarum.&amp;ldquo;Dukunnya tidak pernah menggunakan jarum. Yusril hanya diberi air sebagai obat,&amp;rdquo; katanya.Sebelumnya, Kamaruddin curiga telah terjadi praktik yang mengarah pada tindak kriminal dalam kasus temuan tiga jarum di betis kiri Yusril.Kasus medis serupa juga pernah terjadi dan ditangani pihaknya tahun lalu. Kecurigaan terlihat dari hasil foto rontgen. Pada rontgen pertama, tiga jarum belum terlihat. Namun pada rontgen berikutnya, barulah tiga jarum terlihat dengan posisi ujung jarum mengarah ke bawah.&amp;ldquo;Itu setelah orangtua membawa Yusril menjalani perawatan alternatif selama 10 hari. Yang jelas tiga jarum tersebut sengaja dimasukkan entah secara manual atau secara magis,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>PAREPARE - Pernyataan dokter ahli bedah RSUD Andi Makkasau, Kamaruddin, yang menduga ada indikasi tindak kriminal di balik temuan tiga jarum di betis Muhammad Yusril, ditindaklanjuti petugas Polresta Parepare.&amp;nbsp;Kasat Reskrim Polresta Parepare AKP Aska Mappe mengaku telah mendengar kasus medis seperti dialami Safira, bocah tiga tahun yang di tubuhnya ditemukan puluhan paku pada akhir 2011 lalu.&amp;ldquo;Anggota kami memang belum turun, tapi segera kami perintahkan untuk melakukan penyelidikan,&amp;rdquo; ungkap Aska, Senin (9/4/2012).Sebagai langkah awal, lanjut Aska, dia akan mengerahkan anak buahnya untuk memintai keterangan orangtua Yusril.&amp;ldquo;Keterangan orangtua korban segera kami minta. Untuk keterangan lainnya, belum bisa saya berikan,&amp;rdquo; ujarnya.Terpisah, Habiati, ibu Yusril, saat ditemui di kediamannya di Menrolange, Jalan Swaka Alam Lestari, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki, mengatakan keluarganya tidak mungkin sengaja memasukkan jarum ke betis bocah kelas 6 SD itu.&amp;ldquo;Kami juga yakin anak kami (Yusril) tidak mungkin memasukkan jarum itu ke betisnya sendiri karena dia sudah besar. Tentu dia tahu yang namanya sakit,&amp;rdquo; ucapnya.Ditanya soal pengobatan alternatif yang dijalani Yusril selama 10 hari, Hasbiati menegaskan selalu mendampingi anak bungsunya itu saat dibawa ke berobat alternatif. Dia mengaku tidak pernah melihat kaki anaknya dimasukkan jarum.&amp;ldquo;Dukunnya tidak pernah menggunakan jarum. Yusril hanya diberi air sebagai obat,&amp;rdquo; katanya.Sebelumnya, Kamaruddin curiga telah terjadi praktik yang mengarah pada tindak kriminal dalam kasus temuan tiga jarum di betis kiri Yusril.Kasus medis serupa juga pernah terjadi dan ditangani pihaknya tahun lalu. Kecurigaan terlihat dari hasil foto rontgen. Pada rontgen pertama, tiga jarum belum terlihat. Namun pada rontgen berikutnya, barulah tiga jarum terlihat dengan posisi ujung jarum mengarah ke bawah.&amp;ldquo;Itu setelah orangtua membawa Yusril menjalani perawatan alternatif selama 10 hari. Yang jelas tiga jarum tersebut sengaja dimasukkan entah secara manual atau secara magis,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
