<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Kesulitan Ungkap Penembak Pesawat di Papua</title><description>Kata Saud, orang-orang dalam pesawat sama sekali tidak mengetahui adanya  penembakan. Meski, dari body pesawat ditemukan ada 3 lubang bekas  peluru. Begitupun dengan saksi dilapangan, juga tidak mengetahui ada penembakan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/10/337/608477/polisi-kesulitan-ungkap-penembak-pesawat-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/04/10/337/608477/polisi-kesulitan-ungkap-penembak-pesawat-di-papua"/><item><title>Polisi Kesulitan Ungkap Penembak Pesawat di Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/04/10/337/608477/polisi-kesulitan-ungkap-penembak-pesawat-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/04/10/337/608477/polisi-kesulitan-ungkap-penembak-pesawat-di-papua</guid><pubDate>Selasa 10 April 2012 01:11 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/04/10/337/608477/MVxPpRT7A7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadiv Humas Polri Saud Usman (foto: Runi Sari/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/04/10/337/608477/MVxPpRT7A7.jpg</image><title>Kadiv Humas Polri Saud Usman (foto: Runi Sari/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polisi mengalami kesulitan mengungkap aksi penembakan di pesawat Trigana di Bandara Mulia Puncak Jaya, Papua, Minggu kemarin, (8/4/2012).&quot;Alat bukti masih minim dari saksi yang kita periksa, dengan jumlah awak 5 orang dan penumpang 6 orang,&quot; kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Senin (9/4/2012).Bahkan, lanjut Saud, orang-orang dalam pesawat sama sekali tidak mengetahui adanya penembakan, begitupun dengan saksi dilapangan, juga tidak mengetahui ada penembakan. Meski, dari badan pesawat ditemukan ada 3 lubang bekas peluru.Kesulitan lainnya, adalah letak geografis di Papua seperti wilayah pegunungan, dan juga hutan. Sehingga memudahkan tersangka cepat melarikan diri.Seperti diketahui, pada hari Minggu (8/4/2012)&amp;nbsp; kemarin pesawat Trigana Air yang Take Off dari Nabire pukul 07.15 WIT dan mendarat di Mulia Puncak Jaya 08.21 WIT.Aksi penembakan mengakibatkan 4 korban luka-luka yang pada umumnya terkena serpihan kaca dan peluru mengenai tubuh bagian lengan. Serta seorang korban meninggal dunia tertembak bagian leher, bernama Leiron berusia 35 tahun, yang dikenal berprofesi sebagai jurnalis.</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi mengalami kesulitan mengungkap aksi penembakan di pesawat Trigana di Bandara Mulia Puncak Jaya, Papua, Minggu kemarin, (8/4/2012).&quot;Alat bukti masih minim dari saksi yang kita periksa, dengan jumlah awak 5 orang dan penumpang 6 orang,&quot; kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, Senin (9/4/2012).Bahkan, lanjut Saud, orang-orang dalam pesawat sama sekali tidak mengetahui adanya penembakan, begitupun dengan saksi dilapangan, juga tidak mengetahui ada penembakan. Meski, dari badan pesawat ditemukan ada 3 lubang bekas peluru.Kesulitan lainnya, adalah letak geografis di Papua seperti wilayah pegunungan, dan juga hutan. Sehingga memudahkan tersangka cepat melarikan diri.Seperti diketahui, pada hari Minggu (8/4/2012)&amp;nbsp; kemarin pesawat Trigana Air yang Take Off dari Nabire pukul 07.15 WIT dan mendarat di Mulia Puncak Jaya 08.21 WIT.Aksi penembakan mengakibatkan 4 korban luka-luka yang pada umumnya terkena serpihan kaca dan peluru mengenai tubuh bagian lengan. Serta seorang korban meninggal dunia tertembak bagian leher, bernama Leiron berusia 35 tahun, yang dikenal berprofesi sebagai jurnalis.</content:encoded></item></channel></rss>
